Mengusung tema Envisioning nature pada tahun ini, Bintaro Design District 2023 menghadirkan instalasi seni yang tersebar di kawasan Bintaro. Dengan mengajak para desainer dan arsitektur mengingat alam dan mengimplementasikan kepada instalasi yang menarik.



Pameran yang dikurasi oleh inisiator Andra Matin, Danny Wicaksono, Budi Pradono, dan Hermawan Tanzil. Karya yang dikurasi ikut serta dalam BDD dirancang untuk bisa dinikmati dalam durasi yang tidak terlalu lama. Agar pengunjung bisa melihat banyak karya dalam satu kunjungan akibat lokasi yang tersebar di sekitar kawasan Bintaro.
Sebagai pameran terbuka yang di selenggarakan dari 8 November hingga 18 November 2023. Dengan total 94 yang berpartisipasi di semua kalangan umur. Yang menarik pada tahun ini, salah satu partisipan peserta BDD, Devan Fagan Artganta seorang anak berusia 11 tahun.



Dari beragam karya dan acara menarik yang dapat ditemukan selama BDD 2023, berikut 4 titik lokasi yang CASA rekomendasi wajib untuk dikunjungi.

1. Sekitar Kopi Manyar

Terdapat beberapa instalasi Sekitar Manyar oleh Andra Matin, Artiandi Akbar dan Andi Rahmat menampilkan hubungan desain dengan lingkungan sekitar manyar melalui fotografi, video dan tulisan. 





Pada bagian taman Manyar terdapat instalasi paviliun kucing oleh Seliku Langkah, komunitas yang diinisiasi Dite Matin dan Jefry Sanjaya ini memfokuskan pada kepedulian kucing terutama pada kucing liar. 







Di sekitar Kopi Manyar juga terdapat rumah tetangga Andra Matin yang dirancang dan kini saat BDD dibuka menjadi paviliun untuk menampilkan produk-produk Bysomwher. Produk dengan membawa brand dari Jepang dan Vietnam kemudian dinarasikan menjadi pameran yang bertemakan dengan alam.





2. BDD Center

Berada di seberang Aviary Park, Instalasi Terasa dengan tampilan paviliun yang terinspirasi dari simulasi hujan, ruangan yang dihidupi dan relasi terhadap air. Dirancang oleh Pravva Studo dan YKK AP. Primaldy Perdana mengatakan bahwa instalasi ini dibuat dengan banyak lorong ini, menampilkan bagaimana kita dapat mengatur angin pada sebuah rumah.




Terdapat pameran ADGI x Extinction Rebellion Indonesia menyampaikan pesan hubungan manusia dengan alam memlalui desain grafis, dengan sepuluh karya poster yang ditampilkan



Serta instalasi paviliun Khudi Bari House oleh arsitek Bangladesh yang pemenang Aga Khan Award 2016, Marina Tabassum dan berkolaborasi dengan TDC dan Studio dasar.

3. T-Space

Memiliki banyak instalasi ditiap lantainya, pada lantai dasar terdapat instalasi Nature Tech Fusion: Miniature of Tomorow oleh Akons Architects. Menceritakan teknologi bukanlah masa depan yang segalanya namun manusia yang menentukan masa depan mereka.



Beralih pada lantai kedua, terdapat pameran Circular Cotton Factory dari Jepang oleh Chieko Watanabe, dengan pemanfaatkan air jernih untuk mengolah limbah kapas menjadi kertas. Penggunaan bahan yang mudah dibentuk, maka menampilkan hasil menjadi mangkuk, patung dan juga instalasi yang warna warni.





Berlanjut ke area atap T-Space, terdapat pameran Eksekursi Arsitektur UI ke Tanah Karo dan Pring Studio oleh Dennis Plumer yang tampilkan furnitur bergaya minimalis dengan menggunakan bambu.




3. Atelier Riri Studio

Mengusung tema Holo sesuai dengan tema BDD dimana Atelier Riri mengolah ruang kosong menjadi ruang yang dapat digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar Kawasan studionya, yaitu di Jalan Perkici.



4. South 78

Terdapat instalasi yang menarik untuk dikunjungi di South78 kali ini. Ada Project Rebirth oleh A2J Design, Drake Liemmore dan Felynsa Phanella, Membumi oleh Demibumi, Jessica Halim, Nature Tech Material oleh karuun, HiCraft Rattan yang dirancang Vivere Group, Villages not Factories hasil kolaborasi Sukhacitta dan AGO Architects, Architecture Grand Festival Binus University dan Life After Life  



Menampilkan Instalasi yang memanfaatkan berbagai macam limbah menjadi suatu produk dan furnitur yang menarik dan indah. Acara ini juga terdapat workshop, seminar dan diskusi desain yang tentu saja mengajak kita untuk menciptakan desain yang menghargai alam.

Bintaro Design District, BDD 2023 menjadi hajatan desain dan budaya yang berfokus pada hubungan alam dan manusia. Dengan merayakan keanekaragaman bakat dan ide-ide cemerlang, acara ini tidak hanya memberikan inspirasi, tetapi juga meningkatkan apresiasi terhadap peran desain dalam membentuk masa depan yang berkelanjutan.

Sumber Foto: Bintaro Design District
Teks oleh: Asnaura