-
Karya arsitek Le Corbusier dan Balkrishna Doshi menjadi pengaruh utama di balik Amaltash, sebuah rumah tinggal di Gujarat, India, yang dirancang oleh studio multidisiplin Design ni Dukaan. Hunian seluas 1.1148m² yang berada di kota Navsari ini dirancang untuk menghadapi suhu panas ekstrem saat musim panas.
.jpg)
.jpg)
Untuk mengatasi paparan matahari dari arah selatan, studio tersebut merancang courtyard lanskap di sudut barat daya lahan agar area interior tetap terlindungi. Rumah tiga lantai ini dibentuk dari blok-blok geometris berwarna beige yang mengelilingi courtyard, sementara area pintu masuk dibuat lebih dramatis dengan void besar di bagian atasnya.
Pendiri Design ni Dukaan, Veeram Shah, banyak terinspirasi oleh arsitektur modernis, termasuk dari Le Corbusier, Balkrishna Doshi, dan mentornya, Girish Doshi. Studio tersebut menjelaskan bahwa bentuk geometris rumah lahir dari fondasi kuat Shah terhadap pendekatan modernis yang kemudian diterjemahkan ke dalam desain hunian ini.
.jpg)
.jpg)
Selain mempertimbangkan estetika modernis, klien juga ingin rumah tersebut mengikuti prinsip tradisional India, Vastu Shastra, yang berfokus pada hubungan harmonis antara arsitektur dan alam. Shah mengatakan, “Kami tidak melihat batasan itu sebagai hambatan, melainkan peluang untuk mendorong desain menjadi lebih jauh.” Ia juga menjelaskan bahwa prinsip tersebut mereka pahami sebagai logika spasial dan lingkungan, meski sering kali klien memiliki ekspektasi yang sangat spesifik dan cukup kaku terhadap detail penerapannya.
.jpg)
Fasad Amaltash dilapisi finishing khusus bernama Dholpuri yang dikembangkan langsung di lokasi proyek. Veeram Shah merasa tampilan luar bangunan membutuhkan tekstur yang lebih taktil dan memiliki kesan ketidaksempurnaan yang tetap terkontrol, sehingga bersama tim polishing mereka melakukan berbagai eksperimen hingga akhirnya menemukan finishing khas tersebut.
Baca juga: Di Bawah Atap Besar: Hunian yang Menafsirkan Tradisi Lokal
.jpg)
Selain courtyard utama, studio juga menambahkan patio di antara area luar dan interior rumah untuk mengurangi silau matahari. Pada sudut barat laut lahan terdapat entrance porch dengan void besar yang mengarah ke ruang keluarga formal dan informal yang terhubung langsung ke patio.
Di bagian dalam rumah terdapat mandir atau ruang ibadah yang ditempatkan lebih tersembunyi di sudut hunian. Area ini kemudian dilanjutkan dengan kamar tamu, ruang makan, dua dapur, dan pantry. Sebuah blok tinggi berwarna abu-abu yang tampak melayang di atas patio ruang keluarga menjadi area tangga penghubung menuju lantai satu dan dua.
.jpg)
.jpg)
Lantai pertama diisi oleh beberapa kamar tidur, piano lounge, serta ruang multifungsi. Sementara di lantai paling atas terdapat terrace luas dan wellness lounge rooftop. Dari lounge tersebut, tangga melengkung mengarah ke mezzanine bergaya attic yang tercipta dari bentuk kemiringan atap untuk pemasangan panel surya.
.jpg)
.jpg)
Interior rumah didominasi warna-warna netral dan permukaan bertekstur yang dipadukan dengan furnitur custom rancangan Design ni Dukaan menggunakan finishing kayu jati dan brass khas mereka. Studio ini juga melibatkan banyak pengrajin dan desainer dari berbagai wilayah India, termasuk desainer muda, untuk mengisi rumah dengan furnitur, instalasi, dan pencahayaan unik.
.jpg)
Beberapa elemen yang mencuri perhatian antara lain instalasi anyaman bergelombang karya The Wicker Story di area living room serta standing lamp terracotta dua lantai menyerupai totem karya Harshita Jhamtani. Menurut studio tersebut, kolaborasi dengan banyak desainer muda dalam proyek ini membantu membangun komunitas desain yang lebih kuat, terus berkembang, dan saling mendukung satu sama lain.
.jpg)
Sumber foto: Ishita Sitwala
-




