Miu Miu mengadakan Miu Miu Literary Club 2026 bertajuk Politics of Desire di Circolo Filologico Milanese, Via Clerici 10, Milan, pada 22–24 April 2026. Lokasi acara berada di kawasan jalanan yang menyimpan banyak tempat tersembunyi dengan sejarah panjang. Di salah satu jalan tersebut berdiri Circolo Filologico Milanese, sebuah asosiasi budaya tertua di kota yang didirikan pada 1872 oleh Eugenio Torelli Viollier. Bangunan ini telah ada sejak 1908 dan menempati Via Clerici 10, dirancang oleh Luigi Perrone dengan gaya Art Nouveau yang sederhana.





Memasuki bangunan, pengunjung disambut atrium besar dengan dua tangga menuju lantai atas. Di lantai mezzanine terdapat aula bergaya liberty yang terang oleh jendela besar, memperlihatkan lantai parket dan detail pagar besi tempa yang elegan. Sementara itu, lantai pertama menampung perpustakaan dengan lebih dari seratus ribu koleksi buku, termasuk sejumlah karya langka. Ruang aula inilah yang menjadi pusat visual acara, di mana furnitur B&B Italia tampil dalam dokumentasi fotografi Tommaso Sartori, menghadirkan perpaduan antara modernitas dan warisan sejarah dalam nuansa yang tak lekang oleh waktu.


Baca juga: Seru & Unik! Instalasi Buah Raksasa Hadir di Milan





Acara ini berada di bawah arahan Miuccia Prada dan menjadi edisi keempat yang melanjutkan upaya Miu Miu dalam membangun dialog dengan budaya kontemporer, khususnya terkait seksualitas, hasrat, dan persetujuan. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana hasrat tidak hanya bersifat personal, tetapi juga memiliki dimensi politik yang berkaitan dengan hak individu untuk menentukan diri sendiri.


Selama 3 hari penyelenggaraan, program dikembangkan dari karya dua penulis penting, yaitu Annie Ernaux melalui A Girl’s Story (2016) dan Ama Ata Aidoo melalui Changes: A Love Story (1991). Diskusi yang berlangsung terinspirasi dari tradisi salon sastra Eropa, dengan tambahan sesi kuliah yang memperluas pembahasan mengenai peran sastra dalam membongkar identitas dan struktur sosial.





Hari pertama menghadirkan pembahasan karya Annie Ernaux yang menyoroti hubungan kompleks antara hasrat dan persetujuan, serta bagaimana ekspektasi sosial membentuk pengalaman personal. Annabelle Hirsch, Lea Melandri, dan Megan Nolan membahas tema ini dari berbagai perspektif, dipandu oleh Lou Stoppard. Di hari yang sama, Olga Goriunova menyampaikan kuliah tentang relasi antara hasrat dan kecerdasan buatan berdasarkan bukunya Ideal Subjects. The Abstract People of AI (2025), dengan pengantar dari Jennifer Guerra yang mengaitkannya dengan subjektivitas kontemporer.






Hari kedua berfokus pada karya Ama Ata Aidoo, yang mengangkat kisah perempuan Ghana dalam menghadapi pilihan hidup yang kompleks antara tradisi dan modernitas. Diskusi ini melibatkan Francesca Marciano, Wayétu Moore, dan Gloria Wekker, dengan Nadia Beard sebagai moderator, membahas bagaimana pilihan personal dapat menjadi bentuk negosiasi terhadap struktur patriarki. Setelah itu, Katherine Angel membahas cara memahami persetujuan dalam konteks modern, dengan menekankan pentingnya melihat kerentanan sebagai bagian dari relasi, dan diperkenalkan oleh Elisa Cuter.




Seluruh rangkaian ini dikurasi oleh Olga Campofreda bersama Rosi Braidotti, serta dilengkapi dengan pertunjukan musik dan pembacaan karya sastra. Untuk pertama kalinya, dihadirkan pula Curated Library yang disusun oleh Rosi Braidotti, sebagai ruang refleksi terhadap tulisan sebagai medium ekspresi perempuan.





Pada hari terakhir, ruang acara dibuka untuk publik dan diubah menjadi ruang baca yang memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan koleksi buku yang tersedia. Momen ini dirancang sebagai penutup yang lebih terbuka, guna memperkuat dialog budaya sekaligus menegaskan peran tulisan dalam membangun koneksi sosial.




Salah satu gagasan utama yang diangkat dalam keseluruhan acara ini menegaskan bahwa hasrat dapat dipahami sebagai kekuatan yang berkaitan erat dengan hak seseorang untuk menentukan dirinya sendiri.






Sumber foto: Miu Miu