Ada banyak jenis-jenis kompor yang bisa Anda pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan, budget, dan aktivitas memasak di dapur. Salah satunya yaitu kompor freestanding. Kompor freestanding adalah jenis-jenis kompor yang menggabungkan tungku di bagian atas dan oven atau pemanggang di bagian bawahnya. Jenis kompor ini umumnya menggunakan LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau listrik/induksi sebagai sumber panasnya. 

Sebelum memutuskan untuk menggunakan kompor freestanding di dapur rumah Anda, pahami terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan kompor freestanding berikut ini. Simak!


Kelebihan dan Kekurangan Kompor Freestanding


Kelebihan Kompor Freestanding


1. Fleksibilitas dalam Penempatan

Salah satu kelebihan utama dari kompor freestanding yaitu karena fleksibilitasnya dalam penempatan di dapur. Tidak seperti model kompor tanam (built-in), atau kompor gas yang membutuhkan meja untuk penempatannya, kompor freestanding—sesuai namanya—dapat berdiri sendiri dan ditempatkan di mana saja di dapur rumah Anda, selama tersedia sumber listrik atau saluran gas yang memadai. Itu artinya, Anda bebas menentukan penempatan kompor freestanding, atau saat nantinya Anda ingin mengatur ulang penempatan kompor sesuai kebutuhan. 


2. Peralatan Memasak yang Lengkap


JOSBRA design / Unsplash

Dengan menggabungkan dua peralatan memasak dalam satu unit, yaitu kompor dan oven/pemanggang, kompor freestanding berfungsi sebagai alat masak yang lengkap. Anda bisa memasak makanan di atasnya dan memanggang di bawahnya dalam waktu yang bersamaan. Dengan begitu, Anda tidak perlu membeli dan memasang kompor dan oven/pemanggang secara terpisah. Itu artinya juga Anda bisa menghemat budget yang perlu Anda keluarkan untuk peralatan dapur. 


3. Kemudahan Instalasi


Naomi Hébert / Unsplash

Instalasi yang terbilang mudah jadi kelebihan kompor freestanding lainnya. Hal ini karena, jenis kompor freestanding dapat berdiri sendiri dan bisa ditempatkan di mana saja selama tersedia sumber listrik atau saluran gas, serta tidak perlu ditanam pada peralatan dapur lainnya. Jadi, Anda bisa langsung menempatkan kompor freestanding lalu menyambungkan dengan sumber listrik atau saluran gas, dan mulai memasak. Kemudahan instalasi ini tentu saja dapat menghemat waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk jasa pemasangan profesional.


4. Memiliki Desain yang Beragam


Andre Francois McKenzie / Unsplash

Saat ini, kompor freestanding tersedia dengan berbagai desain, ukuran, dan warna yang menarik. Baik Anda mencari kompor freestanding dengan desain simple dan sleek, ataupun kompor freestanding dengan desain modern dan pop color. Kompor freestanding juga memiliki jumlah tungku yang beragam, dari tungku 4 hingga tungku 6, yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. 


Kekurangan Kompor Freestanding




1. Harga yang Relatif Mahal

Harga yang relatif lebih mahal jadi salah satu kekurangan dari kompor freestanding. Wajar saja, itu karena banyaknya fitur, kemudahan instalasi, dan desain yang lebih beragam dan menarik dari jenis-jenis kompor lainnya. 


2. Ukuran Kompor Besar dan Bobot Berat


Keegan Checks / Pexels 

Umumnya, kompor freestanding memiliki ukuran yang besar dan bobot yang berat jika dibandingkan dengan jenis-jenis kompor lainnya. Dengan ukurannya yang besar, tentunya Anda perlu menyediakan space yang cukup luas di dapur agar kompor ini muat. 


3. Keterbatasan Desain


Taryn Elliott / Unsplash

Meskipun kompor freestanding memiliki pilihan desain yang beragam, tapi Anda mungkin tidak bisa mendapatkan desain yang sama dengan desain konsep atau furnitur dapur lainnya. Anda mungkin juga bisa mendapati ukuran kompor freestanding yang bisa lebih besar atau lebih tinggi dibandingkan dengan kabinet atau countertop dapur. Ini karena, kompor freestanding tidak bisa didesain khusus sesuai dengan dapur Anda. 


4. Relatif Lebih Sulit Dibersihkan

Jika dibandingkan dengan kompor tanam atau kompor gas, kompor freestanding relatif lebih sulit dibersihkan. Itu karena, kompor freestanding memiliki detail yang lebih banyak dibandingkan dengan jenis-jenis kompor lainnya, membuatnya menjadi lebih sulit dibersihkan. Belum lagi, Anda mungkin perlu menggeser kompor freestanding yang memiliki ukuran besar dan bobot berat untuk membersihkan bagian belakangnya. Tentunya, itu bukan pekerjaan yang mudah dilakukan dalam waktu singkat. 



Itulah tadi kelebihan dan kekurangan kompor freestanding. Meskipun memiliki fitur lengkap, fleksibilitas penempatan, kemudahan instalasi, dan saat ini memiliki beragam desain yang menarik, tetapi jenis kompor ini tergolong memiliki harga yang relatif mahal, ukurannya besar dan bobotnya berat, desainnya tidak bisa disesuaikan dengan dapur Anda, dan lebih sulit dibersihkan dibandingkan jenis kompor lainnya. 

Pada akhirnya, Anda tetap perlu menyesuaikan dengan kebutuhan, budget, dan aktivitas memasak di dapur, sebelum memilih untuk menggunakan kompor freestanding di dapur Anda.