Studio desain asal Inggris Mitre & Mondays berkolaborasi dengan Benchmark dan American Hardwood Export Council (AHEC) menghadirkan instalasi Wood for the Trees dalam ajang 3 Days of Design di Kopenhagen, Denmark. 






instalasi ini dibuat untuk memperlihatkan bagaimana pengelolaan hutan yang bertanggung jawab berperan penting dalam menjaga keberlanjutan kayu sebagai material.




melalui pameran yang digelar di material matters, pengunjung diajak merasakan suasana hutan kayu keras amerika. 


baca juga: sejarah arsitektur dunia yang membentuk peradaban


berbagai elemen kayu ditata menyerupai pepohonan, batang kayu, hingga tunggul pohon untuk menggambarkan setiap tahapan dalam siklus produksi kayu yang berkelanjutan.




alih-alih hanya menampilkan produk jadi, instalasi ini menyoroti perjalanan kayu sejak pohon tumbuh di hutan hingga akhirnya dimanfaatkan sebagai material. 




pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara proses penanaman, pemanenan, dan regenerasi hutan.



mitre & mondays




instalasi ini menjelaskan lima tahap utama dalam pengelolaan hutan, yaitu menumbuhkan pohon, merawat ekosistem hutan, memilih pohon yang siap dipanen, mendukung pertumbuhan kembali, serta memanfaatkan kayu secara optimal. 




seluruh elemen dibuat menggunakan berbagai jenis kayu keras amerika, seperti red oak, yellow birch, hard maple, dan cherry.


baca juga: serasa di atas kapal, apartemen paris ini curi perhatian


salah satu bagian yang menarik adalah kolom-kolom kayu yang dapat berputar di atas bola kayu. elemen ini melambangkan sistem penebangan selektif yang memungkinkan hutan terus tumbuh tanpa harus menebang seluruh area sekaligus. 




selain itu, bangku kayu dibuat menyerupai batang pohon yang telah ditebang, sedangkan bangku kecil berbentuk tunggul menggambarkan pohon yang masih dapat tumbuh kembali melalui akar atau tunas baru.




Instalasi ini juga menggunakan kayu dengan kategori No. 1 Common, yaitu material yang sering dianggap berkualitas rendah karena memiliki banyak mata kayu, variasi warna, dan serat yang tidak seragam. 


Baca Juga: Unik dan Cantik! Galeri Ini Seolah Mekar di Tengah Shanghai


Melalui proyek ini, AHEC ingin menunjukkan bahwa kayu dengan karakter alami tersebut tetap memiliki nilai estetika dan layak digunakan dalam desain maupun arsitektur.


Sumber Foto: Petr Krejci.