Bata kaca, kisi-kisi logam, dan ubin mengilap memberi karakter industrial pada Light House, sebuah rumah keluarga di Belanda yang dirancang oleh firma arsitektur lokal Studioninedots.


Berlokasi di Centrumeiland, kawasan baru di Amsterdam, rumah yang tinggi dan ramping ini dibuat untuk sebuah keluarga yang menginginkan ruang yang memungkinkan setiap anggota keluarga menjalani cara hidup yang berbeda.



Menanggapi kebutuhan tersebut, Studioninedots merancang rumah ini sebagai tumpukan lima lantai yang terdiri dari berbagai volume, masing-masing memiliki fungsi berbeda.


Volume-volume yang membentuk Light House dipisahkan oleh ruang kosong yang dibungkus bata kaca dan kisi logam, sehingga cahaya dan udara dapat tersaring masuk ke dalam interior.





Salah satu partner Studioninedots, Metin van Zijl, menjelaskan bahwa desain ini terinspirasi dari keinginan klien akan rumah yang dipenuhi cahaya sekaligus mampu mendukung gaya hidup tiap anggota keluarga yang berbeda, sambil tetap menghadirkan ruang untuk bertemu dan terhubung.


Ia juga menambahkan bahwa dalam proses desain, mereka memikirkan bagaimana rumah vertikal lima lantai di lahan terbatas tetap bisa menciptakan pertemuan yang terasa alami, sambil menjaga keseimbangan antara privasi dan interaksi sosial, yang mereka sebut sebagai konsep hidup terpisah sekaligus bersama.




Di balik fasad bata kaca, pintu masuk Light House mengarah ke area terbuka dengan langit-langit tinggi ganda yang mencakup ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang diatur mengelilingi sebuah pohon, sementara volume ruang di atasnya terlihat saling berpotongan secara geometris.


Ruang terbuka ini menciptakan sumbu langsung menuju taman di bagian belakang rumah melalui pintu kaca geser, serta semakin terang berkat bentangan bata kaca di bagian depan dan belakang.







Di atas area ini terdapat ruang kecil yang difungsikan sebagai tempat beristirahat untuk menonton film, bersantai, atau yoga, bersebelahan dengan mezzanine kecil di atas teras masuk dan kamar mandi yang menghadap ke lantai dasar.


Baca juga: Desain Robekan Alami Canyon yang Mencuri Perhatian






“Dengan memisahkan elemen programatiknya secara halus dan mendistribusikannya ke berbagai lantai, muncul cara hidup yang baru,” ujar Metin van Zijl. Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan ini menciptakan banyak titik dalam rumah yang bisa digunakan sepanjang hari untuk duduk dengan nyaman dan merasakan pengalaman ruang yang berbeda.


Sebuah tangga spiral juga menghubungkan ke dua lantai teratas rumah, sekaligus memperkuat alur sirkulasi vertikal yang menyatukan seluruh ruang di dalam hunian tersebut.





Sumber foto: Sebastian van Damme