Kompor adalah satu alat penting untuk mendukung aktivitas memasak di dapur. Ada banyak jenis-jenis kompor yang tersedia di pasaran, dari yang menggunakan gas hingga aliran listrik sebagai energi utamanya. Meski tampak sepele, tetapi memilih jenis kompor yang tepat dapat memengaruhi efisiensi memasak, estetika dapur, dan biaya maintenance yang perlu dikeluarkan setiap bulannya. 

Berikut ini CASA sudah merangkum beberapa jenis-jenis kompor untuk dapur, yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Ini jenis-jenisnya:

1. Kompor Gas


Photo: modena.com


Kompor gas merupakan jenis kompor paling populer dan banyak digunakan di rumah tangga. Selain memiliki harga yang terjangkau dan instalasi yang mudah, kompor gas juga memiliki pengatur suhu yang presisi, sehingga Anda bisa dengan mudah mengatur panas sesuai kebutuhan memasak. 

Jenis kompor ini memiliki respons panas yang lebih cepat dan mampu mendistribusikan panas secara merata ke peralatan masak, sehingga ideal untuk berbagai teknik memasak. Kompor gas menggunakan propana dan butana sebagai sumber panas utamanya, yang sudah diproses khusus menjadi LPG (Liquefied Petroleum Gas). 


2. Kompor Listrik


Photo: oxone-indonesia.com


Kompor listrik juga termasuk jenis-jenis kompor yang paling populer. Kompor listrik biasanya memiliki permukaan memasak yang datar, sering kali terbuat dari bahan keramik-kaca, dan dibawahnya terdapat gulungan logam yang berfungsi untuk mentransfer panas dari aliran listrik ke peralatan masak. 

Kompor listrik mampu mendistribusikan panas secara konsisten, tapi mungkin memiliki respons panas dan dingin yang lebih lama sehingga kontrol suhunya bisa sedikit kurang tepat. Jenis kompor ini juga sangat rentan terhadap pemanasan yang tidak merata. 

Ketika dimatikan, permukaan kompor listrik biasanya masih akan terasa panas, jadi Anda perlu menunggu beberapa saat sampai permukaan kompor kembali dingin dan lebih aman saat disentuh atau tersentuh. 

Kompor listrik biasanya memiliki tampilan yang simple, sehingga sering dipilih untuk menambah nilai estetika dan memberikan tampilan modern pada dapur. 


3. Kompor Induksi


Photo: electrolux.co.id


Desainnya yang simple, clean, dan sleek membuat jenis kompor induksi tak kalah populer dibandingkan dua jenis kompor sebelumnya. Sama halnya dengan kompor listrik, kompor induksi juga tidak memerlukan api untuk memasak. 

Kompor induksi menggunakan elektromagnet sebagai pengganti gulungan logam, sehingga menghasilkan respon panas dan dingin yang lebih cepat dan mampu mendistribusikan panas secara merata ke peralatan masak, sambil tetap menjaga permukaan kompor tetap dingin saat disentuh atau tersentuh. Selain itu, kompor induksi memiliki pengontrol suhu yang tepat untuk transisi instan dari panas tinggi ke rendah. 

Meskipun memungkinkan pemanasan yang cepat, merata, dan kontrol suhu yang tepat, tetapi kompor induksi memerlukan peralatan masak khusus agar kompor dapat bekerja sebagaimana mestinya. Biasanya, peralatan masak yang bisa digunakan pada kompor induksi yakni yang berbentuk datar pada bagian bawahnya dan memiliki lapisan feromagnetik sebagai penghantar panas (konduktor). 

Jadi, peralatan masak biasa atau yang tidak memiliki lapisan magnet di bawahnya tidak bisa Anda gunakan untuk memasak menggunakan kompor induksi, yang artinya Anda perlu mengeluarkan ekstra budget untuk membeli peralatan masak khusus. 



Sama halnya dengan kompor listrik, kompor induksi juga bisa menambah nilai estetika dan memberikan tampilan modern pada dapur Anda. 


4. Kompor Portable 


Sesuai namanya, kompor portable merupakan jenis kompor yang berukuran kecil—dibandingkan dengan jenis-jenis kompor lainnya—dan praktis dibawa kemana-kemana atau dipindah-pindahkan. Biasanya, kompor portable sering digunakan untuk aktivitas luar ruangan seperti berkemah atau acara barbeque sederhana di rumah. Kompor portable memerlukan gas butana sebagai sumber panas utamanya. 

Karena ukuran kompor portable yang kecil jika dibandingkan jenis kompor lainnya, maka Anda juga harus menggunakan peralatan masak dengan ukuran yang sesuai. 


5. Kompor Freestanding


@smeg.id


Jenis kompor freestanding biasanya menggunakan LPG (Liquefied Petroleum Gas) atau listrik/induksi sebagai sumber panas. Sebuah kompor freestanding biasanya datang dengan oven atau pemanggang di bawahnya. Dengan begitu, Anda bisa memasak makanan di atasnya dan memanggang di bawahnya dalam waktu yang bersamaan. Kompor freestanding memiliki jumlah tungku yang beragam, dari tungku 4 hingga tungku 6 yang bisa Anda sesuai kebutuhan. 


6. Kompor Komersil


Photo: rinnai.co.id


Sesuai namanya, kompor komersial merupakan jenis kompor yang memang dipergunakan untuk tujuan memasak komersial, aktivitas memasak di restoran, misalnya. Jenis kompor ini dapat mengefisienkan aktivitas memasak besar di dapur restoran, karena dilengkapi dengan pembakar BTU tinggi yang menghasilkan api besar sehingga waktu memasak bisa lebih singkat. 

Karena memang dipergunakan untuk aktivitas besar, tidak mengherankan jika ukuran kompor komersil juga besar dengan hanya terdiri dari satu tungku. 


Itulah enam jenis-jenis kompor untuk dapur rumah Anda, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda dalam memasak, efisiensi memasak, estetika dapur, dan budget yang Anda miliki.