Menghadirkan ide desain tak selalu harus dimulai dari pembuatan produk secara langsung. Pepita, kreator asal Argentina di balik akun Instagram @mrspepita, mengeksplorasi konsep lampu dekoratif yang terinspirasi dari bentuk serutan pensil. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), ia menghadirkan visual lampu dengan lembaran tipis yang melengkung dan bertumpuk, menyerupai serutan kayu berwarna oranye kemerahan.




Desain lampu ini memiliki bentuk bergelombang dengan lapisan yang tampak ringan dan tidak beraturan. Perpaduan warna kayu alami dan oranye kemerahan memberikan tampilan yang ekspresif sekaligus playful. Saat cahaya muncul dari bagian dalamnya, lekukan pada setiap lapisan terlihat lebih jelas dan menciptakan kesan hangat.


Baca Juga: Atelier Arunika Sulap Permainan Remi Jadi Furnitur Artistik


Dalam visual yang dibagikan, lampu tersebut diletakkan di atas meja kayu dengan latar interior bernuansa klasik. Kehadirannya menjadi aksen dekoratif di tengah palet warna netral dan detail panel dinding yang elegan. Bentuknya yang tidak biasa membuat lampu ini tampil menonjol tanpa perlu banyak elemen tambahan di sekitarnya.




Menariknya, gambar lampu tersebut merupakan bagian dari eksplorasi desain menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Melalui unggahannya, Pepita memperlihatkan bahwa proses membuat gambar dengan AI membutuhkan sejumlah percobaan. Ia membagikan hasil awal yang kemudian dikembangkan melalui arahan dan revisi agar visualnya semakin mendekati ide yang diinginkan.




Baca Juga: Kabin Mini dengan Inspirasi Pertanian di Irlandia


Bentuk, warna, dan detail lampu dapat disesuaikan melalui instruksi yang diberikan kepada AI. Proses ini menjadi bagian dari cara Pepita mengeksplorasi gagasan desain melalui visual, tanpa harus langsung membuat objek fisiknya.




Meski terlihat seperti lampu yang siap digunakan, belum diketahui apakah konsep tersebut akan diwujudkan menjadi produk nyata. Untuk saat ini, visual karya Pepita memperlihatkan eksplorasi ide lampu dekoratif yang masih dapat dikembangkan lebih lanjut.


Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Rusia Disulap Jadi Pink Narnia