Setiap proyek renovasi membutuhkan keseimbangan antara mempertahankan karakter asli bangunan dan menghadirkan pembaruan yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Hal ini menjadi semakin penting ketika bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat bagi komunitas sekitarnya.




Salah satu contohnya adalah sebuah fasilitas pendidikan di Takoma Park, Maryland, yang telah berdiri lebih dari 80 tahun.


Baca Juga: Di Bawah Atap Besar: Hunian yang Menafsirkan Tradisi Lokal


Awalnya bangunan ini merupakan rumah bergaya bungalow dari era 1920-an yang kemudian direnovasi oleh WAK TOK Architects menjadi sebuah sekolah, dengan tetap mempertahankan suasana hangat serta karakter khas hunian aslinya.




Sebagai sekolah dengan konsep outdoor nursery, lingkungan sekitar menjadi bagian penting dari proses belajar. Desain baru memperkuat hubungan antara anak-anak dan alam dengan menghadirkan keterbukaan visual serta koneksi langsung antara ruang dalam dan luar.




Salah satu perubahan signifikan adalah pembukaan sebagian lantai pertama untuk mengubah ruang bawah tanah yang sebelumnya gelap menjadi area dua lantai yang terang dan lapang.




Area transisi seperti mudroom dirancang sebagai titik pertemuan antara aktivitas luar dan dalam ruangan. Dilengkapi dengan dinding kaca yang dapat dibuka, ruang ini memudahkan anak-anak berpindah dari eksplorasi luar ruang ke dalam kelas, sekaligus menyediakan tempat penyimpanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.






Baca Juga: Desain Kafe Ramah Anak Hadir di The Willow Play Cafe


Ruang kelas kini memiliki bukaan lebar yang menghadap ke lanskap sekitar, memungkinkan siswa merasakan perubahan musim secara langsung.




Penempatan elemen seperti jendela, tangga, dan ruang peralihan dirancang untuk mendukung interaksi serta meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.




Material yang digunakan juga dipilih dengan cermat, mengutamakan bahan alami, tidak beracun, dan mudah dirawat. Finishing kayu oak menghadirkan nuansa hangat, sementara lantai beton yang dipoles memberikan daya tahan tinggi untuk aktivitas sehari-hari. Beberapa area bermain dilengkapi dengan material ramah lingkungan, seperti karpet berbahan daur ulang.




Dengan pendekatan ini, bangunan tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Renovasi ini berhasil mempertahankan esensi rumah sekaligus menghadirkan ruang edukasi yang lebih terbuka, sehat, dan terhubung dengan alam


Sumber Foto: Stacy Zarin Goldberg