Studio desain Belanda Barde vanVoltt telah menyelesaikan sebuah bangunan di San José del Cabo, Meksiko, yang menghadirkan kafe komunitas berlapis chukum di lantai dasar serta hunian di lantai-lantai atas.
Proyek butik Estero yang dikembangkan oleh Oeste Works terdiri dari kafe Gamba di lantai bawah dan tiga lantai di atasnya, dengan masing-masing lantai berisi dua unit hunian.
dalam proyek ini, barde vanvoltt membentuk identitas arsitektur dan tata ruang bangunan sambil bekerja sama erat dengan mitra konstruksi arquipartners. menurut studio tersebut, arsitekturnya ditandai oleh komposisi volume horizontal dan kolom vertikal yang bersifat skulptural, dilengkapi balkon melengkung serta overhang dalam yang menciptakan permainan cahaya dan bayangan yang lembut sepanjang hari.
fasad bangunan dirancang dengan ritme arsitektural yang tegas melalui susunan kolom dan balkon. material utama yang digunakan adalah plester chukum berwarna kekuningan. salah satu pendiri studio, valérie boerma, menjelaskan bahwa material tersebut mampu memantulkan cahaya gurun dengan indah pada siang hari sekaligus menghadirkan suasana tenang di dalam ruang.
material tersebut dipadukan dengan kayu rosa morada, jenis kayu khas daerah setempat. boerma menilai tampilannya lebih hangat dan terasa lebih menyatu dengan karakter cabo dibandingkan kayu oak, sehingga keduanya menciptakan nuansa hangat dan tenang yang selaras dengan ritme hidup santai serta gaya hidup luar ruang di baja california sur.
bangunan berbentuk huruf l ini menempel pada sisi jalan melalui sayap terpanjangnya, sehingga membentuk area halaman di sudut bangunan yang dimanfaatkan sebagai area duduk luar ruang untuk kafe. area terlindung tersebut dikelilingi planter yang ditinggikan di belakang bangku permanen, lengkap dengan meja kafe bundar berbahan logam dan kursi bergaya minimalis.
panel-panel kaca vertikal dapat diputar terbuka untuk menghubungkan area dalam dan luar sekaligus memungkinkan sirkulasi udara alami melalui ruang duduk utama. di dalam kafe, plester chukum dan kayu rosa morada digunakan secara konsisten untuk memperkuat karakter interior.
area duduk utama menampilkan bangku panjang dua sisi dengan bantalan hitam yang membentuk deretan meja untuk dua orang di kedua sisinya. di bagian depan terdapat area bar dan tambahan tempat duduk yang menghadap dapur utama, sementara area lounge di belakang dipisahkan oleh partisi kayu dan kaca yang berada di samping rak papan selancar.
boerma mengatakan, "kami mengembangkan sofa, meja, sistem rak, tempat tidur, dan elemen dapur khusus untuk menciptakan bahasa arsitektur yang menyatu di seluruh proyek."
di lantai atas, setiap unit hunian menempati salah satu sayap bangunan berbentuk l, sedangkan tangga utama ditempatkan di sudut pertemuan kedua sayap tersebut. apartemen studio di bagian depan memiliki balkon yang menghadap jalan, sementara unit dua kamar tidur ditempatkan lebih ke belakang dengan pemandangan ke arah halaman tengah.
menurut boerma, desain interior hunian mengikuti bahasa desain yang sama seperti yang diterapkan di gamba cafe. ritme arsitektur bangunan diterjemahkan ke dalam interior melalui furnitur kustom, bentuk-bentuk lengkung yang lembut, serta pemilihan material yang sederhana dan terkontrol.
baca juga: menarik! kontainer disulap jadi restoran estetis di india
di atap bangunan terdapat dua teras, satu bersifat privat dan satu lagi dapat digunakan bersama oleh seluruh penghuni. keduanya dilengkapi kolam renang kecil memanjang yang menjadi tempat menyegarkan diri di tengah cuaca hangat sepanjang tahun. akses menuju kolam dihubungkan oleh anak tangga yang diapit planter rendah dan bangku permanen, sementara area bersantai tambahan tersedia melalui kursi lounger dan meja makan luar ruang di dekat area pemanggang.
Menutup penjelasannya, Boerma menilai proyek ini mencerminkan perubahan yang tengah terjadi di San José del Cabo, di mana desain, perhotelan, dan komunitas semakin saling terhubung. Ia menambahkan bahwa timnya tidak hanya ingin menciptakan proyek mixed-use biasa, tetapi juga menghadirkan tempat yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar serta mendorong interaksi melalui aktivitas sehari-hari dan ruang bersama.