-
Dalam rangka 130 tahun Monogram Louis Vuitton 1896–2026, rumah mode asal Prancis ini menghadirkan pengalaman imersif di Bangkok yang melampaui format pop-up konvensional. Bertajuk Louis Vuitton ‘Hotel’, instalasi ini berlangsung dari 11 Februari hingga 15 Maret 2026 dan mengambil lokasi di Baan Trok Tua Ngork, sebuah residensi berusia lebih dari 100 tahun di kawasan Talat Noi.


Bangunan empat lantai tersebut tidak sekadar menjadi latar, melainkan direimajinasikan secara menyeluruh. Fasadnya dibalut monogram sehingga pola ikonis yang diperkenalkan pada 1896 tampil sebagai pernyataan arsitektural. Di sini, narasi heritage dipentaskan, bukan hanya dipreservasi.

Baca juga, DROPHAUS: Rumah Masa Depan di Louis Vuitton Men's F/W26
Lima Tas, Lima Ruang
Alih-alih kamar hotel konvensional, pengunjung diajak menjelajahi lima ruang tematik yang masing-masing terinspirasi dari lima tas monogram paling ikonis, yaitu Keepall, Speedy, Alma, Neverfull, dan Noé. Setiap ruang menerjemahkan karakter produk ke dalam skala arsitektur, mulai dari kurva struktur, proporsi, hingga detail hardware yang diperbesar menjadi elemen interior.

Konsepnya jelas dan terukur. Satu tas menjadi satu dunia. Produk tidak lagi berhenti sebagai objek fashion, melainkan berkembang menjadi referensi spasial.
Heritage dan Brand Universe
Didirikan pada 1854, Louis Vuitton membawa lebih dari 170 tahun warisan ke dalam konteks bangunan abad ke-20 di Bangkok. Kontras antara arsitektur rumah tradisional dengan intervensi visual monogram menciptakan dialog antara lokalitas dan global luxury branding.

Di area depan bangunan, sebuah tuk-tuk berlogo Louis Vuitton diposisikan sebagai bagian dari pengalaman visual. Ikon transportasi Thailand tersebut dihadirkan dalam bahasa brand global, mempertegas pendekatan yang kontekstual namun tetap dominan secara visual.
Baca juga, Arsitektur Fluid Ala Jun Aoki di Louis Vuitton Beijing
Instalasi atau Hospitality
Meski disebut hotel, proyek ini bukan fasilitas menginap. Formatnya lebih tepat dipahami sebagai hotel-like immersive experience yang mengaburkan batas antara retail, pameran, dan hospitality.


Sumber foto: Louis Vuitton
-




