-
Photo: leonardodavinci.net
Ketika membahas mengenai lukisan paling terkenal di dunia, Mona Lisa hampir selalu berada di urutan teratas. Dengan tatapan lembut dan senyum misterius yang ikonis, lukisan ini telah memikat dan menarik perhatian banyak sejarawan dan penikmat seni di seluruh dunia selama berabad-abad. Bahkan, hingga kini masih terus menjadi salah satu karya seni yang paling banyak dibicarakan. Tetapi, sebenarnya siapa pelukis terkenal dari lukisan Mona Lisa ini?
Dalam artikel ini, CASA akan mengulas secara lengkap tentang sosok seniman di balik mahakarya legendaris dan ikonis tersebut. Simak selengkapnya!
Siapa Pelukis Terkenal dari Lukisan Mona Lisa?

leonardodavinci.net
Pelukis terkenal di balik mahakarya legendaris dan ikonik, Mona Lisa, adalah Leonardo da Vinci. Ia adalah seorang seniman, ilmuwan, sekaligus pemikir asal Italia yang juga dianggap sebagai salah satu jenius terbesar dalam sejarah. Leonardo da Vinci juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh pada era Renaisans, sebuah periode kebangkitan seni dan ilmu pengetahuan di Eropa.
Di samping kemampuan artistiknya yang telah menghasilkan banyak mahakarya seni menakjubkan, kecerdasannya yang luar biasa juga telah memberikan kontribusi penting dalam bidang sains, geologi, teknik, hingga arsitektur. Melalui kecerdasan dan karya-karya, ia telah meninggalkan warisan yang luar biasa dan terus menginspirasi para seniman dan ilmuwan di seluruh dunia hingga saat ini.
Baca juga: 12 Museum Seni Terkenal Di Dunia, Penuh Koleksi Terbaik!
Mengenal Leonardo da Vinci: Profil Lengkap Sang Pelukis Mona Lisa
Leonardo di ser Piero da Vinci, atau yang lebih dikenal sebagai Leonardo da Vinci, adalah seorang seniman, ilmuwan, sekaligus pemikir yang lahir pada tanggal 15 April 1452 di Vinci, Italia. Sejak usia dini, Leonardo telah menunjukkan ketertarikannya pada hampir setiap bidang pengetahuan, termasuk menggambar dan melukis. Ia bahkan tertarik mempelajari anatomi manusia, merancang mesin terbang, matematika, dan melakukan pengamatan detail tentang alam. Kombinasi seni dan sains inilah yang menjadikannya salah satu pemikir, ilmuwan, dan seniman paling luar biasa dalam sejarah.
Ketika ia berusia sekitar 15 tahun, ayahnya mendaftarkannya sebagai murid magang di bengkel seni milik Andrea del Verrocchio di Florence, Italia. Di sana, ia mempelajari berbagai macam keterampilan artistik, termasuk melukis dan mematung, sekaligus ilmu kimia, teknik, dan metalurgi.

The Baptism of Christ. 1472. leonardodavinci.net
Bahkan sebagai murid magang, Leonardo menunjukkan bakat dan kejeniusannya yang luar biasa. Kejeniusan tersebut terlihat dalam sejumlah karya yang dihasilkan Verrocchio pada periode 1470 hingga 1475. Salah satu contohnya adalah lukisan “The Baptism of Christ” karya Verrocchio. Dalam lukisan ini, Leonardo diyakini membantu menyelesaikan beberapa bagian penting, terutama sosok malaikat di sisi kiri serta detail lanskap pada latar belakang.
Sentuhan kuas dari Leonardo pada bagian tersebut dianggap lebih halus dan realistis dibandingkan elemen lain dalam lukisan, sehingga menunjukkan bakat artistiknya yang telah menonjol sejak usia muda. Leonardo terus belajar di bengkel Verrocchio hingga sekitar tahun 1477.
Pada tahun 1482, Leonardo da Vinci pindah ke Milan dan mengabdi di istana Duke Ludovico Sforza sebagai pelukis, pematung, dan perancang festival istana. Selain itu, ia juga terlibat dalam perancangan senjata, mesin, dan bangunan. Ia menghabiskan sekitar 17 tahun di Milan, dan menjadi periode yang paling produktif selama hidupnya.
Baca juga: Makna di Balik 7 Lukisan Leonardo da Vinci Paling Terkenal!

