Desainer asal Spanyol Isern Serra menghadirkan Focacha, sebuah bar koktail tersembunyi di Barcelona, Spanyol. Berada di balik toko focaccia yang telah berdiri selama 50 tahun, interior bar ini memadukan gaya retro tahun 1960-an dengan sentuhan futuristik.




Focacha merupakan proyek terbaru Grupo La Confitería yang ingin menghadirkan kembali suasana kehidupan malam Barcelona pada era 1960-an hingga awal 1970-an.




Kala itu, kawasan Tuset Street dikenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman dan profesional muda.


Baca Juga: Kreatif, Lapangan Pickleball Disulap Jadi Mural Raksasa


Pengunjung memasuki bar melalui sebuah pintu tersembunyi di dalam lemari pendingin toko. Hal ini menjadi bagian dari pengalaman sebelum pengunjung memasuki ruang bar yang penuh warna.




Terinspirasi dari instalasi Visiona karya desainer Denmark Verner Panton, area bar dihiasi tujuh modul berbentuk organik dengan warna yang bergradasi dari kuning hingga merah. Bentuk tersebut sekaligus menciptakan sejumlah sudut duduk yang lebih intim bagi pengunjung.




Di sisi lainnya, meja bar berbahan stainless steel dengan sudut membulat memantulkan warna-warna cerah di sekitarnya. Dinding dan ceiling dilapisi karpet, sementara sejumlah bukaan berbentuk lengkung digunakan sebagai tempat menyimpan koleksi botol.






Serra tidak berusaha membuat interior yang sekadar terlihat retro. Ia justru mengambil semangat era tersebut yang dikenal optimistis, eksperimental, dan penuh kreativitas, kemudian menerjemahkannya ke dalam suasana yang lebih futuristik.




Di bagian belakang, sebuah bukaan berbentuk lingkaran mengarah ke ruang DJ. Area ini memiliki suasana yang lebih dramatis dengan bangku melengkung, dinding dan ceiling berbentuk kubah, serta permainan pencahayaan yang dapat mengubah atmosfer ruangan.


Baca Juga: Casa Batlló Buka Hunian Rahasia yang Tersembunyi 100 Tahun


Cermin pada beberapa bagian dinding juga memberikan kesan ruang yang lebih luas. Sementara itu, lampu Flowerpot VP2 dan Panthella karya Verner Panton melengkapi nuansa interior yang terinspirasi dari era tersebut.




Permainan bentuk lengkung menjadi salah satu elemen utama dalam proyek ini. Menurut Serra, proses pengerjaannya menggunakan pendekatan seperti membuat karya pahatan, dengan berbagai bentuk diuji melalui mock-up dan prototipe sebelum diterapkan pada ruang sebenarnya.