Sekelompok kontainer pengiriman yang ditumpuk dilapisi dengan tanah tuang untuk menciptakan sebuah restoran di Tamil Nadu, India, yang dirancang oleh studio lokal Wallmakers.


Restoran ini dinamai Petti, yang berarti “kotak” dalam bahasa Tamil. Bangunan seluas 439 meter persegi tersebut berada di lahan sempit di Tuticorin, sebuah kota pelabuhan industri di mana kontainer bekas sudah menjadi pemandangan yang umum.





Wallmakers menjadikan kelimpahan kontainer terbengkalai ini sebagai titik awal desain mereka, dengan memotong dua belas kontainer secara memanjang lalu mengelasnya pada rangka baja. Dari proses itu terbentuk dinding-dinding berliku seperti zigzag, yang kemudian dilapisi dengan kisi berlubang dari tanah tuang.


Baca juga: Kompleks Olahraga Baru Mengitari Stadion Terbesar India




Wallmakers menjelaskan bahwa banyaknya kontainer yang dibuang di kota tersebut mendorong mereka untuk menggabungkan dua material yang jarang dipadukan, yakni baja dan tanah.


Selain itu, studio tersebut menyampaikan bahwa setiap kontainer diposisikan secara vertikal agar menghasilkan tinggi ruang yang lebih baik, dibandingkan ukuran standar sekitar 2,4 meter jika kontainer diletakkan horizontal. Mereka juga menjelaskan bahwa dua belas kontainer yang telah dipotong itu dipasang menggunakan crane dalam waktu sekitar satu minggu, lalu dilas menjadi struktur dasar bangunan, dengan tambahan beberapa pelat beton bertulang untuk menghubungkan lantai.




Untuk menciptakan bentuk bangunan yang panjang dan sempit, potongan kontainer disusun dalam pola kisi yang saling bergeser. Beberapa bagian diangkat dari permukaan tanah secara bergantian sehingga membentuk bukaan kaca di bagian bawah dan ventilasi di bagian atas.


Susunan ini memungkinkan area makan di kedua lantai mendapatkan cahaya alami sekaligus menciptakan efek ventilasi bertumpuk yang membantu mendinginkan interior. Lapisan tanah pada bagian luar juga dibuat melengkung ke luar saat bertemu dengan permukaan tanah.






Lapisan tanah tersebut diaplikasikan dalam bentuk kisi berlubang, dengan celah-celah yang memperlihatkan permukaan asli kontainer sekaligus meningkatkan efisiensi termal bangunan.


Tata letak interior mengikuti susunan diagonal kontainer, dengan bilik tempat duduk dan meja berbentuk segitiga yang ditempatkan di dalam tiap potongan kontainer. Bagian dalamnya didominasi warna merah tua pada permukaan logam, dipadukan dengan lampu gantung dari pipa bekas serta lantai dari kayu daur ulang.




“Penataan ruang dirancang sedemikian rupa agar setiap kelompok tamu tetap memiliki sudut privatnya masing-masing, meskipun berada di lahan yang sempit,” ujar Wallmakers.


Mereka juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa interior dirancang mengikuti tekstur asli kontainer agar menciptakan area duduk yang hangat dan nyaman di setiap sudut.





Sumber foto: Studio Iksha