Apa arti rumah bagi Anda saat ini? Dan untuk siapa sebenarnya rumah itu? Pertanyaan yang terlihat sederhana ini menyimpan makna yang mendalam dan menyentuh. Rumah bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan sebagai tempat berlindung yang aman.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Pameran Home Sweet Home di MAD Brussels, Belgia berakar dari gagasan mendasar ini. Berlangsung sejak 11 Maret sampai 25 Mei 2026, pameran yang dirancang oleh desainer interior sekaligus jurnalis asal swiss Connie Hüsser ini bertujuan untuk mengajak pengunjung merenungkan lebih dalam tentang makna rumah.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Meskipun fokus pameran ini digambarkan melalui objek kecil seperti sangkar burung, namun makna yang ingin ditunjukkan oleh pameran ini tetap sama seperti gagasan rumah pada umumnya.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Direktur Artistik MAD menganalogikan sangkar burung seperti benda yang rapuh namun tetap kuat menaungi penghuni di dalamnya, yaitu sebagai ruang berlindung seperti rumah yang sama-sama tidak bisa tergantikan oleh tempat lain.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Selain itu, sangkar burung juga bermakna sebagai objek desain yang dapat menghubungkan arsitektur, kepedulian, serta kehidupan lingkungan yang berdampingan antarspesies.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Setiap sangkar burung menjadi saksi atas keterlibatan manusia sehingga dapat mengajak pengunjung merenungkan migrasi dan ekologi dalam habitat bersama.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Pameran ini dibuka di ibu kota Belgia. Sebanyak 83 kontributor dari Belgia dan luar negeri turut berpartisipasi, termasuk di antaranya adalah Marcelis, Lee, Lamb, Philippe Malouin, Wang & Söderström, Bethan Laura Wood, serta masih banyak lagi desainer ternama lainnya.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Baca juga Menjelajah 10 Rumah Seniman Paling Ikonis di Dunia Seni


Para desainer menggambarkan bahasa visualnya sendiri melalui eksplorasi bentuk sangkar burung, seolah-olah menghadirkan objek miniatur dari desain khas mereka.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia


Misalnya seniman asal belgia Linde Freya Tangelder turut berpartisipasi menghadirkan karyanya. Desainnya ditandai dengan ukiran-ukiran kayu yang dibentuk menjadi Archetypes.




home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia

Linde Freya Tangelder


Lalu desainer asal luar negeri yaitu Kwanghoo Lee dari Korea Selatan menampilkan karyanya yang berjudul “Hairy Birdhouse”. Melalui identitas seni yang khas, Lee mengolah tali dan benang menjadi rumah burung yang artistik.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia

Kwanghoo Lee 


Sementara itu terdapat rumah burung yang dilengkapi oleh atap berbentuk pelana curam karya Bethan Laura Wood. Rumah burung ini memiliki pola warna-warni yang akan mudah dikenali oleh para penggemar karyanya.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia

Bethan Laura Wood


Tidak ketinggalan, desainer asal Prancis yaitu Jenna Kaës juga menampilkan karya rumah burungnya yang dibuat dari kain berlapis sehingga dapat menyerupai kastil istana yang gelap.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia

Jenna Kaës


Baca juga Aktivitas Harian Diolah jadi Instalasi Playful!


terdapat juga rumah burung yang diwujudkan melalui teknik kaca tiup yang tampak rapuh karya Jochen Holz dari London ini.


home sweet home, mad brussels, belgia._casa indonesia

Jochen Holz


Melalui “Home Sweet Home" Connie Hüsser mendorong pengunjung untuk dapat kembali ke akar agar dapat memikirkan apa makna hidup sesungguhnya. Tidak hanya bagi diri kita sendiri sebagai manusia, namun juga berlaku bagi segala bentuk kehidupan lain di dunia ini.


Sumber teaser dan foto oleh MAD Brussels