Model atap rumah bagian depan jadi elemen krusial dalam desain hunian. Selain berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan, atap depan membentuk karakter visual rumah dan sangat mempengaruhi kesan pertama. Tidak heran jika banyak arsitek, desainer interior, hingga pemilik rumah mencari referensi model atap yang tidak hanya estetis, tetapi juga efisien secara teknis dan biaya.


Ruma Dua Bata designed by Studio Nadi / Celvin Leowardi


Dalam konteks perencanaan rumah, atap bagian depan sering menjadi titik temu antara fungsi, struktur, dan ekspresi desain. Oleh karena itu, memahami jenis, komponen, serta perkembangan model atap rumah terbaru menjadi penting sebelum menentukan pilihan.


Baca juga, Trendi! Model Atap Rumah Memanjang ke Belakang yang Modern


1. Jenis Model Atap Rumah Bagian Depan

Beberapa model atap rumah bagian depan yang paling umum digunakan antara lain atap pelana, atap limasan, atap miring satu arah (shed roof), dan atap datar. Atap pelana dikenal sebagai salah satu model atap rumah paling murah karena struktur rangkanya sederhana dan mudah dikerjakan. Model ini efektif untuk mengalirkan air hujan dan cocok untuk berbagai ukuran rumah.


Ruma Dua Bata designed by Studio Nadi / Celvin Leowardi


Atap limasan menawarkan tampilan yang lebih kokoh dan seimbang, meski membutuhkan struktur rangka yang lebih kompleks. Sementara itu, atap miring satu arah dan atap datar banyak digunakan pada model atap rumah terbaru bergaya minimalis modern karena tampilannya bersih dan tegas, serta mudah dikombinasikan dengan kanopi atau secondary skin pada fasad depan.


Baca juga, 5 Tips Memilih Material untuk Atap Rumah, Jaminan Tahan Lama


2. Apa Saja Bagian Atap Rumah yang Perlu Diperhatikan?



Untuk memahami desain atap secara menyeluruh, penting mengetahui apa saja bagian atap rumah. Secara umum, atap terdiri dari rangka atap (kuda-kuda, gording, dan reng), penutup atap, talang, serta elemen tambahan seperti tritisan dan lisplang. Rangka atap berfungsi menopang beban, sementara penutup atap melindungi bangunan dari cuaca.


Rumah Rimbun designed by Studio Nadi / Fernando Gomulya


Pemilihan rangka atap kini banyak beralih ke baja ringan karena presisi, tahan rayap, dan relatif cepat pemasangannya. Namun, kayu masih digunakan pada desain tertentu untuk menghadirkan kesan alami, terutama pada rumah tropis.


Baca juga, Banyak Dipakai, Ini 3 Model Talang Air Atap Rumah yang Bagus


3. Material Penutup dan Efisiensi Biaya

Material penutup atap sangat mempengaruhi biaya dan kenyamanan rumah. Genteng tanah liat dan genteng beton masih menjadi pilihan populer karena daya tahan dan kemampuannya meredam panas. Untuk model atap rumah paling murah, atap metal atau zincalume sering dipilih karena ringan, ekonomis, dan cocok untuk desain modern.


Diimah House designed by Studio Nadi / Celvin Leowardi


Warna dan tekstur penutup atap bagian depan sebaiknya disesuaikan dengan fasad agar tercipta kesatuan visual. Warna gelap memberi kesan tegas dan modern, sementara warna natural menghadirkan nuansa lebih hangat.


Sumber foto teaser: Celvin Leowardi