Kompasiana.com


Dia.Lo.Gue berdiri sejak awal 2010-an, digagas oleh Hermawan Tanzil, Engel Tanzil, Franky Sadikin, dan Windi Salomo dengan misi menjadikan seni sesuatu yang bisa dinikmati siapa saja, bukan hanya kolektor atau kalangan tertentu. Nama Dia.Lo.Gue sendiri diambil dari permainan kata bahasa Betawi "Dia", "Lo", "Gue" yang secara harfiah berarti "Dia. Kamu. Aku." Filosofi ini mencerminkan semangat inklusif tempat ini yakni sebuah ruang di mana siapa pun bisa berdialog lewat karya seni. Berbeda dari galeri konvensional yang kerap terasa formal, Dia.Lo.Gue menggabungkan tiga fungsi sekaligus dalam satu bangunan galeri, kafe, dan toko yang menyatu secara alami berkat tata ruang yang lapang dan terbuka.


dia.lo.gue

IndoArtNow


Ulasan Arsitektur Dia.Lo.Gue

Salah satu daya tarik utama Dia.Lo.Gue adalah bangunannya sendiri. Dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, bangunan ini mengusung konsep arsitektur modern tropis dengan penekanan kuat pada ruang kosong dan sirkulasi udara alami. Meski berdiri di persimpangan Kemang yang padat dan bising, suasana di dalam Dia.Lo.Gue justru terasa tenang dan lapang.


dia.lo.gue

Manual Jakarta

Kontras antara dinding beton ekspos dan panel kayu menjadi elemen khas yang menghadirkan latar netral namun berkarakter untuk karya seni yang dipamerkan mulai dari lukisan, patung, hingga instalasi berskala besar. Ruang pamer di Dia.Lo.Gue juga tidak seragam: ada area berlantai parket dengan pencahayaan terang, ada pula ruang dengan dinding polos yang lebih intim. Perjalanan menyusuri Dia.Lo.Gue dimulai dari area toko di depan, berlanjut ke ruang galeri, hingga akhirnya sampai di kafe dengan halaman tengah yang disinari matahari dan aula berlangit-langit tinggi di bagian belakang, lengkap dengan taman rumput yang asri.


dia.lo.gue

IndoArtNow


Ada banyak hal yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Dia.Lo.Gue. Di ruang galerinya, pengunjung bisa menikmati rotasi pameran yang berganti setiap beberapa minggu hingga sebulan sekali, menampilkan karya seniman ternama maupun talenta-talenta baru yang sedang naik daun. Bagi yang tertarik dengan proses kreatif di baliknya, Dia.Lo.Gue juga menggelar EXI(S)T, program tahunan yang menjadi inkubator bagi seniman dan desainer muda Jakarta, lengkap dengan pelatihan sebelum karya akhir mereka dipamerkan ke publik.




IndoArtNow


Daftar Aktivitas Dia.Lo.Gue

Selain pameran, ada pula sMart Dialogue, acara rutin yang memadukan pasar seni dengan berbagai workshop dan pertunjukan langsung, mempertemukan seniman dan desainer dengan pengunjung secara lebih dekat. Setelah puas berkeliling galeri, pengunjung bisa mampir ke Dia.Lo.Gue Shop untuk berburu produk buatan seniman dan desainer lokal, mulai dari aksesori hingga suvenir bertema seni. Sebagai penutup kunjungan, kafe Dia.Lo.Gue menjadi tempat yang pas untuk bersantai sambil menikmati sarapan sepanjang hari, dikelilingi karya seni dan suasana hijau di halaman belakang.


dia.lo.gue

Manual Jakarta


Info Kunjungan Dia.Lo.Gue

Dia.Lo.Gue berlokasi di Jl. Kemang Selatan 99A, Jakarta Selatan. Tempat ini buka setiap hari, dengan jam operasional Senin sampai Jumat pukul 11.00 hingga 20.00, dan Sabtu-Minggu pukul 08.00 hingga 20.00. Masuk ke area galeri utama Dia.Lo.Gue tidak dipungut biaya, sehingga siapa saja bisa datang untuk sekadar melihat-lihat karya seni yang dipamerkan. Fasilitas yang tersedia di lokasi meliputi area parkir, koneksi Wi-Fi, serta area merokok. Dari segi akses transportasi umum, Dia.Lo.Gue cukup mudah dijangkau karena Stasiun Pasar Minggu berada tepat di depan lokasi, sementara Stasiun Cipete Raya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar sembilan menit.


dia.lo.gue

Facebook / dia.lo.gue art space

Sebagai destinasi yang menyatukan seni, arsitektur, dan gaya hidup dalam satu tempat, Dia.Lo.Gue layak masuk daftar kunjungan siapa pun yang ingin merasakan denyut kreatif Jakarta. Baik untuk melihat pameran terbaru, berburu karya seniman lokal, atau sekadar menikmati suasana arsitektur khas Andra Matin, Dia.Lo.Gue menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di tempat lain di Kemang.