Lagen Island Resort di El Nido, Palawan, Filipina, kembali hadir dengan wajah baru. Bukan sekadar renovasi, melainkan sebuah redefinisi tentang bagaimana kemewahan dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam. Dirancang oleh WATG bersama Wimberly Interiors, private resort dengan 42 unit ini mengusung pendekatan “preservation-first”, di mana desain tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap lanskap yang menaunginya.




Baca juga, Japandi Meets Boho, Hunian Kota Rasa Resort


Pendekatan Desain yang Berakar pada Alam

Terletak di antara tebing batu kapur yang dramatis, perairan biru kehijauan, dan hutan tropis yang lebat, pengalaman menginap di sini terasa menyatu dengan alam. Alih-alih membangun ulang sepenuhnya, sebagian besar struktur lama dipertahankan dan diolah kembali. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menjaga memori ruang yang telah lama menjadi bagian dari pulau ini. Material seperti kayu nara di-repurpose menjadi elemen interior, menghadirkan cerita baru dalam bentuk yang lebih kontemporer.





Narasi Lokal dalam Setiap Detail

Desain Lagen Island Resort berakar kuat pada budaya Filipina. Elemen anyaman dan ukiran tradisional diinterpretasikan ulang dalam berbagai skala, mulai dari furnitur hingga elemen arsitektur. Area kedatangan terinspirasi dari perahu Paraw, dengan sentuhan ukiran kayu dan pola geometris yang khas. Di dalam kamar, tekstur anyaman dan kayu menghadirkan kehangatan sekaligus memperkuat identitas lokal. Referensi rumah tradisional bahay kubo juga hadir secara subtil melalui komposisi ruang dan elemen pembatas.




Baca juga, 16 Desain Hotel Baru Terbaik di Asia 2026


Fasilitas yang Menghadirkan Pengalaman Imersif

Fasilitas di resort ini dirancang untuk memperdalam koneksi antara tamu dan lingkungan sekitar. Water Villas menawarkan pengalaman tinggal di atas air dengan bukaan yang memaksimalkan pemandangan laut. Sementara itu, Forest Rooms menghadirkan suasana yang lebih tenang di tengah pepohonan, lengkap dengan akses yang menjaga privasi. Setiap unit menggunakan palet warna netral yang membingkai keindahan alam sebagai fokus utama.







Ruang Komunal yang Terbuka dan Berkarakter

Area komunal dirancang sebagai ruang yang hidup sekaligus nyaman. Arrival hall berfungsi ganda sebagai area makan, dengan desain terbuka dan furniture rendah agar lanskap tetap menjadi sorotan. Clubhouse menjadi pusat aktivitas dengan sentuhan desain yang merayakan budaya dan kuliner Filipina. Sunset Bar di tepi pantai menawarkan pengalaman menikmati matahari terbenam dengan latar arsitektur yang terinspirasi dari perahu tradisional.






Sanctuary di Tengah Alam

Spa menjadi salah satu highlight dengan lokasi tersembunyi di dalam hutan. Dirancang sebagai tempat relaksasi yang menyatu dengan alam, area ini dilengkapi jalur elevated yang menjaga ekosistem tetap terjaga. Pengalaman yang dihadirkan tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga ketenangan yang lahir dari kedekatan dengan alam.




Baca juga, Louis Vuitton ‘Hotel’ Pop-Up di Rumah 100 Tahun


Lebih dari Sekadar Resort

Lagen Island Resort bukan sekadar destinasi liburan, tetapi juga refleksi gaya hidup yang lebih sadar. Kemewahan di sini tidak diukur dari kemegahan semata, melainkan dari bagaimana desain, alam, dan budaya berpadu secara harmonis, menciptakan pengalaman yang bermakna dan berkesan.


Sumber foto teaser: WATG