Saat musim hujan, genangan air dapat muncul di halaman rumah karena air tidak seluruhnya terserap ke dalam tanah. Salah satu cara sederhana untuk membantu meningkatkan resapan adalah dengan membuat lubang biopori. 


Karena itu, mengetahui cara membuat biopori dapat menjadi langkah praktis untuk mengelola air hujan di rumah. Biopori merupakan lubang vertikal di dalam tanah yang membantu air meresap sekaligus menjadi tempat penguraian sampah organik. 



Wastec International


Cara membuat biopori dapat diterapkan pada area tanah terbuka di sekitar rumah, terutama pada bagian yang sering tergenang saat hujan.


Daun kering, rumput, serta sisa buah dan sayuran dapat dimasukkan ke dalamnya dan terurai secara alami. Proses ini menjadi salah satu manfaat biopori.


Sebelum menerapkan cara membuat biopori, perhatikan ukuran lubang biopori. Umumnya, lubang dibuat dengan diameter 10–15 cm dan kedalaman 80–150 cm, dengan jarak sekitar 50 cm–1 meter antarlubang.



Lokasi biopori di rumah sebaiknya berada di tanah terbuka yang dapat menerima aliran air hujan. Hindari area dekat septic tank, sumur, atau sumber air bersih. Setelah dibuat, terapkan cara merawat lubang biopori dengan rutin mengisi sampah organik dan memastikan lubang tidak tersumbat.

Alat dan Cara Membuat Biopori


1. Siapkan Alat dan Tentukan Lokasi



rw01bonpal


Siapkan bor biopori atau alat pembuat lubang tanah, air, pipa PVC berlubang jika diperlukan, penutup lubang, serta sampah organik untuk mengisi lubang. Pastikan lokasi biopori berada di tanah terbuka dan tidak berdekatan dengan septic tank maupun sumber air bersih.


2. Basahi Permukaan Tanah



Sukses Filantropi


Siram area yang akan dibuat menjadi lubang biopori dengan air secukupnya. Tanah yang lembap akan menjadi lebih lunak sehingga proses pengeboran dapat dilakukan dengan lebih mudah, terutama ketika kondisi tanah sedang kering.


Baca juga: Green Arsitektur: Konsep Desain Arsitektur Masa Kini


3. Buat Lubang Secara Vertikal





Shutterstock


Gunakan bor biopori untuk membuat lubang dengan diameter sekitar 10–15 cm. Kedalaman lubang dapat dibuat sekitar 80–150 cm sesuai kondisi tanah. 


Usahakan lubang dibuat tegak agar dindingnya tidak mudah runtuh. Jika membuat beberapa lubang sekaligus, beri jarak sekitar 50 cm–1 meter di antara setiap titik.


Penempatan ini membantu memperluas area yang dapat menerima dan meresapkan air hujan.


4. Pasang Pipa Pelindung Bila Diperlukan



Forester Act


Pada tanah yang mudah runtuh, pipa PVC berlubang dapat digunakan untuk membantu mempertahankan bentuk lubang. Pipa ditempatkan di dalam lubang, kemudian bagian atasnya ditutup menggunakan penutup biopori agar tetap aman sekaligus mencegah sampah nonorganik masuk.


5. Isi dengan Sampah Organik



Shutterstock


Masukkan sampah organik ke dalam lubang, seperti daun kering, potongan rumput, kulit buah, atau sisa sayuran. Hindari memasukkan sampah plastik, logam, kaca, atau material lain yang sulit terurai.


Sampah organik di dalam lubang akan mengalami proses penguraian secara alami. Selain menjadi bagian dari cara merawat lubang biopori, proses ini juga membantu menghasilkan material organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos.


6. Lakukan Perawatan Secara Berkala



Perawatan biopori cukup dilakukan dengan memantau kondisi lubang dan mengisi kembali sampah organik ketika volumenya mulai berkurang. Sampah yang sudah terurai dapat dikeluarkan untuk dimanfaatkan sebagai kompos, kemudian lubang kembali diisi dengan sampah organik baru.


Pastikan penutup tetap terpasang dan area di sekitar lubang tidak tertutup tanah atau sampah yang dapat menghambat masuknya air. Jika lubang mulai tersumbat, bersihkan bagian dalamnya secara perlahan agar fungsi resapannya tetap optimal.