-
AB+AC Architects merancang sebuah hunian bernama House of Green Patios di Lisbon, Portugal sebagai tempat tinggal yang menghadirkan suasana seperti rumah pedesaan meski berada di tengah kota. Hunian seluas 158 meter² ini direnovasi untuk keluarga yang sedang berkembang, lengkap dengan teras besar dan beberapa patio kecil yang memberi kesan terbuka serta tenang.
.jpg)
Salah satu pendiri studio, Arianna Bavuso, menjelaskan bahwa klien memang menginginkan rumah yang terasa seperti tempat beristirahat dari hiruk-pikuk kota, sehingga apartemen ini dirancang sebagai urban retreat dengan kehadiran alam, cahaya, dan ketenangan di setiap ruang. Ia juga menambahkan bahwa setiap ruangan, termasuk kamar mandi, dibuat memiliki hubungan visual langsung dengan area hijau seperti patio, taman kecil, sudut tanaman, hingga teras utama, karena paparan terhadap alam dinilai membantu menurunkan stres dan meningkatkan kejernihan pikiran.
.jpg)
Di bagian dalam rumah, kamar tidur, ruang kerja, dan ruang rekreasi menggunakan lantai kayu poles, sedangkan area dapur, ruang makan, dan ruang keluarga memakai ubin terakota buatan tangan. Material ini juga diteruskan hingga ke teras seluas 70 meter² agar tercipta kesinambungan antara ruang dalam dan luar.
.jpg)
Studio tersebut terinspirasi dari latar belakang Filipina salah satu klien, sehingga memilih material yang memiliki hubungan kuat dengan kerajinan tangan dan iklim tropis. Menurut Bavuso, “ubin terakota buatan tangan dari Alentejo, yang dikeringkan perlahan di bawah matahari mengikuti ritme alam, terasa sebagai pilihan yang jujur karena kehangatan, kualitas teksturnya, serta kemampuannya mengatur suhu dan kelembapan secara alami.”
.jpg)
Alentejo menjadi sumber ubin terakota yang digunakan sebagai elemen utama interior. Dalam ruang keluarga berkonsep open-plan, studio menempatkan furnitur rendah dengan bentuk pahatan yang memberi sentuhan kontemporer di antara material yang lebih tradisional. Bavuso menyebut bahwa mereka memadukan karya desainer lokal, termasuk daybed rancangan Joana Vilaça, dengan objek yang lebih abstrak seperti kubus cermin untuk menghadirkan permainan visual tanpa mendominasi ruang.
.jpg)
Untuk kamar tidur, studio membuat ranjang khusus yang tampak seperti susunan kotak kayu bertumpuk. Ranjang modular ini dikembangkan sebagai bagian dari sistem flat-pack berbahan kayu dan magnet, sehingga dapat dirakit tanpa sekrup maupun alat, mendukung cara hidup yang praktis dan intuitif melalui lini modular FlexiLiving Collection milik studio.
.jpg)
Palet warna di seluruh rumah dibuat netral dengan nuansa krem pucat dan putih gading. Kehangatan ubin terakota dan lantai kayu solid yang sudah ada diseimbangkan dengan finishing stucco bertekstur lembut berwarna susu, yang menurut Bavuso berfungsi sebagai penyeimbang visual, memantulkan cahaya dengan lembut, sekaligus membantu mengurangi kelelahan visual dan beban kognitif.
.jpg)
Sumber foto: Lourenco Teixeira de Abreu
-




