Studio XISUI Design menghadirkan pendekatan kreatif dalam memaknai ruang publik melalui proyek Old Beijing Bus di Distrik Changping, Beijing. Menggunakan cangkang BK640, bus pertama yang diproduksi secara domestik di China, proyek ini mengubah infrastruktur lama menjadi taman bermain anak yang interaktif, edukatif, dan sarat nilai sejarah.


Bus jadi taman bermain anak 


Terletak di Sanjiaodi Park, instalasi ini berdiri di lokasi bekas taman bermain yang pertama kali dibangun pada era 1980-an. Dari sisi jalan, siluet bus langsung dikenali, namun hadir dalam skala yang disesuaikan untuk anak-anak, bukan kendaraan lalu lintas. Posisi bangunan yang berada di antara pepohonan matang dan jalur pejalan kaki membuatnya menyatu dengan kehidupan sehari-hari warga sekitar.


Baca juga, Tips Membuat Rumah Playful dan Nyaman untuk Keluarga!


Transformasi bus BK640


Bus BK640 pertama kali beroperasi pada tahun 1957 dan selama beberapa dekade menjadi pemandangan umum di jalanan Beijing. Alih-alih merekonstruksi bus secara literal, XISUI Design memilih pendekatan abstraksi. Proporsi, bukaan, dan panel diolah ulang menjadi fragmen arsitektural yang dirakit sebagai ruang bermain. Dengan cara ini, memori kolektif tentang transportasi publik dihadirkan kembali melalui bahasa desain yang kontemporer.


Public zone 


Sanjiaodi Park sendiri merupakan kawasan transisi kota, tempat jalur-jalur bersejarah bertemu dengan jaringan urban modern. Renovasi taman ini mengatur ulang sirkulasi, elemen air, dan ruang terbuka menjadi rangkaian zona publik yang terhubung dengan konteks geografis dan sejarah setempat. Dalam kerangka besar inilah XISUI Design dipercaya merancang area bermain anak, dengan tetap menjaga keterhubungan antara taman dan kehidupan jalanan di sekitarnya.


Baca juga, Aktivitas Harian Diolah jadi Instalasi Playful!


Pembagian zona 




Instalasi Old Beijing Bus dibagi menjadi dua zona aktivitas yang dipisahkan oleh jalur melintang yang menandai bagian depan dan belakang bus. Zona depan dirancang untuk anak usia lebih kecil, dengan ketinggian rendah dan jarak elemen yang lebih rapat. Di dalamnya terdapat rangka panjat, perosotan kecil, elemen keseimbangan, serta dinding taktil. Bangku tetap yang terinspirasi dari kursi bus ditempatkan di sekeliling area, memungkinkan orang tua mengawasi sambil beristirahat.


Tipe-tipe permainan 



Zona belakang ditujukan untuk rentang usia yang lebih luas. Elemen bermainnya mencakup tangga yang lebih tinggi, tali panjat, perosotan ganda, ayunan, serta permainan berbasis lantai. Distribusi wahana dirancang agar anak-anak bergerak menyusuri seluruh struktur, bukan terkonsentrasi di satu titik saja.


Elemen permainan dibuat menyatu dengan bus 


Berbagai elemen interaktif seperti pipa suara, setir kemudi, dan panel putar disematkan langsung pada permukaan baja dan sisipan kayu. Seluruh elemen ini dirancang menyatu dengan struktur, menjaga kelancaran sirkulasi dan keterbacaan ruang bahkan saat taman ramai digunakan.


Baca juga, Shenzhen Bay Cultural Plaza Mirip Airpods Raksasa! 


Palet warna menarik 


Dari sisi material, struktur utama menggunakan baja galvanis yang dipilih karena ketahanannya terhadap penggunaan intensif di ruang publik. Permukaan baja dilapisi cat fluorokarbon untuk ketahanan cuaca dan konsistensi warna. Area duduk dan sentuhan tangan menggunakan bambu karbonisasi, menghadirkan tekstur hangat sekaligus tahan terhadap paparan luar tanpa perlu pelapisan ulang rutin. Palet warna merah dan putih diambil dari warna historis bus BK640. Warna merah tampil kontras dengan kehijauan taman serta latar keseharian kota seperti toko, sepeda, dan bus yang melintas.


Sumber foto teaser: Hu Yihao