-
Desainer Jacques Averna menghadirkan pendekatan unik dalam merancang gitar listrik dengan mengubah bentuk tubuh instrumen menjadi objek sehari-hari yang tak biasa.

Mulai dari kaki, telur goreng, gembok, hingga bentuk awan, setiap gitar tetap berfungsi seperti alat musik pada umumnya, namun tampil dengan visual yang lebih playful dan menarik.

Baca Juga: Tidak Hanya Tas, Kini Hermès Hadirkan Meja Biliar Mewah!
Setiap desainnya berangkat dari ide sederhana seperti permainan kata, referensi personal, atau eksperimen bentuk yang ingin dipecahkan secara kreatif.

Melalui pendekatan ini, Jacques Averna mengubah benda-benda yang akrab menjadi sesuatu yang baru dan mengejutkan. Hasilnya bukan hanya gitar, tetapi juga objek desain yang terasa seperti patung fungsional.

Salah satu desain yang menonjol adalah Footycaster, gitar dengan bentuk menyerupai kaki. Siluetnya mengikuti detail anatomi kaki, lengkap dengan bagian jari yang dibuat bulat.

Dari sisi fungsi, gitar ini dibuat cukup sederhana dengan satu pickup tanpa kontrol tambahan, sehingga menghasilkan suara yang langsung dan apa adanya.

Selain itu, ada juga gitar berbentuk gembok dengan desain yang lebih geometris. Bagian tubuhnya dibuat kotak tanpa lekukan, sementara elemen berbentuk lengkungan di bawahnya menyerupai kait gembok.

Konsep headless diterapkan untuk mengurangi berat sekaligus meningkatkan kestabilan saat dimainkan.

Eksperimen bentuk lainnya terlihat pada Cloud Telecaster, yang mengambil inspirasi dari gitar klasik namun diubah menjadi siluet awan dengan tepian lembut. Warna biru yang digunakan semakin memperkuat kesan ringan dan playful, seperti ilustrasi awan dalam gambar komik.
Baca Juga: ViroCroft: Bangunan Siap 72 Jam, Desain Berkelas & Presisi

Ada pula Jitar, gitar berbentuk huruf J yang sekaligus berfungsi sebagai gantungan. Desain ini memungkinkan gitar digantung terbalik, bahkan di bagian atas pintu, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga sebagai elemen dekoratif.

Semua gitar ini dibuat secara manual, baik sendiri maupun bersama kolaborator, menggunakan material seperti kayu alder, komponen daur ulang, bagian hasil cetak 3D, hingga pipa aluminium yang dibentuk. Karena tidak diproduksi massal, setiap karya memiliki karakter yang unik.
Baca Juga: Fiat Topolino x Gallo Warnai Milan Design Week 2026

Melalui proyek ini, Jacques Averna menunjukkan bahwa desain alat musik tidak harus selalu konvensional. Dengan pendekatan yang playful dan eksperimental, gitar-gitar ini berhasil menggabungkan fungsi, humor, dan estetika dalam satu objek yang tidak hanya bisa dimainkan, tetapi juga dinikmati secara visual.
Sumber Foto: Jacques Averna
-




