Studio desain asal India, Atelier Arunika, memperkenalkan koleksi furnitur perdananya yang diberi nama The Ramino Series.




Koleksi edisi terbatas ini terinspirasi dari permainan kartu Remi, yaitu permainan kartu yang mengandalkan strategi, ketelitian, dan interaksi antarpemain. Inspirasi tersebut bukan diambil dari bentuk kartunya, melainkan dari suasana, karakter pemain, dan momen kebersamaan yang tercipta saat bermain.




Setiap karya dirancang layaknya tokoh dalam sebuah cerita yang memiliki karakter dan perannya masing-masing. Meja, kabinet, konsol, hingga lemari penyimpanan diposisikan sebagai elemen yang saling melengkapi untuk menciptakan suasana ruang yang lebih hidup dan ekspresif.


Baca Juga: Bandara Chongqing Punya Terminal Satelit Terbesar di Dunia




Dari segi desain, The Ramino Series mengusung gaya postmodern dengan perpaduan bentuk geometris, garis tegas, dan elemen melengkung. Komposisinya juga terinspirasi dari gaya visual khas sutradara Wes Anderson, yang dikenal lewat penggunaan simetri, warna-warna berani, serta tata letak yang rapi dan penuh karakter. 




Koleksi ini terdiri dari lima furnitur utama dengan identitas yang berbeda. Canasta merupakan kabinet bar yang dirancang sebagai pusat perhatian dalam ruangan sekaligus tempat berkumpul.





Canasta


Jolly hadir sebagai konsol bergaya patung yang mengambil inspirasi dari kartu joker, menghadirkan bentuk yang lebih berani dan ekspresif.



Jolly


Sementara itu, Fiore menampilkan susunan bentuk-bentuk bulat yang menyerupai bunga sehingga memberikan kesan lebih lembut.



Fiore


Cuiro menggabungkan fungsi penyimpanan dengan sentuhan dekoratif melalui kaki berbentuk bola dan pegangan menyerupai hati, sedangkan Picche hadir sebagai lemari laci dengan siluet bertumpuk yang memberikan tampilan lebih dinamis dan modern.



Cuiro


Pemilihan material, proporsi, hingga detail setiap furnitur juga dirancang secara cermat agar tetap nyaman digunakan tanpa menghilangkan nilai estetikanya. Pendekatan ini membuat setiap karya mampu berfungsi sebagai furnitur sekaligus objek seni yang memperkuat karakter interior.


Baca Juga: Christine Ay Tjoe: Seniman Bandung Yang Mendunia



Picche