Pembukaan museum baru selalu jadi momen penting yang mampu hidupkan sebuah kota, bahkan negara. Kenapa? Karena kehadiran museum bisa  tumbuhkan antusiasme publik terhadap seni, desain, dan pengetahuan.


LACMA /  Iwan Baan


Tahun 2025 lalu, pembukaan The Grand Egyptian Museum menjadi salah satu peristiwa budaya paling spektakuler dan banyak dibicarakan secara global. Memasuki 2026, dunia diprediksi akan kembali menyambut deretan museum baru yang tak kalah menarik, yang tersebar di berbagai belahan dunia. Museum-museum ini hadir dalam beragam pendekatan. Ada bangunan baru dengan desain ikonis yang merespons lanskap dan konteks kota di sekitarnya, ada pula proyek adaptasi ulang yang menghidupkan kembali bangunan lama dengan nilai sejarah kuat, lalu diterjemahkan ke dalam fungsi budaya yang relevan dengan masa kini. Seluruhnya menawarkan pengalaman yang tidak hanya kuat secara artistik, tetapi juga memikat dari sisi arsitektur.


Baca juga, Museum Terbesar di Dunia, Grand Egyptian Museum Resm Dibuka!


CASA Indonesia merangkum sepuluh museum baru yang layak masuk daftar kunjungan di tahun 2026. Mulai dari Guggenheim Abu Dhabi karya Frank Gehry yang akan menjadi kompleks Guggenheim terbesar di dunia, hingga V&A East Museum di London yang dikenal dengan pendekatan arsitekturnya yang ekspresif serta koleksi desain ikonis, termasuk karya Balenciaga. Sepuluh museum ini menjadi bukti bagaimana seni, arsitektur, dan ruang publik terus berkembang dan membentuk wajah budaya global ke depan.


1.Guggenheim Abu Dhabi

Desain oleh Frank Gehry

Lokasi: Saadiyat Island Cultural District, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

Rencana pembukaan: 2026

Dengan luas mencapai 42.000 meter persegi, Guggenheim Abu Dhabi akan menjadi museum Guggenheim terbesar di dunia, melengkapi jaringan museum yang telah hadir di New York, Venice, dan Bilbao. Dijadwalkan dibuka pada 2026, museum ini menawarkan cara baru menikmati seni kontemporer dalam konteks lanskap gurun yang khas.


Gehry Partners


Berlokasi di Pulau Saadiyat dan menghadap langsung ke Teluk Arab, bangunan ini dirancang dengan strategi iklim pasif yang responsif terhadap kondisi lingkungan setempat. Bentuk arsitekturnya yang ikonik menampilkan galeri dengan variasi tinggi, bentuk, dan skala, sehingga mampu mengakomodasi instalasi seni berskala besar. Galeri berbentuk kerucut yang dihubungkan oleh jembatan kaca tersebar mengelilingi atrium setinggi empat lantai, menciptakan pengalaman ruang yang dinamis sekaligus monumental.



2. Suzhou Museum of Contemporary Art

Desain oleh Bjarke Ingels Group (BIG)

Lokasi: Suzhou, Tiongkok

Rencana pembukaan: Maret 2026

Suzhou Museum of Contemporary Art / Ye Jianyuan


Suzhou Museum of Contemporary Art dirancang sebagai sebuah kawasan budaya yang terdiri dari 12 paviliun dan halaman terbuka. Museum seluas 60.000 meter persegi ini menampilkan paviliun-paviliun yang dikelompokkan di bawah atap menerus, terinspirasi dari karakter atap tradisional Tiongkok.


Suzhou Museum of Contemporary Art / Ye Jianyuan


Empat paviliun utama difungsikan sebagai galeri pameran, sementara paviliun lainnya menampung aula serbaguna, teater, hingga restoran. Fasad kaca bergelombang yang melengkung berpadu dengan deretan kolom berirama, membentuk pola yang terinspirasi dari “Chinese knot”. Pendekatan ini tidak hanya menghadirkan identitas visual yang kuat, tetapi juga mengaburkan batas antara arsitektur dan alam, dengan pantulan langit, air, dan taman yang menyatu dalam pengalaman ruang pameran.


3. Lucas Museum of Narrative Arts

Desain oleh MAD Architects

Lokasi: Los Angeles, Amerika Serikat

Rencana pembukaan: September 2026

Lucas Museum of Narrative Arts didedikasikan untuk seni visual naratif, yakni karya yang menyampaikan cerita melalui gambar, lintas media, dan lintas periode. Koleksi permanennya mencakup lebih dari 40.000 karya, mulai dari ilustrasi, lukisan, mural, komik, ilustrasi buku anak, seni fiksi ilmiah, fotografi, hingga sinema.


