Sebuah rangka tipis dari kayu Douglas fir menghadirkan kesan ringan pada sebuah perluasan rumah bergaya paviliun di London, yang baru saja diselesaikan oleh studio lokal Emil Eve Architects.


Proyek yang dinamai Talbot Road ini menambahkan area dapur besar dan ruang santai di bagian belakang rumah bergaya Edwardian di kawasan konservasi Highgate.




Untuk memperkuat hubungan antara rumah dan taman, Emil Eve Architects merancang struktur kayu ringan dengan atap kisi-kisi yang memanjang keluar hingga membentuk pergola yang dalam.


Direktur Emil Eve Architects, Ross Perkin, menjelaskan bahwa pemilik rumah menginginkan tambahan yang mampu memberi inspirasi sekaligus tetap selaras dengan karakter arsitektur lama, sehingga mereka mengembangkan desain yang sengaja dibuat kontemporer.




Ia mengatakan, "Konsep ini berpusat pada ide paviliun yang memiliki dampak visual kuat namun tetap terasa elegan dan ringan, serta menciptakan hubungan dengan lanskap sekitarnya."


Perluasan ini dibuat sedikit lebih rendah dari lantai utama rumah, dengan tata letak yang dirancang agar menghadap taman dari dua arah, yaitu dapur mengarah ke utara, sementara ruang santai kecil menghadap ke selatan.


Baca juga: Tenang Maksimal! Rumah Courtyard California Nuansa Japandi




Alih-alih membagi ruang dengan dinding, area ruang santai dibedakan melalui perbedaan ketinggian lantai, ditambah skylight berbentuk lingkaran di atasnya serta elemen dinding rendah yang memanjang dari kolom tipis di salah satu sisi.


Struktur atap kisi-kisi dari Douglas fir diberi lapisan warna putih, lalu dipadukan dengan elemen kayu oak khusus serta penyimpanan yang terintegrasi di area dapur.






Ross Perkin juga menyampaikan bahwa bentuk bertingkat dari perluasan ini memungkinkan koneksi dengan taman di dua sisi, sehingga penghuni merasa benar-benar berada di dalam lanskap, bukan sekadar melihat ke luar.


Ia menambahkan bahwa meskipun ruangnya didesain terbuka, perbedaan level lantai digunakan untuk membedakan fungsi area, seperti pada ruang santai. Selain itu, struktur atap kayu dibiarkan terekspos di bagian dalam, menciptakan pola yang membantu membentuk karakter ruang serta memungkinkan cahaya masuk melalui berbagai bentuk skylight.




Di bagian luar, pergola besar tidak hanya membantu mencegah panas berlebih pada area kaca, tetapi juga memberikan naungan pada teras yang dikelilingi kolom tipis Douglas fir di atas pondasi beton cor.


Bagian eksterior dilapisi ubin keramik bertekstur yang terbuat dari 50 persen material daur ulang, sementara bingkai logam tipis mengelilingi jendela dan pintu geser berukuran besar.




Ross Perkin juga mengungkapkan bahwa detail kecil menjadi faktor yang membuat proyek ini menonjol, dan hal tersebut dapat terwujud berkat kerja sama yang erat dengan kontraktor, termasuk dalam pengerjaan elemen khusus seperti pondasi beton cor di tempat yang berfungsi sebagai pelindung cuaca sekaligus memperkuat kesan ringan pada paviliun.





Sumber foto: Taran Wilkhu