-
Claudia Mauriño
Selama lebih dari 1 abad, salah satu bagian paling eksklusif dari Casa Batlló di Barcelona tidak pernah dibuka untuk publik. Saat jutaan wisatawan menikmati interior ikonis dan atap bergelombang rancangan Antoni Gaudí, lantai tiga bangunan tersebut tetap difungsikan sebagai hunian pribadi.
Kini, setelah menjalani restorasi selama 3 tahun dengan biaya lebih dari €4 juta atau sekitar Rp76 miliar, area tersebut akhirnya resmi dibuka untuk pertama kalinya, memperlihatkan ruang tinggal asli terakhir yang masih dipertahankan sejak ditempati keluarga Batlló.

@casabatllo
Kisah ini bermula pada 1904 ketika pengusaha tekstil Josep Batlló meminta Antoni Gaudí merombak bangunan tersebut. Gaudí kemudian mengubah hampir seluruh struktur, mulai dari fasad, penambahan dua lantai baru, atap ikonis, hingga interior dengan bentuk-bentuk organik yang kini menjadi ciri khas Casa Batlló.
Berkat nilai arsitekturnya, bangunan ini kini berstatus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dan menjadi salah satu destinasi paling populer di Barcelona.

@casabatllo
Meski sebagian besar bangunan telah lama difungsikan sebagai museum, lantai tiga tetap menjadi rumah pribadi. Keturunan langsung keluarga Batlló masih menempatinya hingga 2019, sebelum penghuni terakhirnya, Mercedes Arbiol Muntané, meninggal dunia.
Karena tidak pernah dijadikan ruang pamer, bagian ini berhasil mempertahankan suasana hunian yang berkembang secara alami selama puluhan tahun, bukan hasil rekonstruksi seperti yang biasa ditemukan di museum.

@casabatllo
Proses restorasi dipimpin oleh arsitek Xavier Villanueva dengan pendekatan yang berfokus pada mengungkap kembali karya asli Gaudí, bukan menciptakan ulang tampilannya. Saat lapisan-lapisan hasil renovasi lama dilepas, tim konservasi menemukan berbagai elemen dekoratif yang masih terjaga dengan sangat baik.

@casabatllo
Mereka menemukan ornamen plester bermotif bunga, langit-langit bergelombang khas Gaudí, hingga pintu-pintu yang sebelumnya dipindahkan dari bagian lain rumah. Peneliti juga berhasil mengidentifikasi gagang pintu yang selama ini belum pernah terdokumentasi dan ternyata memang dirancang khusus untuk Casa Batlló.
Sebisa mungkin, seluruh elemen asli, seperti lantai, kayu, dan plester dipertahankan, sementara bagian yang rusak direstorasi menggunakan teknik kerajinan tradisional agar tetap sesuai dengan desain awal.
.jpg)
Claudia Mauriño
Alih-alih mengubah apartemen ini menjadi museum bergaya masa lalu, Casa Batlló menggandeng desainer asal Italia, Paola Navone bersama OTTO Studio, untuk menghadirkan interior yang terasa modern tanpa menghilangkan karakter arsitektur Gaudí.
Berbagai elemen seperti lampu, karpet rajut tangan, furnitur artistik, dan dekorasi buatan perajin dipilih agar melengkapi bentuk-bentuk organik bangunan, sehingga suasana rumah tetap terasa hangat dan hidup.
Baca juga: Sejarah Arsitektur Dunia yang Membentuk Peradaban
.jpg)
Claudia Mauriño
Claudia MauriñoHunian seluas sekitar 440 m² ini terdiri dari sejumlah ruang dengan karakter berbeda. Salah satunya adalah Sala Gaudí yang dipenuhi kursi berwarna merah di bawah langit-langit yang telah dipugar dengan motif ranting zaitun. Bekas kait untuk menggantung lukisan di dinding juga masih dipertahankan sebagai jejak kehidupan keluarga Batlló.
Selain itu terdapat ruang permainan dengan lampu gantung yang terinspirasi dari bentuk karang dan putri duyung, dapur bernuansa biru yang tenang, serta gastrobar yang mengusung palet warna laut khas Casa Batlló. Cahaya alami dan sirkulasi udara yang mengalir di seluruh ruangan menunjukkan bagaimana Gaudí merancang rumah yang nyaman sekaligus fungsional.
.jpg)
Victoria Gasseuy
.jpg)
Victoria Gasseuy
Menariknya, lantai tiga ini tidak dimasukkan ke dalam jalur kunjungan museum. Sebaliknya, Casa Batlló menghadirkannya sebagai ruang privat eksklusif yang dapat digunakan untuk pertemuan, presentasi, perayaan, hingga jamuan makan dalam suasana yang lebih intim.
Konsep ini memungkinkan pengunjung merasakan bangunan tersebut sebagaimana tujuan awal Gaudí saat merancangnya, yakni sebagai tempat untuk ditinggali dan berkumpul bersama.
"Tujuan kami adalah mengungkap kembali karya asli Gaudí, bukan menciptakannya ulang," ujar Xavier Villanueva.
.jpg)
Victoria Gasseuy

Victoria Gasseuy
Dengan dibukanya lantai tiga untuk pertama kalinya, pengunjung kini dapat melihat sisi kehidupan sehari-hari dari salah satu karya terbesar Antoni Gaudí. Lebih dari sekadar hasil restorasi, ruang ini menjadi saksi bagaimana sebuah rumah mampu mempertahankan atmosfer aslinya selama bergenerasi, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan visi Gaudí tentang sebuah hunian.
-




