Shenzhen Bay Cultural Plaza hadir sebagai landmark baru yang langsung mencuri perhatian. Dengan bentuk ikonik yang kerap disamakan dengan airpods raksasa, kompleks budaya ini resmi dibuka pada 1 November 2025 di kawasan Houhai, Shenzhen Bay. Kehadirannya memperkuat identitas Shenzhen sebagai kota global yang terus bereksperimen dengan arsitektur futuristik, sekaligus tetap berakar pada lanskap alam dan nilai budaya.


Airpods raksasa


Dikenal juga sebagai Shenzhen Bay Culture Park, proyek ini berdiri di atas lahan seluas 51.000 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 188.000 meter persegi. Plaza ini dirancang sebagai ruang publik sekaligus landmark utama dalam kawasan hijau yang menjadi penyangga antara distrik bisnis Shenzhen dan Teluk Shenzhen. Posisi strategis ini menjadikan proyek tersebut sebagai titik temu antara aktivitas urban dan ekosistem pesisir.


Baca juga, Ini Studio Terbaru Puma! Tempat Proses Kreatif Puma Terjadi


Desain organik dan futuristik


Proyek ini dirancang oleh MAD Architects, firma arsitektur berbasis di Beijing yang dikenal lewat pendekatan desain organik dan futuristik. Dalam berbagai karyanya, MAD konsisten menghadirkan arsitektur yang tidak sekadar menjadi objek visual, tetapi juga berupaya menyatu dengan alam dan budaya setempat. Prinsip ini tercermin kuat dalam Shenzhen Bay Cultural Plaza.


Ruang tamu hijau kota


Ma Yansong, Principal MAD Architects, menyatakan bahwa Shenzhen Bay Cultural Plaza dirancang sebagai ruang tamu hijau kota yang tumbuh seiring perkembangan Shenzhen. Visi ini diwujudkan dengan menempatkan sebagian besar program ruang di bawah permukaan tanah. Strategi ini memungkinkan bentang atap bangunan menyatu dengan lanskap, sekaligus memberi ruang lebih luas bagi vegetasi asli kawasan teluk.


Baca juga, Lacoste Resmikan Lapangan Padel Tertinggi di Prancis


Native vegetation 


Pendekatan tersebut juga mempertimbangkan konteks ekologis lokasi. Teluk Shenzhen merupakan bagian dari jalur migrasi Asia Timur Australasia bagi burung air. Dengan memprioritaskan tanaman lokal dan meminimalkan massa bangunan di atas tanah, MAD Architects berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.




Interior 


Secara program, Shenzhen Bay Cultural Plaza terdiri dari North Hall, South Hall, dan Theme Hall. Ketiganya menaungi sembilan ruang pameran dengan total area pajangan sekitar 50.000 meter persegi. Selain itu, terdapat teater batu berkapasitas 720 kursi, ruang kuliah dengan kapasitas 330 kursi, serta perpustakaan yang menyimpan koleksi seni. Kombinasi ini menjadikan plaza sebagai pusat kegiatan seni, edukasi, dan budaya dalam skala besar.


Baca juga, Bertema Luar Angkasa, Sekolah TK Ini Lebih Playful!


Interior 


Fleksibilitas menjadi salah satu kekuatan utama desain plaza ini. Kolam pusat dapat diubah menjadi teater terbuka untuk konser atau pemutaran film luar ruang. Halaman dan teras hijau berfungsi sebagai panggung bagi pasar kreatif, pertunjukan seni, hingga acara komunitas. Jaringan jalur sepeda dan pedestrian menghubungkan kawasan ini dengan rute utama kota, memperluas perannya sebagai fasilitas publik yang mudah diakses sehari-hari.


Sirkulasi yang dipertimbangkan dengan baik 



Sirkulasi pengunjung dirancang tanpa hambatan lalu lintas. Mereka yang datang dari pusat komersial di sekitarnya dapat langsung menyeberang ke taman atap atau turun ke ruang budaya bawah tanah dengan aman dan nyaman. Shenzhen Bay Cultural Plaza menjadi inspirasi kuat tentang bagaimana arsitektur landmark dapat berfungsi sebagai ruang publik yang inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan, sekaligus mencerminkan identitas kota masa depan.


Sumber foto teaser: MAD Architects