-
Serangkaian bangunan publik berskala besar akan membentuk Distrik Budaya Qiantang Bay yang dirancang oleh Zaha Hadid Architects di sepanjang Zhedong Canal di Hangzhou, China.
Proyek yang digagas oleh Zaha Hadid Architects ini akan menghadirkan berbagai bangunan budaya dan pendidikan, seperti perpustakaan, pusat pemuda, dan museum. Kawasan tersebut juga akan dilengkapi taman lanskap, plaza terbuka, serta ruang pertunjukan yang dirancang untuk aktivitas publik.
.jpg)
Selain itu, dalam kawasan ini juga direncanakan pembangunan galeri, gedung musik, dan pusat kebugaran sebagai bagian dari pengembangan distrik budaya tersebut.
Visualisasi rancangan menunjukkan tiga bangunan tepi air berbentuk skulptural yang dikelilingi ruang luar hijau, serta tangga yang mengarah langsung ke kanal. Di seluruh area juga akan dibangun jaringan jembatan dan jalur pejalan kaki yang menghubungkan kedua sisi kanal sekaligus mengaitkan distrik baru ini dengan kota di sekitarnya.
.jpg)
Sumbu Air Pusat Qiantang Bay menciptakan rangkaian taman lanskap, teras, dan kebun baru di sepanjang Kanal Zhedong, sekaligus mengubah kawasan industri lama di cekungan kanal menjadi koridor hijau baru yang mengalir melalui jantung kota.
Dalam distrik ini, perpustakaan dirancang dengan bentuk berlekuk yang terinspirasi dari kontur alam di Hangzhou. Bangunan perpustakaan tersebut akan memiliki volume kaca besar, dibingkai oleh kolom arsitektural berukuran besar yang dapat digunakan pengunjung sebagai ruang membaca sekaligus penyimpanan koleksi.
.jpg)
Kolom-kolom tersebut tidak hanya berfungsi sebagai struktur penopang, tetapi juga menjadi identitas arsitektural bangunan yang dianalogikan sebagai “batu-batu pengetahuan”. Di dalamnya akan ditempatkan berbagai koleksi literatur serta arsip perpustakaan.
Pada bagian luar, fasad perpustakaan akan menggunakan elemen kaca lipat untuk memaksimalkan cahaya alami yang masuk ke dalam ruang. Material ini dipadukan dengan ubin batu yang terinspirasi dari kerajinan giok khas wilayah tersebut.
Baca juga: Kampus Ini Gunakan Dinding Tanah dan Atap Zig-zag
Visualisasi bangunan juga memperlihatkan bagian bawah atap yang menggantung dengan permukaan mengilap, serta struktur kayu melengkung di interiornya.
.jpg)
Selain perpustakaan, kawasan ini juga akan memiliki International Youth Centre dengan bentuk bertingkat yang dipenuhi teras dan terinspirasi dari karakter tepi air di sekitarnya. Geometri fasad bangunan tersebut disebut akan berlanjut hingga ke bagian interior yang diukir, tempat auditorium, studio, dan ruang acara dirancang untuk mendukung aktivitas pelajar di kota tersebut.
Di seluruh kawasan, strategi pencegahan banjir juga akan diterapkan dengan mengacu pada infrastruktur sponge city yang telah digunakan di Hangzhou. Penataan lanskap akan memanfaatkan permukaan berpori, saluran tanaman, serta fitur penampungan air untuk membantu mengelola limpasan air hujan.
.jpg)
Sumber foto: Proloog / ZHA
-




