-
Bjarke Ingels Group
Bjarke Ingels Group (BIG) mengungkapkan rencana Tennessee Performing Arts Center yang akan hadir di Nashville. Berlokasi di East Bank, bangunan seluas sekitar 28.5212 m² ini akan menjadi kompleks teater dan seni yang membentang di sepanjang Sungai Cumberland sekaligus menghubungkan kawasan pusat kota dengan fase perkembangan baru Nashville. Bangunan tersebut akan berdiri di ujung Broadway, menghadap cakrawala kota dan menjadi titik perhatian dari seberang sungai.
Fasad bangunan dirancang dengan profil yang tampak menyatu dan terangkat dari permukaan tanah. Tabung-tabung aluminium melengkung dalam bentuk busur lebar, menangkap cahaya dan menciptakan tampilan volume yang terus berubah sepanjang hari. Bjarke Ingels menyebut rancangan ini sebagai sebuah koneksi urban dan budaya yang menghubungkan sisi timur dan barat kota, masa lalu dan masa depan, serta berbagai disiplin seni yang berada di dalamnya.
.jpg)
Pada bagian dasar, tim Bjarke Ingels Group merancang fasad yang terangkat sehingga menciptakan bukaan-bukaan dalam yang berfungsi sebagai pintu masuk dan area transisi beratap. Pengunjung dapat mencapai bangunan dari berbagai arah melalui jalur dan lanskap tanaman yang menghubungkannya dengan sungai serta jalan-jalan di sekitarnya. Bjarke Ingels menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar terasa terbuka dan ramah dari segala sisi, dengan tabung aluminium yang berubah dari posisi vertikal menjadi horizontal untuk membentuk kanopi sekaligus memperhalus batas antara bangunan dan ruang publik. Akses menuju bangunan juga tersedia dari berbagai ketinggian, termasuk melalui jembatan di atasnya, sebelum berlanjut langsung ke bagian interior.
.jpg)
Di dalamnya, Bjarke Ingels Group menata lobi sebagai ruang bertingkat yang menyatu dengan lingkungan perkotaan Nashville, bukan sekadar sebuah aula tunggal. Tangga dan balkon menghubungkan berbagai ruang pertunjukan sehingga pengunjung dapat berpindah antarlantai dan berbagi ruang yang sama sebelum maupun setelah pertunjukan berlangsung. Permukaan kayu dan pencahayaan berlapis memberikan keseimbangan terhadap tampilan eksterior yang didominasi material metalik, sementara plafon bermotif menambah kedalaman visual pada ruang. Bjarke Ingels menggambarkan lobi tersebut sebagai ruang publik bertingkat yang mengalir untuk kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar.
.jpg)
Empat ruang pertunjukan ditempatkan secara berkelompok di bagian tengah bangunan, terdiri dari teater Grand Broadway, aula untuk pertunjukan tari dan opera, ruang black box yang fleksibel, serta ruang kabaret. Keempatnya didukung oleh fasilitas pendukung bersama, tetapi tetap memiliki karakter ruang dan kondisi akustik yang berbeda. Teater utama dirancang untuk menghadirkan kedekatan antara penonton dan pertunjukan melalui tata kursi yang mengelilingi panggung, sementara ruang black box dapat diubah sesuai kebutuhan dan ruang kabaret menawarkan suasana yang lebih santai dan informal.
Baca juga: Bandara Chongqing Punya Terminal Satelit Terbesar di Dunia
.jpg)
Tabung-tabung aluminium pada fasad berfungsi sebagai pelindung sekaligus penyaring yang mengatur intensitas cahaya dan pandangan dengan menyesuaikan kepadatan serta sudut penempatannya. Bjarke Ingels mengibaratkan elemen tersebut seperti pipa organ atau lonceng baja, sebuah referensi yang memperkuat identitas Nashville sebagai kota musik. Dari kejauhan, bangunan tampak seperti permukaan yang menyatu, sedangkan dari jarak dekat, pengulangan elemen fasad menciptakan skala yang lebih detail dengan bayangan yang terus berubah mengikuti pergerakan cahaya.
.jpg)
Bjarke Ingels juga menyebut proyek ini sebagai paviliun publik yang mengalir di tengah taman. Selain menjadi tempat pertunjukan, latihan, dan pendidikan seni, bangunan ini dirancang sebagai ruang yang dapat digunakan masyarakat untuk berjalan, berkumpul, dan berinteraksi, sehingga pengalaman menikmati seni pertunjukan tetap terhubung dengan kehidupan kota di sekitarnya.
-




