-
Amelia Plumb Photography
Merenovasi kamar mandi memang bisa menjadi salah satu proyek rumah yang paling menyenangkan, terutama ketika sudah mulai mencari inspirasi desain, memilih material, hingga membayangkan tampilan akhirnya. Namun, selain memikirkan apa saja yang ingin ditambahkan, penting juga untuk mengetahui kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Kaitlyn Wolfe
Pasalnya, keputusan yang terlihat sepele saat renovasi bisa menimbulkan masalah dan biaya tambahan di kemudian hari.
Berikut 5 kesalahan yang perlu diperhatikan agar hasil renovasi kamar mandi tetap nyaman, awet, dan fungsional.
1. Salah Memilih Material

Design Cafe
Pemilihan material menjadi salah satu hal penting dalam renovasi kamar mandi karena area ini selalu terpapar air dan kelembapan tinggi. Material seperti kayu atau batu berpori memang bisa memberikan tampilan menarik, tetapi membutuhkan perawatan tambahan agar tidak mudah rusak atau terkena noda.
Jika tetap ingin menggunakan vanity berbahan kayu, permukaannya perlu dilapisi pelindung dengan benar dan dirawat secara berkala. Sementara itu, batu berpori sebaiknya diberi sealant sebelum digunakan dan diaplikasikan kembali secara rutin.
Sebagai alternatif yang lebih praktis, pilih material yang tahan air dan dirancang untuk lingkungan dengan tingkat kelembapan tinggi, seperti ubin porselen, keramik, atau countertop berbahan quartz.
2. Mengabaikan Kebutuhan Jangka Panjang

Hokipo.in
Renovasi kamar mandi sering kali hanya berfokus pada kebutuhan dan gaya hidup saat ini, tanpa mempertimbangkan perubahan kebutuhan di masa mendatang. Padahal, kamar mandi sebaiknya dirancang agar tetap nyaman dan fungsional untuk digunakan dalam jangka panjang.
Salah satu caranya adalah menerapkan prinsip universal design, misalnya dengan membuat pintu yang lebih lebar atau menggunakan shower tanpa pembatas lantai. Selain lebih mudah diakses, desain seperti ini juga dapat membuat kamar mandi tetap nyaman digunakan tanpa mengurangi nilai estetika.
3. Mengabaikan Ventilasi

Air King
Ventilasi menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam renovasi kamar mandi. Area kamar mandi memiliki tingkat kelembapan tinggi sehingga sirkulasi udara yang buruk dapat memicu munculnya jamur, membuat cat mengelupas, bahkan menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan jika dibiarkan terlalu lama.
Salah satu cara untuk mencegahnya adalah memasang exhaust fan berkualitas dengan kapasitas yang sesuai ukuran ruangan. Posisi exhaust fan juga perlu dipertimbangkan berdasarkan area yang paling banyak menghasilkan uap dan kelembapan agar sistem ventilasi dapat bekerja secara maksimal.
Baca juga: Inspirasi Desain Kamar Mandi Yang Bikin Rajin Mandi!
4. Tidak Memperhatikan Waterproofing

Weber
Air di kamar mandi tidak hanya berasal dari udara lembap. Sumber air juga bisa berasal dari shower, bathtub, wastafel, hingga kondensasi yang muncul pada tangki toilet dan dinding.
Karena itu, sistem waterproofing perlu direncanakan dengan baik sejak awal renovasi. Waterproofing yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan masalah, seperti jamur, mildew, hingga kerusakan akibat air yang membutuhkan biaya perbaikan besar.
Penggunaan drywall standar atau sistem waterproofing berkualitas rendah juga sebaiknya tidak dianggap cukup hanya demi menghemat biaya. Mengurangi kualitas perlindungan di bagian ini justru berpotensi menimbulkan masalah yang jauh lebih besar di kemudian hari.
5. Hanya Memikirkan Tampilan Saat Ini

Annie Schlecter
Renovasi kamar mandi sebaiknya tidak hanya berfokus pada tren atau tampilan yang sedang disukai. Desain yang terlihat menarik saat ini belum tentu tetap praktis ketika kebutuhan penghuni rumah berubah.
Karena itu, penting untuk mempertimbangkan aspek aksesibilitas, keamanan, dan kemudahan penggunaan sejak awal. Elemen seperti akses pintu yang lebih luas dan shower tanpa pembatas dapat membuat kamar mandi lebih fleksibel untuk digunakan dalam berbagai kondisi.
-




