-
Zaickz Moz, César Belio
Taller Segovia Molina merancang Casa Refugio di kawasan pinggiran Santiago de Querétaro, Mexico yang kini semakin padat oleh permukiman. Hunian ini dirancang dengan mengutamakan privasi, fleksibilitas, serta kehidupan keluarga.
Dari tampak depan, rumah tampil sebagai massa bangunan yang tertutup sehingga mampu melindungi area dalam sekaligus menghadirkan suasana tenang sejak pertama kali memasuki kawasan rumah.
Meski tampil sederhana dan tertutup dari luar, dari dalam, hunian tersebut justru menampilkan suasana yang lebih terbuka dan menyatu dengan alam.
.jpg)
Proses memasuki rumah juga dibuat bertahap. Alih-alih langsung memperlihatkan keseluruhan ruang, jalur masuk membawa penghuni menuju area sosial yang terdiri atas ruang tamu, ruang makan, dan dapur, dengan taman belakang sebagai fokus utama pemandangan.
Vegetasi dibiarkan tumbuh mengelilingi dinding sehingga menciptakan kesan intim tanpa panorama yang terbuka lebar. Kehadiran tirai turut memperhalus batas antara ruang dalam dan luar sehingga taman terasa selalu hadir tanpa sepenuhnya terekspos.

Taller Segovia Molina menyatakan, “Tangga yang berada di dalam kubah lengkung menjadi sumbu utama rumah, menghubungkan setiap ruang, menyaring cahaya, sekaligus menemani aktivitas penghuni berpindah di antara berbagai lantai.”
Baca juga: Hunian Organik dengan Teras Hijau Bertingkat di Argentina

Di lantai satu terdapat ruang belajar keluarga yang berdampingan dengan taman dalam berplafon tinggi. Bukaan jendela berukuran besar menjaga hubungan visual yang konstan dengan taman, vegetasi, dan perubahan cahaya sepanjang hari maupun pergantian musim.
Saat matahari terbenam, skylight di atap memantulkan warna-warna cahaya ke dinding patio sehingga menghadirkan suasana yang menenangkan. Sementara itu, kamar-kamar tidur di lantai ini dirancang menyatu dengan taman kecil di sekitarnya agar tercipta suasana alami sekaligus lebih privat.
.jpg)
Kamar tidur utama yang berada di lantai dua disusun mengelilingi sebuah volume beton melengkung berukuran besar. Elemen ini berfungsi menyamarkan area kamar mandi tanpa menggunakan dinding masif yang kaku, sekaligus menjadi pembatas alami antara ruang tidur dan area mandi. Sebuah skylight berbentuk lingkaran di atas bathtub menghadirkan pencahayaan alami sehingga kamar mandi menjadi ruang yang nyaman untuk beristirahat dari rutinitas.
Di sisi lain, area kerja dibuka menghadap ruang keluarga dengan void dua lantai sehingga hubungan visual dan suara antar anggota keluarga tetap terjaga. Dengan pendekatan tersebut, rumah tetap terasa menyatukan para penghuninya meskipun aktivitas berlangsung di lantai yang berbeda.
.jpg)
.jpg)
Memasuki roof garden, karakter rumah berubah. Berbagai elemen pencahayaan seperti kubah, skylight, dan bentuk-bentuk lengkung muncul sebagai objek arsitektural yang berdiri sendiri.
Area ini awalnya dirancang sebagai ruang kontemplasi, tetapi kemudian berkembang menjadi tempat bermain sehingga arsitektur tidak hanya berfungsi sebagai wadah aktivitas, melainkan juga menjadi bagian dari pengalaman bermain penghuninya.
.jpg)
Casa Refugio dirancang sebagai hunian yang mampu beradaptasi dengan perubahan waktu dan kebutuhan hidup penghuninya. Hubungan dengan alam terus dihadirkan melalui courtyard, taman-taman kecil, serta ruang kosong yang membawa vegetasi lebih dekat ke dalam rumah.
Selain itu, setiap lantai dirancang tetap saling terhubung secara visual, akustik, dan melalui aktivitas sehari-hari sehingga seluruh bagian rumah terasa menyatu dan tidak berkembang menjadi ruang-ruang yang terpisah.
-




