Dika Architectural Design Center menghadirkan pendekatan segar dalam dunia pendidikan anak usia dini melalui Fuzhou ESUO Future Kindergarten, sebuah taman kanak-kanak dengan bentuk tidak beraturan yang playful dan penuh imajinasi. Berlokasi di Fuzhou, Tiongkok, proyek ini mendefinisikan ulang konsep taman kanak-kanak konvensional menjadi ruang eksplorasi tiga dimensi yang merangsang rasa ingin tahu anak sejak dini.


tipologi bangunan sekolah tidak kaku


Alih-alih mengikuti tipologi bangunan sekolah yang kaku, desain ini menjadikan arsitektur sebagai bagian aktif dari proses belajar yang bahkan berperan sebagai “guru ketiga” setelah orang tua dan guru. 


Baca juga, Sekolah Ini Miliki Desain Unik dan Fasad Logam Berlubang


Arsitektur Playful yang Mengajak Anak Menjelajah

Bangunan Fuzhou ESUO dirancang sebagai elemen yang dapat dieksplorasi dari lantai dasar hingga atap. Setiap bagian arsitektur berfungsi sebagai ruang bermain sekaligus ruang belajar. Beberapa konsep utama yang menonjol:

- Bentuk bangunan tidak beraturan yang memicu rasa penasaran dan eksplorasi alami.

- Koridor sebagai jalur petualangan segala cuaca, memungkinkan anak bergerak bebas dan aktif.


desain bagian dari eksplorasi anak


- Setiap lantai dirancang sebagai taman bermain interaktif, bukan sekadar ruang kelas.

- Atap sebagai ruang imajinatif, dihiasi patung astronot ikonik


Baca juga, Aktivitas Harian Diolah jadi Instalasi Playful!


Patung astronot di atas bangunan menjadi visual menarik sekaligus simbol konseptual dari keseluruhan bangunan. Astronot ini seperti mengajak anak-anak membayangkan diri mereka sebagai penjelajah kosmik, memperkuat tema besar “menjelajahi alam semesta” dalam proses belajar sehari-hari.





patung astronot simbol menjelajah


Desain sebagai “Guru Ketiga

Dika Architectural Design Center menolak pendekatan pendidikan yang menjadikan mainan hanya sebagai pelengkap. Sebaliknya, arsitektur itu sendiri dirancang untuk membimbing pengalaman anak secara intuitif. Pendekatan desain yang diterapkan meliputi:

- Menghormati rasa ingin tahu alami anak tanpa stimulasi berlebihan

- Mendorong imajinasi tanpa kemewahan yang berlebihan

- Menjaga keselamatan tanpa menciptakan batasan yang kaku


arsitektur sebagai "guru ketiga"


Jalur sirkulasi, zona interaktif, dan ruang fleksibel memungkinkan anak-anak bergerak bebas, memilih jalur mereka sendiri, dan membangun hubungan personal dengan ruang. Dalam konteks ini, arsitektur berfungsi sebagai media pembelajaran yang membentuk persepsi, gerak, dan permainan imajinatif.


Baca juga, Arsitektur Fluid Ala Jun Aoki di Louis Vuitton Beijing


Tantangan Teknis di Balik Bentuk Organik

Geometri bangunan yang tidak beraturan menghadirkan tantangan konstruksi tersendiri. Ruang luar yang melengkung serta landasan dengan bentuk dinamis membutuhkan presisi tinggi dalam pengecoran dan penyelesaian permukaan. Kolaborasi erat antara tim desain dan konstruksi menjadi kunci keberhasilan proyek ini.


bangunan ini hasil kolaborasi banyak pihak


Kondisi iklim Fuzhou menambah kompleksitas proses pembangunan. Meski demikian, tim berhasil mempertahankan karakter desain yang playful sambil memenuhi standar keselamatan yang ketat untuk bangunan pendidikan anak.


Sumber foto teaser: Fuzhou MOMENT VISION Photography Studio, Gao Xin