Berawal dari ruang industri biasa, studio cetak Risotto kini tampil sebagai tempat kerja yang hidup dengan warna, fleksibel, dan mencerminkan proses kreatif di dalamnya.
Ruang ini dirancang oleh Gabriella Marcella, yang dikenal lewat karya alat tulis dan produk visual berwarna cerah dengan teknik risograf.
Setelah bertahun-tahun berkarya di pusat kreatif Glue Factory, akhirnya Gabriella Marcella memiliki kesempatan untuk menempati ruang seluas sekitar 100meter persegi yang sebelumnya digunakan sebagai bengkel sablon.
Salah satu elemen paling menonjol dalam studio ini adalah The Green Room, sebuah struktur bertingkat yang ditempatkan di tengah ruang.
area ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan kertas dan mesin cetak, sekaligus menjadi titik fokus visual dalam keseluruhan ruang. permukaan luarnya dimanfaatkan untuk menampilkan karya-karya visual, sehingga tidak hanya berfungsi secara praktis tetapi juga sebagai elemen display.
baca juga: bertema luar angkasa, sekolah tk ini lebih playful!
Struktur ini dirancang menggunakan perangkat lunak SketchUp dengan bentuk yang terinspirasi dari blok tetromino dalam permainan Tetris. Pendekatan ini membuat tampilannya terasa geometris sekaligus playful.
The Green Room menjadi satu-satunya elemen permanen di dalam ruang. Di luar itu, hampir seluruh elemen dirancang agar fleksibel dan mudah disesuaikan.
Meja kerja, rak, hingga unit penyimpanan dilengkapi roda sehingga dapat dipindahkan dengan mudah, memungkinkan ruang berubah mengikuti kebutuhan, baik untuk proses produksi, workshop, maupun aktivitas kreatif lainnya.
Baca Juga: Seperti Ini Kantor Masa Depan di Tiongkok
Area di sekitar ruang cetak utama dibiarkan terbuka untuk menciptakan alur kerja yang lebih efisien. Meja kerja dan penyimpanan ditempatkan di bagian tepi, memberi ruang gerak yang luas di bagian tengah.
Tirai fleksibel digunakan sebagai pembatas yang tetap memungkinkan cahaya masuk ke dalam area cetak, sekaligus membantu meredam suara.
studio ini menampilkan kolaborasi dengan bisley melalui penggunaan unit baja modular yang diolah kembali menjadi elemen visual sekaligus fungsional. unit-unit tersebut dirancang seperti “building blocks”, disusun ulang dengan pendekatan yang mengeksplorasi struktur, warna, dan komposisi dalam bentuk tiga dimensi.
baca juga: sulit dipercaya! ada peternakan cozy di tengah kota wuhan
sistem penyimpanan modular dipadukan dengan elemen vintage serta produk siap pakai, menciptakan kombinasi yang fungsional sekaligus estetis. warna-warna cerah yang menjadi ciri khas tampil kontras dengan latar netral seperti lantai epoxy dan dinding putih, sehingga ruang terasa lebih hidup tanpa terlihat berlebihan.
detail tambahan seperti tangga merah, tekstur material, hingga penggunaan teraszo daur ulang semakin memperkuat nuansa industrial yang tetap terasa hangat dan tidak kaku.
Pembukaan studio ini juga bertepatan dengan pameran kartu pos di Glue Factory Galleries, sebagai bagian dari proyek Riso Club. Inisiatif yang dimulai pada 2017 ini memungkinkan seniman independen membagikan karya cetak risograf mereka ke komunitas global, sekaligus memperkuat peran studio sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang terus berkembang.