-
Machiya merupakan rumah tradisional khas Kyoto yang telah menjadi bagian penting dari lanskap kota selama ratusan tahun. Dikenal dengan struktur kayu, tata ruang memanjang, dan detail arsitektur yang sederhana, bangunan ini kini banyak dihidupkan kembali melalui berbagai proyek renovasi.

Masaya YoshimuraAlih-alih digantikan bangunan baru, sejumlah machiya bersejarah di Kyoto justru diubah menjadi hotel, toko, hingga kafe tanpa menghilangkan karakter aslinya. Berikut beberapa contoh renovasi machiya yang berhasil memadukan warisan arsitektur Jepang dengan kebutuhan ruang modern.
Baca Juga: Rumah Mungil Jepang, Atapnya Terinspirasi dari Origami
1. Nazuna Kyoto Higashihonganji oleh Studio Aluc
Rumah machiya berusia lebih dari 100 tahun ini diubah menjadi hotel oleh Studio Aluc. Dalam proses renovasinya, studio tersebut mempertahankan berbagai jejak sejarah bangunan, termasuk struktur kayu asli dan dinding tanah yang sudah ada sejak lama.

Kenta HasegawaBerlokasi di dekat Kuil Higashi Honganji, hotel ini menghadirkan suasana tradisional Kyoto yang tetap terasa autentik namun nyaman untuk kebutuhan akomodasi masa kini.
2. Toune oleh Keiji Ashizawa
Arsitek Keiji Ashizawa merancang Toune sebagai rumah liburan yang menonjolkan keindahan arsitektur machiya tanpa meninggalkan sentuhan kontemporer.

Tomooki KengakuMaterial alami, skala ruang yang humanis, serta penggunaan elemen tradisional seperti layar shoji membuat hunian ini tetap mempertahankan identitas khas Kyoto sekaligus terasa relevan dengan gaya hidup modern.
Baca Juga: Yusuke Kawai Ubah Genteng Jepang Jadi Lampu Modular
3. Toko Le Labo oleh Schemata Architects
Rumah machiya di kawasan Kiyamachi ini diubah menjadi toko utama merek parfum Le Labo. Schemata Architects menghadirkan perpaduan estetika Jepang dan Barat melalui penataan ruang yang berbeda di setiap lantai.

Le LaboLantai dasar dirancang menyerupai toko Le Labo pada umumnya, sementara area lantai atas mempertahankan nuansa tradisional dengan ruang kerja perajin dan area peracikan wewangian.
4. Toko Issey Miyake oleh Naoto Fukasawa
Desainer Naoto Fukasawa merenovasi machiya berusia 132 tahun menjadi toko Issey Miyake yang menghadirkan suasana tenang dan elegan.

Masaya YoshimuraSalah satu bagian yang menarik adalah area kura atau gudang tradisional yang dialihfungsikan menjadi galeri kecil. Langkah tersebut memungkinkan bangunan lama tetap memiliki fungsi baru tanpa kehilangan identitasnya.
Baca Juga: Vila Unik di Jepang dengan Skylight yang Mengalirkan Hujan!
5. Challe Cafe oleh UNC Studio
Berbeda dari proyek lainnya, Challe Cafe tampil lebih berani dengan interior serba merah yang mencuri perhatian. Kafe yang menggabungkan cita rasa Jepang dan Meksiko ini berada di dalam bangunan machiya yang telah direnovasi di kawasan Kamigyo, Kyoto.

UNC StudioMeski memiliki konsep yang lebih modern dan ekspresif, karakter asli bangunan tetap dipertahankan sehingga menghadirkan perpaduan unik antara arsitektur tradisional dan desain kontemporer.
Sumber Teaser: Le Labo
-




