Dalam dunia seni lukis, Vincent van Gogh dikenal sebagai salah satu seniman paling berpengaruh yang kerap mengekspresikan emosi dan perasaannya melalui lukisan-lukisan yang menakjubkan. Setiap karyanya, tidak hanya menampilkan objek visual, tetapi juga menghadirkan perasaan mendalam lewat pemilihan dan komposisi warna yang berani serta sapuan kuasnya yang ekspresif. Hingga kini, karya seni Vincent van Gogh tetap dikenang sebagai mahakarya legendaris yang menyentuh emosi, menginspirasi, dan terus memikat pemikat seni di seluruh dunia.
Berikut ini beberapa karya seni Vincent van Gogh yang paling terkenal di dunia, sekaligus makna dibalik karya setiap lukisannya. Simak!
Selama hidupnya, Vincent van Gogh telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya seni lukis yang menampilkan berbagai eksplorasi visual dan emosi yang mendalam. Karya seni Vincent Van Gogh paling sering dikaitkan dengan aliran Post-Impressionism, yakni sebuah aliran seni yang muncul pada akhir abad ke-19 sebagai reaksi terhadap aliran Impresionisme. Seniman Post-Impresionisme biasanya menampilkan karya-karya yang menonjolkan makna emosional dan simbolis yang lebih mendalam.
Alih-alih melukis persis seperti apa yang ia lihat, Vincent van Gogh seringkali menggambarkan bagaimana dunia terasa baginya melalui pemilihan dan kombinasi warna yang berani dan sapuan kuas yang ekspresif, sehingga setiap karyanya mampu menarik perhatian sekaligus menyampaikan perasaan secara kuat kepada penonton atau penikmat seni. Karena karakter ini, banyak sejarawan seni menganggap Van Gogh sebagai salah satu tokoh penting yang menginspirasi lahirnya aliran Ekspresionisme.
Baca juga: Penuh Ekspresi, Ini 6 Lukisan Aliran Ekspresionis Populer!
The Starry Night merupakan salah satu karya seni Vincent van Gogh paling ikonik. Lukisan ini dibuat Vincent van Gogh saat dirinya dirawat di rumah sakit jiwa di Prancis karena kesehatan mentalnya. Faktanya, lukisan The Starry Night diciptakan dari ingatan dan imajinasi Vincent van Gogh, bukan melukis dari pemandangan jendela yang dilihatnya langsung dari dalam kamar rumah sakit jiwa.
The Starry Night menampilkan pemandangan langit malam yang dipenuhi awan berputar, bintang-bintang terang, dan bulan yang bersinar di atas sebuah desa yang tenang. Serta, sebuah pohon berwarna gelap yang tampak menjulang tinggi hingga ke langit.
Sapuan kuas yang ekspresif dengan kontras warna yang berani kerap dimaknai sebagai emosi dan gejolak batin yang dirasakan Vincent van Gogh sendiri. Ini bukan sekadar pemandangan malam yang indah secara literal, tetapi ungkapan emosi dan kondisi mental Vincent van Gogh saat itu. Lukisan ini menyuguhkan keindahan sekaligus rasa sedih yang mendalam.
Baca juga: 5 Lukisan Karya Affandi Paling Terkenal, Sudah Mendunia!
Karya seni Vincent van Gogh paling populer lainnya adalah lukisannya yang berjudul “Sunflowers”. Sesuai judulnya, lukisan ini menampilkan rangkaian bunga matahari di dalam vas dengan warna kuning yang sangat dominan. Jika Anda perhatikan, dalam lukisan ini Vincent van Gogh menggunakan berbagai nuansa warna kuning yang dipadukan secara harmonis dengan warna-warna senada seperti hijau, cokelat, dan hijau kebiruan yang sangat lembut, sehingga menciptakan kesan hangat, penuh energi, dan terasa lebih hidup.
Lukisan “Sunflowers” ini dibuat oleh Vincent van Gogh untuk menyambut teman sesama senimannya, Paul Gauguin, yang saat itu akan tinggal bersamanya. Tapi di sisi lain, bunga matahari kerap dimaknai sebagai simbol persahabatan dan harapan. Karena itu, lukisan ini sering diartikan sebagai lambang persahabatan di antara keduanya sekaligus simbol hadirnya harapan dan semangat baru yang lebih baik.
Lukisan berjudul “Cafe Terrace at Night” karya Vincent van Gogh ini menampilkan suasana malam di sebuah cafe terrace di kota Arles, Prancis, yang dipenuhi cahaya lampu berwarna kuning hangat yang memancar lembut, berpadu dengan langit biru bertabur bintang. Lukisan ini terkenal karena kontras warnanya yang berani namun tetap harmonis, sehingga menghadirkan atmosfer romantis, hangat, dan terasa hidup. Melalui permainan warna tersebut, Vincent van Gogh berhasil menangkap suasana malam yang intimate dan menenangkan di sudut kota.
Faktanya, Vincent van Gogh melukis berdasarkan pengamatan langsung. Penelitian astronomi telah mengungkapkan bahwa posisi bintang-bintang dalam lukisan ini sesuai dengan posisi sebenarnya pada pertengahan September tahun 1888.
Baca juga: Dramatis, Ini 5 Contoh Lukisan Aliran Romantisme Populer!
Karya seni Vincent van Gogh yang berjudul “The Bedroom” menampilkan kamar tidurnya di Yellow House di Arles, Prancis. Lukisan ini menggambarkan kamar tidur sederhana dengan tempat tidur kayu, kursi, meja kecil, serta beberapa karya seni yang tergantung di dinding. Objek-objek dalam lukisan digambarkan dengan outline yang tegas dan penggunaan warna-warna komplementer yang cerah, menciptakan kesan emosional yang kuat dan personal. Lukisan “The Bedroom” ini sering dimaknai sebagai simbol keinginannya akan kenyamanan dan kedamaian batin.
“Wheatfield with Crows” merupakan salah satu karya terkenal dari Vincent van Gogh yang sering dianggap sebagai salah satu karya terakhirnya, karena dibuat pada minggu-minggu terakhir kehidupannya di kota kecil Auvers-sur-Oise, Prancis, pada tahun 1890. Lukisan ini memperlihatkan hamparan ladang gandum yang luas di bawah langit gelap yang dramatis, dengan burung-burung gagak yang beterbangan di atasnya.
Dalam lukisan ini, Vincent van Gogh menggunakan sapuan kuas yang berani dan tebal, serta kombinasi warna intens, seperti biru tua, hitam, kuning keemasan, hijau, can cokelat, untuk menghadirkan suasana emosional yang kuat. Lukisan “Wheatfield with Crows” ini sering diartikan sebagai representasi perasaan kesedihan, kegelisahan, dan kesepian yang dirasakan oleh Vincent van Gogh menjelang akhir hidupnya.
Baca juga: 10 Lukisan Indonesia Terkenal yang Mendunia
Itulah beberapa karya seni Vincent van Gogh yang paling terkenal di dunia. Selain karya-karya yang telah disebutkan di atas, masih banyak lukisan lainnya yang tak kalah menakjubkan, baik dari segi keindahan visual maupun makna emosional yang terkandung di dalamnya. Misalnya saja, Irises (1889), The Red Vineyard (1888), dan The Yellow House (1888).