Membawa kabar baik, nyatanya industri furnitur Indonesia alami pertumbuhan 11,82 persen sekaligus menjaga neraca dagangnya tetap surplus sejak 2021 ujar Dr. (H.C) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T, selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Sebagai pemasok 80 persen rotan di dunia, peluang untuk naik dari posisi ke-25 sebagai eksportir furnitur global pun masih terbentang lebar.





Di tengah momentum itu, IFFINA+ powered by imm cologne resmi digelar di NICE, PIK 2, Jakarta mulai 24 hingga 27 September 2026. Ajang B2B ini mengumpulkan beragam kebutuhan industri dalam satu lokasi. Dimulai dari material, komponen, dan hardware hingga furnitur siap pakai. Nine Koeln Indonesia bertindak sebagai penyelenggara, didampingi ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) sebagai mitra industri sekaligus co-organizer. Melalui kolaborasi ini diharapkan bisa pertemukan pelaku hulu dan hilir di industri furnitur lokal dalam satu wadah.




Cakupan semakin luas

Bertema Origin in Motion, penyelenggaraan kali ini diramaikan beragam exhibitor hingga peserta mancanegara, seperti dari Tiongkok, Hong Kong, Singapura, India, Turki, dan Taiwan. Kehadiran negara-negara ini turut menegaskan semakin luasnya cakupan pameran baik di kawasan Nusantara maupun di tingkat global.




Khusus di segmen furnitur hospitality, mendapat sorotan lebih besar sebagai sektor yang tengah berkembang sekaligus melengkapi lini residensial dan desain interior yang sudah lebih dulu hadir.

“Daya saing industri furnitur tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Ketika bahan baku kuat, industri efisien, teknologi berkembang, desain baik, logistik kompetitif, dan akses pasar terbuka, produk furnitur Indonesia akan semakin mampu bersaing di pasar dunia.” - Dedy Rochimat (Ketua ASMINDO)

Untuk lini furnitur jadi dan produk interior, IFFINA+ powered by imm cologne menghadirkan sederet brand ternama. Di antaranya adalah Rifyo, LUAR, Every, Sol by PDM, Alessio, Latif Living, Livante by Wisanka, Enviro, Vivere, CG Interior x Indofitting, Homeware International, dan Wovn Textiles.




Dari sisi program, IFFINA+ Talks menjadi panggung bersama yang mengundang para pelaku di bidang furnitur, hospitality, desain, dan produksi material. Beberapa pembicaranya adalah sutradara film Jay Subiakto, arsitek sekaligus pengusaha hotel Harry Soedarsono, co-founder MBLOC Jacob Gatot, serta design leader LIXIL Yoichiro Tomiyoka.


Gimana barang lokal punya nilai & demand tinggi dalam bisnis masa kini?

Salah satu sesi yang mencuri perhatian adalah talkshow Elevating Local Craft for The Future of Hospitality & Wellness. Anton Wirjono (Founder The Goods Dept, BrightspotMRKT, dan Future 10) hadir sebagai pembicara dan dipandu oleh Raisa Benaya Ranti (Managing Editor CASA Indonesia). Perbincangan tersebut menyoroti bagaimana handmade dan craftsmanship sebagai alasan produk Indonesia kian dilirik pasar global.




CASA Indonesia


Menurut Anton, laju teknologi yang begitu cepat memang mulai mengambil alih sebagian peran manusia. Meski begitu, kreativitas dan keahlian tangan manusia justru semakin bernilai. Ia mencontohkan Brightspot, yang mencatat kenaikan hingga 400.000 transaksi dari wisatawan asal Malaysia dan Singapura. Mereka datang ke Jakarta bukan untuk membeli barang internasional, melainkan mencari produk lokal, dan di situlah nilai lebih Indonesia.


"Human creativity dan pengalaman langsung adalah hal yang paling berharga dan Brightspot melihat itu. Jadi, kita masih bisa kumpul dan segala macam dengan ekonomi yang agak sulit ini. Kita tetap saling support." - Raisa Benaya Ranti (Managing Editor CASA Indonesia)


Percakapan pun mengerucut pada satu pertanyaan penting bagi upaya mengangkat produk lokal. Apabila craftsmanship adalah kekuatan kita, apakah kita sudah menjualnya dengan tepat?



Di luar panggung diskusi, IFFINA+ bersama interzum jakarta menggandeng Playo lewat Experience Lab, ruang instalasi yang menampilkan inovasi material lokal. Ada pula 100+ Designers Club, jalur networking eksklusif yang dipandu desainer interior ternama Lea A. Aziz untuk menjembatani para desainer terkemuka dengan brand-brand unggulan. Sumber foto: IFFINA+




Sumber foto: IFFINA+