Dalam perjalanan hidup seorang manusia, tidak heran jika seseorang alami hambatan seperti quarter life crisis, midlife crisis, hingga identity crisis. Karena sebenarnya ini adalah bagian dalam proses yang mesti dijalani demi memiliki kehidupan lebih baik seperti yang diinginkan setiap orang.

Tidak heran jikalau tema Being:Becoming yang diangkat oleh Indonesia Contemporary Art & Design (ICAD) tahun ini beresonansi dengan para pengunjung yang datang. Dua kata tersebut ceritakan gagasan akan kondisi kita saat ini (being) dan berbagai kemungkinan untuk terus berkembang melampaui kondisi tersebut (becoming). Hadir sejak tanggal 8 Oktober 2026 hingga 8 November 2026, sejumlah karya mengajak pengunjung untuk berpikir ulang, refleksi terhadap diri sendiri, hingga saksikan pengalaman yang dialami seniman dan sebebas mungkin menginterpretasi karya yang hadir.





Baca juga, Dari Seni, Kita Belajar Menyayangi Bumi di ICAD 2025


Melalui tema ini, ICAD edisi ke-16 yang berlangsung di Grandkemang Jakarta menghadirkan lebih dari 40 seniman, desainer, dan praktisi kreatif dari dalam dan luar negeri. Mulai dari Indonesia, Thailand, Brunei Darussalam, Jepang, Korea Selatan, Palestina, Turki, Prancis, Belanda, Uganda, dan Amerika Serikat. Lewat karya-karyanya, para partisipan jadikan seni dan desain sebagai ruang untuk menggali beragam pertanyaan dan pengalaman.




Menonjolkan uniknya lokasi pameran yang berada di lingkungan hotel, pengunjung dapat menemukan lebih dari sepuluh kamar hotel menjadi site-specific artwork ciptaan beragam lintas profesi desain, seperti Didi Budiardjo, Urun Daya Kota, Kafin Noe’man, EMTE, dan lain-lain. 


“ICAD sejak awal menjadi ruang yang mempertemukan seni, desain, dan berbagai disiplin secara inklusif. Kami berharap ICAD dapat menjadi ruang yang dekat dan terbuka bagi publik untuk menikmati karya, bertemu dengan gagasan yang berbeda, dan melihat berbagai kemungkinan yang muncul dari pertemuan lintas disiplin ” - Edwin Nazir (Festival Director ICAD)




Berkolaborasi dengan seniman, pelaku kreatif, asosiasi, dan pusat kebudayaan asing, ICAD 16 juga menghadirkan berbagai program publik berupa talks dan workshop sepanjang penyelenggaraan pameran, serta program kawasan Kemang 12730. Termasuk salah satunya aktivitas menarik oleh Shelf Therapy’s Pop-Up Book Cart yang membawa deretan buku pilihan dari Ubud Writers & Readers Festival. Pengunjung bebas bisa membacanya dan juga sukarela saling tukar buku yang dimiliki.






Baca juga, Bertema “Publik”, ICAD XI Hadir dengan #KEMANG12730


Melanjutkan program yang telah diselenggarakan pada tahun-tahun sebelumnya, ICAD 16 kembali menghadirkan ICAD Student Tour yang bekerja sama dengan 24 sekolah, mulai dari tingkat TK hingga universitas. Selain itu, terdapat ruang spesial berkolaborasi dengan Benda Design Hub yang hadirkan sesi podcast spesial bersama para seniman selama pameran berlangsung.




Sumber foto: ICAD