Sebagai salah satu gerai food and beverages ternama, Starbucks selalu mencoba untuk hadirkan pengalaman terbaik tidak hanya untuk para pelanggan setianya, namun juga untuk para penikmat kopi secara keseluruhan. Pada pertengahan Januari yang lalu, Starbucks Indonesia baru saja meresmikan gerai terbarunya yakni Starbucks Reserve Dewata di kawasan Sunset Road, Bali.






gerai ini hadir dengan konsep coffee sanctuary yang mengenalkan perjalanan kopi dari proses penanaman hingga tersaji di dalam cangkir. selain itu, starbucks reserve dewata memiliki elemen-elemen yang membuatnya beda daripada store yang lain. berikut fakta-fakta menarik tentang starbucks reserve dewata dari casa indonesia.


1. hadir dengan logo berbeda


selain logo lady siren dari starbucks yang sangat terkenal terpampang pada fasad bangunan, starbucks reserve dewata menggunakan gambar bunga teratai sebagai logonya.




18 daun pada logo tersebut merepresentasikan filosofi tri hita karana yang diaplikasikan pada store ini. logo starbucks dewata bisa ditemukan pada bagian entrance dan concierge reception.


2. gerai starbucks reserve terbesar di asia tenggara


dibangun dengan luas hampir 2.000 meter persegi, menjadikan starbucks reserve dewata sebagai satu-satunya gerai starbucks reserve terbesar di asia tenggara dan tentunya di indonesia.




gerai dua lantai ini memiliki outdoor area di lantai bawah dan atas. selain itu memiliki ruang nursery untuk tanaman kopi yang masih berumur muda.  


3. arsitektur bali dengan sentuhan modern


secara keseluruhan, langgam tropis modern merupakan konsep yang digunakan untuk bangunan starbucks reserve dewata. terlihat dari dinding beton ekspos, jendela-jendela yang besar, serta kehadiran tanaman hijau.



namun, sentuhan arsitektur bali melebur apik, dengan mengaplikasikan fasad berupa pola gerakan ombak terbuat dari batu bata merah yang merupakan salah satu kerajinan yang ada di bali. tempat proses pemesanan kopi di sini juga dibuat seakan menyerupai gapura. ma-ru.co, studio arsitek asal indonesia merancang bangunan starbucks reserve dewata yang megah nan unik untuk kawasan sunset road, bali.


baca juga: setelah 28 tahun! fakta unik tentang patung gwk bali


4. coffee shop yang informatif dan interaktif


menarik perhatian para pengunjung, starbucks reserve dewata menghadirkan instalasi desain yang interaktif berjudul “seed to cup journey” yang bercerita tentang perjalanan biji kopi dari awal.






instalasi tersebut meliputi area concierge, coffee tree yard, interactive walls, serta media room di lantai dua dan merupakan karya kolaborasi bitte design studio dengan makna creative.


5. coffee plantation sebagai atraksi wisata edukatif


starbucks reserve dewata hadirkan coffee tree yard dengan luas 10x10 meter yang terletak di tengah-tengah area courtyard. para pengunjung bisa mengitari taman ini sambil membaca informasi tentang jenis tanaman kopi yang tertera di sekitarnya.




di tengah taman terdapat zoetrope yang bisa diintip untuk bercerita tentang aktivitas pemetikan biji kopi oleh para petani.


6. barista internasional


berada di kawasan turistik, starbucks reserve dewata memiliki personel barista yang berasal dari tiongkok, korea selatan, dan filipina.




dengan kehadiran barista dari mancanegara ini, menambah keberagaman untuk gerai starbucks yang juga dapat menjadi atraksi wisata baru di bali.


7. mengembangkan kesejahteraan petani kopi


sejak tahun 2015, starbucks telah memberikan 330.000 bibit kopi untuk ditanam serta bantuan lainnya agar dapat mengembangkan kesejahteraan para petani kopi. dengan dibangunnya starbucks reserve dewata, akan ada penambahan bibit kopi sebesar 100.000 per tahun.




hal tersebut masuk ke dalam program starbucks, yakni farmer support center yang berpusat di berastagi, sumatera utara. di dalam media room, pengunjung akan disuguhkan video tentang aktivitas para petani kopi yang tergabung dalam program tersebut.




Baca juga: 12 Coffee Shop Terbaru Buat Nongkrong di Jakarta


Selain fakta-fakta di atas, terdapat juga tasting room dan library di lantai dua, serta terpampang wall treatment, ukiran kayu dari Jepara yang menggambarkan sejarah kopi di Jawa, Sulawesi, Bali, Papua Barat, Flores, dan Sumatera Utara.


Foto: dok. Starbucks Indonesia