Sketsa Mesin Terbang. 1488. artchive.com
Dari tahun 1485 hingga 1490, Leonardo semakin aktif melakukan berbagai studi dan eksperimen di bidang seni maupun sains, termasuk anatomi manusia, alam, mesin terbang, senjata, mekanika, konstruksi kota, sistem kanal, arsitektur, hingga tank dan kapal selam. Berbagai catatan dan sketsa yang dihasilkan oleh Leonardo dari periode ini menjadi bukti betapa luasnya minat dan pemikiran Leonardo.
.jpg)
The Last Supper. 1495–1498. Wikimedia Commons
Selama periode tersebut, Leonardo hanya mampu menyelesaikan sekitar enam karya seni besar, termasuk “The Last Supper” dan “Virgin of the Rocks”. Dibandingkan berkarya secara intensif sebagai pelukis, ia justru banyak menghabiskan waktunya untuk mempelajari berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti anatomi manusia, teknik, mekanika, dan alam.
Setelah kekuasaan Duke Ludovico Sforza Ludovico Sforza runtuh pada tahun 1499, Leonardo meninggalkan Milan dan melakukan berbagai pekerjaan di sejumlah kota di Italia. Ia sempat bekerja sebagai insinyur militer untuk Cesare Borgia, serta merancang proyek jembatan yang membentang di atas Teluk Golden Horn di Konstantinopel (kini Istanbul). Selain itu, ia juga menerima komisi untuk melukis mural besar yang menggambarkan tentang Pertempuran Anghiari untuk Aula Sala del Gran Consiglio di Florence. Namun sayangnya, karya yang kemudian dikenal dengan judul “Battle of Anghiari” tersebut tidak pernah selesai dan kini hanya dapat diketahui melalui salinan serta catatan sejarah.

Battle of Anghiari. leonardodavinci.net
Menurut catatan sejarah, sekitar tahun 1503 Leonardo da Vinci dilaporkan mulai mengerjakan lukisan Mona Lisa. Mahakarya ini tidak diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan dikerjakan secara bertahap selama bertahun-tahun. Para sejarawan memperkirakan bahwa Leonardo terus menyempurnakan lukisan Mona Lisa hingga tahun 1506, bahkan diyakini Leonardo masih melakukan penyempurnaan hingga tahun 1517.
Selama mengerjakan proyek mahakarya Mona Lisa, Leonardo tidak hanya fokus pada seni lukis saja. Ia juga terus mendalami berbagai bidang ilmu pengetahuan, terutama anatomi dan fisiologi manusia. Pengetahuan ilmiah yang mendalam inilah yang dipercaya membantunya menciptakan penggambaran wajah Mona Lisa yang sangat realistis dan tampak lebih hidup, lengkap dengan ekspresinya yang lembut dan senyumannya yang misterius.

Mona Lisa. 1503-1517. leonardodavinci.net
Leonardo dilaporkan menderita kelumpuhan pada tangan kanannya pada tahun-tahun terakhir hidupnya. Meski begitu, kondisi kesehatannya tidak menghentikannya untuk terus berkarya dan melakukan penelitian. Ia masih mampu menggambar, melukis, dan melanjutkan berbagai studinya. Pada periode ini, Leonardo tetap menghasilkan sejumlah karya penting, termasuk lukisan "The Virgin and Child with Saint Anne" serta berbagai catatan dan sketsa yang berkaitan dengan anatomi, teknik, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Leonardo da Vinci meninggal dunia pada 2 Mei 1519 di Château du Clos Lucé (dahulu dikenal sebagai Cloux), Prancis, pada usia 67 tahun.
Baca juga: Makna Lukisan Mona Lisa: Arti di Balik Mahakarya Seni Ikonis
Itulah ulasan lengkap tentang siapa pelukis terkenal dari lukisan Mona Lisa ini. Seniman terkenal di balik mahakarya legendaris dan ikonis ini adalah Leonardo da Vinci, seorang seniman, ilmuwan, sekaligus pemikir, yang dianggap sebagai salah satu jenius terbesar dalam sejarah. Leonardo da Vinci juga dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh pada era Renaisans di Eropa, meninggalkan warisan yang luar biasa dan terus menginspirasi para seniman dan ilmuwan di seluruh dunia hingga saat ini.
-