Lucas Museum of Narrative Arts / Eric Furie


Bangunan seluas 300.000 meter persegi ini berdiri di atas lahan 11 hektar yang sebelumnya merupakan area parkir terbuka. Dengan bentuk lengkung dan pahatan, museum ini diangkat dari permukaan tanah untuk menciptakan area teduh di bawahnya. Di dalamnya terdapat 35 galeri dengan total luas 100.000 meter persegi, dua teater, perpustakaan, ruang komunitas dan edukasi, serta kafe, restoran, dan toko museum. Desain lanskap oleh Mia Lehrer dari Studio-MLA melengkapi pengalaman dengan jalur pejalan kaki, area hijau, dan ruang berkumpul luar ruang yang menghubungkan museum dengan kawasan Exposition Park di sekitarnya.


4. V&A East Museum

Desain oleh O’Donnell + Tuomey

Lokasi: London, Inggris

Rencana pembukaan: April 2026

O’Donnell + Tuomey


V&A East Museum di London akan menampilkan koleksi V&A yang mendunia, sekaligus karya-karya terbaik seni, desain, dan pertunjukan kontemporer. Programnya mencakup pameran berskala besar, galeri tematik, acara publik, proyek berbasis komunitas, instalasi, hingga kolaborasi kreatif lintas disiplin. Museum ini juga dilengkapi kafe, area ritel, ruang terbuka, serta pemandangan langsung ke arah taman.


O’Donnell + Tuomey


Desain arsitekturnya terinspirasi dari karya-karya Balenciaga. Eksterior bangunan dirancang layaknya busana lipat tiga dimensi, dengan bentuk sudut yang tegas dan identitas visual yang kuat. Tampilan bangunan berubah tergantung sudut pandang, menegaskan perannya sebagai titik transisi antara bangunan institusional dan kawasan hunian di sekitarnya. Museum ini memiliki kafe di Waterside Square serta teras atap yang dapat diakses publik. Dua pintu masuk utama yaitu dari level podium dan area Seafront, kemudian mengarah ke galeri yang tersusun mengelilingi inti bangunan, mendorong pengunjung untuk menjelajah ruang secara menyeluruh.


5. LACMA David Geffen Galleries

Desain oleh Peter Zumthor

Lokasi: Los Angeles, Amerika Serikat

Rencana pembukaan: April 2026

Dirancang oleh Peter Zumthor, LACMA David Geffen Galleries akan menjadi rumah baru bagi koleksi permanen LACMA dan menjadi salah satu museum wajib kunjung pada tahun 2026. Bangunan ini memiliki bentuk memanjang dan berlekuk, dibangun dari material kaca dan beton bertulang, serta diangkat di atas tujuh paviliun struktur yang tersebar tidak beraturan di tapak.


LACMA / Iwan Baan


Paviliun-paviliun tersebut, dengan ukuran yang beragam, berada di lantai dasar dan menampung fungsi publik seperti restoran, area ritel, tempat duduk luar ruang, serta area servis termasuk loading dock. Paviliun terbesar difungsikan sebagai teater baru. Akses menuju ruang pamer disediakan melalui dua tangga beton eksterior utama, sementara galeri di lantai atas terdiri dari volume-volume persegi panjang yang tersusun dalam konsep open plan. Satu garis kaca mengelilingi seluruh lantai atas, dilengkapi jendela besar dari lantai hingga plafon pada area paviliun publik.


6. Memphis Art Museum

Desain oleh Herzog & de Meuron

Lokasi: Memphis, Tennessee, Amerika Serikat

Rencana pembukaan: Desember 2026




Memphis Art Museum / Herzog de Meuron


Memphis Art Museum dirancang oleh Herzog & de Meuron sebagai museum kota di pusat Memphis, sekaligus menjadi bagian penting dari pengembangan ulang kawasan tepi Sungai Mississippi. Bangunan ini merespons nilai sejarah kawasan dan prinsip tata kota yang telah menjadi fondasi Memphis sejak awal, dengan memperluas skala ruang publik tradisional di sepanjang Front Street.


Memphis Art Museum / Herzog de Meuron


Museum ini terdiri dari dua elemen utama: paviliun galeri dan struktur bluff yang direkonstruksi sebagai dasar miring. Keduanya membentuk komposisi arsitektur yang menjembatani pusat kota dan sungai. Volume galeri berbentuk persegi panjang datar mengelilingi courtyard di dalam, dengan pelapis fasad yang terinspirasi dari warna tanah liat alami di tepi sungai. Struktur kayu pada interior dibiarkan terekspos, menghadirkan kehangatan dan kejujuran material.


Baca juga, 5 Rekomendasi Museum Unik di Indonesia yang Wajib Dikunjungi


7. Tashkent Centre for Contemporary Art

Desain oleh Studio KO

Lokasi: Tashkent, Uzbekistan

Rencana pembukaan: Maret 2026

 Studio KO


Tashkent Centre for Contemporary Art direncanakan akan berfungsi sebagai platform seni kontemporer Uzbekistan dan internasional. Museum ini merupakan hasil transformasi depo trem dan pembangkit listrik diesel yang dibangun pada tahun 1912, menjadikannya institusi permanen pertama di Asia Tengah yang berfokus pada seni kontemporer dan riset.


