-
Studio arsitektur asal Belgia, FELT, mencoba menghadirkan pendekatan berbeda lewat proyek Home for Life di Heifort.

Rumah ini dirancang untuk pasangan pensiunan yang ingin tetap tinggal secara mandiri di rumah mereka seiring bertambahnya usia, tanpa mengorbankan kenyamanan maupun kualitas ruang.

Hunian seluas 170m2 ini hadir dengan tampilan sederhana dari luar. Bangunan satu lantai tersebut memiliki fasad putih dengan atap berlapis tembaga serta jendela bundar yang memberi karakter unik.
Baca Juga: Ruang yang Membawa Anak Kembali ke Buku, Pingtan Book House

Meski terlihat minimalis dari eksterior, bagian dalam rumah menawarkan ruang yang hangat melalui permainan cahaya, material kayu, dan tata ruang yang fleksibel.

Berbagai elemen pendukung juga ditambahkan ke dalam desain, seperti area berjalan yang lebih luas, pintu geser, lantai tanpa perbedaan tinggi, dapur yang dapat disesuaikan, hingga area kamar mandi yang lebih mudah digunakan.
Baca Juga: Vesp House, Rumah Impian Bagi Pecinta Motor Vespa

Meski mengutamakan fungsi, interior rumah tetap terasa nyaman dan jauh dari kesan medis. Struktur kayu cross-laminated timber (CLT) diekspos untuk menciptakan ritme visual di dalam ruang.

Tata letaknya juga membagi area besar dan terbuka dengan ruang pendukung yang lebih kecil sehingga denah dapat disesuaikan seiring perubahan kebutuhan penghuni.

Material kayu menjadi elemen penting dalam menciptakan suasana hangat di seluruh interior. Permukaan kayu berwarna terang membantu memantulkan cahaya alami sehingga ruangan terasa lebih lapang namun tetap nyaman.

Sementara aksen putih digunakan untuk menyeimbangkan kehangatan material dengan kesan terang dan bersih. Salah satu elemen yang paling menonjol hadir pada bagian atap. FELT menambahkan tiga volume menyerupai cerobong yang dilapisi tembaga.
Baca Juga: Bangkit dari Kebakaran, Rumah Ini Kembali Penuh Makna

Selain memperkaya tampilan bangunan, elemen ini juga berfungsi menghadirkan cahaya alami ke dalam rumah dari berbagai arah. Cahaya yang berubah sepanjang hari membuat suasana ruang ikut berubah dan menghadirkan pengalaman ruang yang lebih hidup.

Menariknya, rumah ini juga tetap mempertimbangkan aktivitas keluarga. Pada area atap terdapat loteng kecil yang dirancang sebagai ruang tidur untuk cucu yang berkunjung.

Akses menuju area tersebut menggunakan tangga spiral berwarna biru muda. Jika suatu saat tidak lagi digunakan, ruang tersebut dapat dialihfungsikan tanpa mengganggu area utama rumah.
Sumber Foto: Stijn Bollaert.
-




