-
Tembok retak sering kali dianggap sepele oleh penghuni rumah, padahal dampaknya dapat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Retakan yang muncul bisa mengurangi estetika ruangan, membuat cat lebih cepat rusak, dan menyebabkan beberapa bagian dinding perlahan kehilangan kekuatannya.
Apabila terus dibiarkan, kerusakan bisa melebar dan memengaruhi kenyamanan hingga keamanan bangunan. Oleh karena itu, penting memahami faktor penyebab tembok retak agar masalahnya bisa dicegah sejak awal.
Berbagai Penyebab Tembok Retak
Design Cafe1. Kelembapan
Kelembapan yang tinggi dapat membuat material dinding menyerap air lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini membuat struktur tembok melemah sehingga mudah muncul retakan, terutama jika terjadi berulang dalam waktu lama.
2. Bangunan Tua
Seiring usia bangunan, struktur dinding mengalami perubahan alami. Bahan-bahan penyusunnya tidak lagi sekuat saat baru dibangun, sehingga retakan kecil lebih mudah terbentuk dan berkembang.
3. Pengaruh Cuaca Ekstrem
Paparan panas matahari, hujan deras, hingga perubahan suhu yang drastis dapat membuat dinding mengalami pemuaian dan penyusutan. Siklus ini menimbulkan tekanan pada permukaan tembok hingga akhirnya memicu retakan.

20MCC
4. Penyusutan Plester
Pada beberapa kasus, retakan muncul akibat proses plesteran yang tidak merata. Saat plester mengering, terjadi penyusutan yang menimbulkan celah halus di permukaan dinding dan lama-kelamaan dapat melebar.
5. Penurunan Tanah
Penurunan tanah di bawah bangunan menyebabkan pergeseran kecil pada struktur rumah. Pergerakan ini memberi tekanan tambahan pada dinding, dan tekanan tersebut sering kali berujung pada retakan yang muncul tiba-tiba.
Baca juga: Inspirasi Warna Cat Pagar Tembok Elegan Anti Gagal
Bahan untuk Menambal Dinding Retak yang Paling Ampuh
Untuk menambal tembok yang retak, ada beberapa bahan yang dapat Anda gunakan, yaitu:
1. Semen Instan

PlanHub
Semen instan sering dipilih karena sifatnya yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Bahan ini cocok digunakan pada area dalam maupun luar rumah, sehingga perbaikan retakan dapat bertahan lebih lama. Tekstur dan formulanya juga membuat proses pengerjaan menjadi lebih praktis.
2. Plamir Dinding

Constro Facilitator
Plamir dinding menjadi opsi yang mudah digunakan dan cepat mengering, sehingga mempersingkat waktu perbaikan. Dengan daya rekat yang tinggi, plamir mampu menutup retakan halus secara merata dan memberikan hasil akhir yang rapi sebelum dicat kembali.
3. Sealant Elastomerik
.jpeg)
TopShield
Sealant elastomerik digunakan untuk menangani retakan kecil yang bersifat dinamis. Sifatnya yang fleksibel dan tahan air membuat bahan ini mampu mengikuti pergerakan dinding tanpa mudah rusak. Penggunaannya membantu melindungi celah agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar.
Baca juga: 5 Model Pagar Tembok Minimalis Tanpa Besi yang Kekinian
Cara Memperbaiki Tembok Retak
Dejan Ilic / Getty Images1. Bersihkan Area Retakan
Langkah pertama adalah membersihkan bagian retak dari debu, sisa plester, atau serpihan cat. Pembersihan ini membantu memastikan bahan perbaikan dapat menempel dengan baik pada permukaan dinding.
2. Perlebar Sedikit Retakan
Retakan yang terlalu tipis biasanya perlu diperlebar sedikit menggunakan kape atau alat serupa. Tujuannya agar celahnya terbuka dan bahan tambal bisa masuk lebih dalam, sehingga perbaikan lebih kuat dan tidak mudah terkelupas.
3. Isi Retakan dengan Bahan Tambal
Setelah celah siap, isi retakan menggunakan plamir atau filler khusus dinding. Pengisian dilakukan perlahan agar bahan dapat merata ke seluruh bagian retak dan tidak meninggalkan rongga di dalamnya.
.jpeg)
graphixchon / Adobe Stock
4. Ratakan Permukaan
Saat bahan tambal mulai mengering, ratakan permukaannya menggunakan kape hingga sejajar dengan dinding di sekitarnya. Tahap ini penting agar hasil akhirnya terlihat rapi tanpa bekas timbul.
5. Amplas Setelah Kering
Jika permukaan sudah benar-benar kering, amplas area tersebut sampai halus. Proses ini membuat hasil perbaikan menyatu dengan tekstur dinding sehingga tidak terlihat berbeda dari sekitarnya.
6. Aplikasikan Cat Ulang
Langkah terakhir adalah mengecat ulang area yang telah diperbaiki. Dalam hal ini, cat berfungsi untuk melindungi permukaan baru dan menyatukan tampilan dinding agar kembali rapi seperti semula.
Sumber foto header: Ever Wallpaper
-