 Studio KO


Studio KO mengusung pendekatan yang menekankan kesinambungan antara masa lalu dan masa kini. Karakter industrial bangunan lama dipertahankan, lalu diperkaya dengan elemen desain baru. Dengan prinsip “menghormati memori bangunan industri yang kuat sambil memberinya kehidupan puitis baru”, museum ini menghadirkan ruang-ruang yang kontemplatif dan fleksibel, menggunakan material tradisional Uzbekistan serta motif penyaring cahaya. Bangunan dirancang untuk terus berkembang seiring program dan ide yang diwadahinya, menjadikannya katalis pertukaran budaya.



8. New Museum

Desain oleh OMA

Lokasi: New York, Amerika Serikat

Rencana pembukaan: Maret 2026

New Museum merupakan satu-satunya museum di New York yang secara khusus didedikasikan untuk seni kontemporer. Pada tahun 2019, OMA terpilih untuk merancang proyek ekspansi museum ini, dengan tambahan luas sekitar 60.000 meter persegi.


OMA


Ekspansi ini melengkapi bangunan utama karya SANAA, dengan menggandakan luas galeri, memperbaiki sirkulasi pengunjung, serta menyediakan fasilitas khusus bagi inkubator budaya NEW INC. Meski tampil dengan ekspresi eksterior yang berbeda, bangunan baru terintegrasi secara mulus dengan struktur lama di bagian interior. Keselarasan tinggi plafon di lantai dua hingga empat memastikan kesinambungan ruang. Fasad luar menggunakan kaca berlapis metal mesh, menciptakan tampilan transparan yang menyatu dengan bangunan SANAA.


OMA


Di lantai dasar, museum menghadirkan lobi yang diperluas, toko buku yang lebih besar, restoran, serta plaza masuk yang dapat diakses publik. Lantai atas menampung studio residensi seniman, forum berkapasitas 74 kursi, dan ruang tambahan untuk NEW INC. Sky Room di lantai tujuh tetap mempertahankan panorama pusat kota Manhattan.


9. Drift Museum

Desain oleh zU-studio

Lokasi: Amsterdam, Belanda

Rencana pembukaan: 2026

zU-Studio


Drift Museum merupakan proyek adaptif reuse dari kompleks industri Van Gendt Hallen yang dibangun antara 1898–1905 untuk produksi kereta dan mesin. Dirancang oleh zU-studio, museum ini mengubah lima aula pabrik monumental abad ke-19 menjadi lingkungan dinamis tempat seni, arsitektur, dan keberlanjutan bertemu.


zU-Studio


Dengan luas sekitar 8.000 meter persegi, museum ini menjadi puncak perjalanan 18 tahun karya seniman Lonneke Gordijn dan Ralph Nauta. Terinspirasi dari seri Materialism karya Drift, ruang-ruang museum dirancang untuk dapat mengembang dan menyempit sesuai kebutuhan karya, sambil mempertahankan suasana yang tenang dan netral. Lebih dari sekadar wadah pameran statis, Drift Museum dirancang untuk mendukung pertunjukan dan acara berskala besar, menjadikannya institusi budaya yang hidup dan terus berevolusi.


Baca juga, Fragrance Museum ini Terjemahkan Aroma ke Dalam Desain!


10. MoN Takanawa: The Museum of Narratives 

Desain oleh Kengo Kuma

Lokasi: Tokyo, Jepang

Rencana pembukaan: Maret 2026

Kengo Kuma Associates


Museum eksperimental ini dirancang dengan visi “100 tahun ke depan”, dengan mengangkat narasi sebagai medium utama untuk mempertemukan budaya tradisional Jepang dengan teknologi dan seni kontemporer. Nama “MoN” berasal dari kata mon yang berarti gerbang sekaligus pertanyaan, merepresentasikan museum sebagai ruang masuk menuju pengalaman baru sekaligus tempat refleksi.


Kengo Kuma Associates


Museum ini memiliki ruang pameran seluas sekitar 1.500 meter persegi, dilengkapi teater LED, ruang tatami, taman atap, serta restoran dan kafe. Program pamerannya bersifat imersif dan lintas disiplin, memadukan seni, manga, makanan, dan teknologi. Pameran pembuka akan menampilkan instalasi berbasis karya Osamu Tezuka, Phoenix: The Future Chapter, yang menegaskan posisi MoN Takanawa sebagai pusat budaya baru di Tokyo, tempat tradisi dan inovasi masa depan saling berinteraksi.


Sumber foto teaser: MAD Architects