-
Contoh Tanaman Hidroponik dan Cara Merawatnya
Tanaman hidroponik sering menjadi pilihan alternatif untuk bercocok tanam secara praktis tanpa media tanah sekalipun area yang terbatas.
Meski tanaman hidroponik semakin efisien dan menjadi tren saat ini, namun ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui saat memulai untuk bercocok tanam menggunakan teknik hidroponik.
Apa Itu Tanaman Hidroponik?

Faba Photography / Getty Images
Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang mengandalkan media berbasis air sebagai pengganti tanah. Anda juga dapat menambahkan media alternatif selain air seperti serat kelapa, perlit, atau vermikulit untuk menopang tanaman.
Kelebihan Tanaman Hidroponik
1. Dapat di Tanam di Area Terbatas

Carlina Teteris / Getty Images
Kelebihan utama tanaman hidroponik yaitu Anda dapat menanam tanaman di area yang terbatas, karena tidak memerlukan tanah sebagai medianya.
2. Tanaman Lebih Cepat Tumbuh

Prapat Aowsakorn / Getty Images
Melalui media air yang digunakan menggunakan teknik hidroponik, tanaman akan tumbuh lebih cepat dan terbebas dari hama yang kerap muncul di tanah.
Kekurangan Tanaman Hidroponik
1. Berpotensi Tertular Zat Berbahaya pada Tanaman

Kevin Norris / The Spruce
Melalui media cair yang digunakan, tanaman hidroponik berpotensi untuk tertular zat berbahaya atau penyakit menular. Untuk itu, penting untuk Anda memeriksa kualitas air yang digunakan secara rutin.
2. Sering Mengabaikan Pencahayaan

Kevin Norris / The Spruce
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan aspek pencahayaan pada tanaman hidroponik yang kerap dilekatkan pada area yang terbatas atau minim pencahayaan. Kini, telah tersedia lampu LED khusus yang dapat digunakan sebagai pencahayaan tambahan untuk tanaman hidroponik
Baca juga Tanaman Hidroponik: Solusi Berkebun di Lahan Terbatas
10 Contoh Tanaman Hidroponik
1. Selada

Getty Images
Selada merupakan salah satu tanaman hidroponik yang paling mudah untuk ditanam. Tanamlah selada dalam jumlah yang kecil namun secara berkala. Selada akan siap dipanen sekitar 25 - 60 hari.
2. Bayam

Getty Images
Selanjutnya tanaman sayuran yang kaya akan manfaat ini juga dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik. Bayam dapat tumbuh subur di suhu yang dingin di bawah 23 derajat celcius, dan siap dipanen sekitar 28 - 55 hari.
3. Kale

Trubus
Untuk tanaman yang memiliki akar yang besar seperti tanaman kale membutuhkan tantangan yang besar. Lebih baik menanam tumbuhan kale atau sejenisnya dalam jumlah yang kecil lalu panen secara individual setelah 50 - 55 hari.
4. Basil

Getty Images
Semua jenis basil dapat ditanam dengan baik menggunakan teknik hidroponik, asalkan mendapatkan cahaya yang cukup sampai masa panen yaitu pada hari ke 65 - 70.
5. Seledri

Wachirapan Sinyungtanakul / Getty Images
Seledri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berkecambah namun setelah mulai tumbuh setelah 60 - 75 hari, seledri akan bertumbuh lebih lebat dan harum. Seledri juga membutuhkan cahaya matahari yang cukup untuk tumbuh.
Baca juga Kenali Microgreen! Solusi Baru Berkebun di Dalam Rumah
6. Daun Ketumbar

Getty Images
Beda dengan seledri, daun ketumbar merupakan tanaman yang tumbuh dengan cepat, Anda dapat mendapatkan daun ketumbar segar yang siap panen setelah 55 - 75 hari.
7. Stroberi

Epic Gardening
Perlu diperhatikan saat ingin memulai menanam stroberi menggunakan teknik hidroponik, karena tanaman ini lebih menantang dengan tanaman lainnya. Anda memerlukan tanaman kecil yang telah memiliki bunga kecil untuk memulainya.
Selain itu, pastikan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi dengan mengaplikasikan Teknik Film Nutrisi (NFT) yaitu teknik khusus dari sistem pasang surut. Lalu, stroberi akan siap dipanen setelah 28 - 42 hari.
8. Tomat

Simonkr / Getty Images
Tomat merupakan tanaman yang dapat melakukan proses penyerbukannya sendiri, meskipun begitu dengan mengguncangkan secara lembut cabang-cabang yang berbunga akan mempercepat proses pematangan secara alami. Tomat dapat dipanen setelah 75 - 90 hari dengan cahaya yang cukup.
9. Cabai

Dmytro Skrypnykov / Getty Images
Semua jenis cabai juga aman dan mudah ditanam menggunakan teknik hidroponik. Tips yang dapat dilakukan saat menanam cabai adalah dengan menopang tanaman menggunakan tongkat kayu untuk mencegah roboh saat berbuah. Cabai akan siap dipanen setelah 70 - 85 hari kemudian.
10. Mentimun

Garsya / Getty Images
Mentimun merupakan tanaman merambat yang perlu diserbuki secara manual saat ditanam di dalam ruangan. Mentimun siap dipanen setelah 56 - 60 hari kemudian.
Baca juga Anti Gagal! 5 Cara Menanam Kaktus Mudah di Dalam Rumah
Cara Penanaman Tanaman Hidroponik Rumahan
Tiga sistem hidroponik yang cocok untuk pemula adalah sistem sumbu, sistem budidaya air, dan sistem pasang surut. Sistem yang lebih canggih meliputi teknik film nutrisi dan sistem aeroponik. Anda dapat memilih teknik yang sesuai dengan preferensi Anda.
1. Sistem Sumbu

Kevin Norris / The Spruce
Sistem sumbu merupakan teknik hidroponik yang paling sederhana, karena hanya membutuhkan air, pupuk hidroponik, tali katun untuk sumbu, media tanam, serta nampan.
2. Sistem Budidaya Air

Kevin Norris / The Spruce
Tanaman ditempatkan di dalam lubang styrofoam yang mengapung di atas reservoir air yang diperkaya nutrisi. Gunakan wadah plastik yang dilubangi pada bagian bawah untuk menopang tanaman.
3. Sistem Pasang Surut

Kevin Norris / The Spruce
Salah satu sistem hidroponik yang serba guna. Cara kerjanya adalah dengan membanjiri media tanam dengan larutan air dan nutrisi lalu air tersebut mengalir ke reservoir.
4. Teknik Film Nutrisi

Kevin Norris / The Spruce
Hampir sama dengan teknik sistem pasang surut, teknik film nutrisi menggunakan larutan air dan nutrisi yang mengalir ke tanaman lalu ke reservoir namun bekerja secara terus menerus tanpa berhenti.
5. Sistem Aeroponik

Kevin Norris / The Spruce
Cara kerja sistem aeroponik lebih kompleks dari yang lain. Akar tanaman digantung di udara dan disemprot dengan larutan air dan nutrisi secara berkala. Metode ini memerlukan pompa dan penyemprot yang canggih.
Sumber teaser oleh Wachirawit Lemlerkchai / Getty Images
-




