-
Di kawasan Bukchon, Seoul, hadir sebuah ruang retail unik bernama Salte Library yang memadukan aroma, sastra, dan arsitektur interior menjadi satu pengalaman ruang yang imersif. Dirancang oleh Niiiz Design Lab, proyek ini mencoba menerjemahkan hubungan antara parfum dan narasi tertulis ke dalam sebuah ruang yang dibangun melalui atmosfer, alur ruang, dan interaksi sensorik.
Konsep ini muncul seiring berkembangnya industri budaya Korea Selatan, di mana brand parfum kini tidak lagi hanya menjual aroma, tetapi juga identitas dan storytelling sebagai bagian utama dari produknya. Salte Library menghubungkan setiap parfum dengan cerita sastra yang dibuat bersama para penulis Korea. Sejak tahap awal proses kreatif, teks dan aroma sudah dirancang secara bersamaan sehingga bahasa tulisan ikut membentuk bagaimana pengunjung merasakan parfum di dalam ruang tersebut.


Niiiz Design Lab kemudian mengembangkan interior berdasarkan konsep “NOTE”, yang merujuk pada lapisan aroma dalam parfum sekaligus aktivitas menulis. Makna ganda ini diterapkan ke dalam alur ruang toko, di mana pengunjung bergerak melewati lima zona berbeda yang terasa seperti bab-bab dalam sebuah cerita.
Dari luar, bangunannya tampil sederhana dan minimalis, kontras dengan suasana interior yang lebih imersif. Jendela besar di bagian depan memperlihatkan area utama sekaligus instalasi sculptural di tengah ruangan, menciptakan hubungan visual antara interior dan lingkungan urban Bukchon.

Di dalam ruang, pengunjung akan menemukan instalasi yang terinspirasi dari garam dan buku, dua metafora material yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana aroma dan bahasa menyebar. Koridor berbentuk seperti terowongan mengarahkan sirkulasi menuju ruang utama sekaligus menjadi area transisi antara luar dan dalam bangunan. Pada salah satu sisi koridor terdapat tulisan tangan dari para penulis yang mendampingi tiap aroma parfum, sementara sisi lainnya memungkinkan pengunjung meninggalkan catatan pribadi mereka di kartu memo yang juga berfungsi sebagai blotter parfum. Lewat interaksi ini, aroma dan tulisan saling terhubung sebagai bentuk memori dan dokumentasi personal.

Area display utama dibuat mengelilingi instalasi transparan berbentuk lingkaran yang terinspirasi dari buku terbuka. Sekitar lima puluh produk parfum ditata mengitari struktur tersebut agar pengunjung dapat bergerak bebas sambil membandingkan aroma dan membaca deskripsi literaturnya.
Baca juga: Kantor di Spanyol Ini Dibuat dari Kontainer! Tertarik Coba?
Selain itu, terdapat area layanan dan pembayaran yang dirancang untuk mengakomodasi pengunjung internasional, serta zona membaca kurasi yang memperpanjang pengalaman parfum melampaui konsep retail konvensional.


Melalui permainan alur ruang, penggunaan material yang minimalis, referensi sastra, dan interaksi sensorik, proyek Salte Library Bukchon karya Niiiz Design Lab menghadirkan pengalaman retail parfum yang terasa seperti ruang arsitektur naratif tentang cerita, ingatan, dan budaya kontemporer Korea.

Salah satu elemen paling menarik dari proyek ini adalah bagaimana mereka menggambarkan pengalaman ruang tersebut sebagai tempat di mana pengunjung disambut oleh garam, buku, dan karya para seniman yang diinterpretasikan ulang menjadi karya seni.
Sumber foto: Mong Sang
-




