-
AtelierM
AtelierM merancang sebuah hunian yang dinamai GP House sebagai hunian yang mengedepankan hubungan harmonis antara arsitektur, lanskap, dan pengalaman penghuninya. Berada di Tigre, Buenos Aires, Argentina, lokasinya berbatasan langsung dengan laguna, rumah ini menawarkan pemandangan alam yang luas sekaligus memanfaatkan karakter tapak sebagai bagian penting dari konsep desainnya.
GP House dirancang berdasarkan dialog antara dua bentuk lengkung, yaitu tikungan jalan di sudut tapak dan lengkungan laguna yang terbentang di bagian belakang lahan. Dari pertemuan kedua elemen tersebut, tercipta pola spiral yang menjadi dasar penataan ruang sekaligus membentuk pengalaman penghuni saat menjelajahi setiap sudut rumah.
.jpg)
Di pusat hunian terdapat sebuah courtyard yang dilengkapi kolam refleksi sehingga menghadirkan nuansa laguna ke dalam interior. Dari titik ini, patio berbentuk spiral terus menanjak hingga mencapai atap lantai dua, menghubungkan area publik di level 0 dengan teras luar di level 3 dan level 6.
Kehadiran air dan pola pergerakan spiral menjadi elemen utama yang memperluas pengalaman ruang sekaligus mengarahkan pandangan ke lanskap di sekitarnya.
.jpg)
AtelierM menjelaskan bahwa bentuk spiral bukan sekadar jalur sirkulasi, melainkan juga membentuk karakter setiap ruang serta hubungan rumah dengan lingkungannya.
Hunian ini dibuka menghadap laguna untuk memaksimalkan panorama dan menghadirkan area- area kontemplatif, sementara sisi yang menghadap jalan dibuat lebih tertutup demi menjaga privasi dan menciptakan suasana yang terasa sebagai tempat berlindung.
.jpg)
Setiap bagian spiral dirancang agar mampu mengoptimalkan masuknya cahaya alami sekaligus mengubah persepsi skala ruang. Area sosial ditempatkan pada bagian yang terbuka menuju pemandangan alam, sedangkan ruang servis berada di lipatan-lipatan spiral yang lebih kompak.
Susunan ini menciptakan kesinambungan antarlantai sehingga setiap ruang terasa saling terhubung dan mengarahkan penghuni untuk terus mengeksplorasi bagian berikutnya.
.jpg)
Material yang digunakan turut memperkuat konsep tersebut. Menurut tim perancang, "Beton dipahami bukan sebagai massa yang berat, melainkan sebagai batu cair yang mengalir mengikuti lengkungan proyek."
Sementara itu, penggunaan material yang lebih ringan dan transparan membuat rumah semakin terbuka ke arah laguna. Perpaduan antara bidang masif dan transparan mempertegas spiral sebagai elemen transisi yang menyatukan seluruh pengalaman ruang.
Baca juga: Serasa di Atas Kapal, Apartemen Paris Ini Curi Perhatian
.jpg)
.jpg)
GP House hadir sebagai bangunan yang terasa hidup dengan bentuk yang seolah terus bergerak mengikuti lingkungan di sekitarnya. Melalui komposisi ruang yang terbuka ke arah air dan langit, namun tetap berpusat pada courtyard di bagian tengah, rumah ini menghadirkan pengalaman berhuni yang dinamis, di mana setiap langkah membawa penghuni menemukan perspektif baru dan menjalin hubungan yang terus berkembang dengan lanskap di sekitarnya.
-




