Tahukah Anda bahwa sebagian besar orang menyimpan jauh lebih banyak pakaian daripada yang benar-benar mereka pakai? Banyak item hanya dipakai sekali atau malah tidak pernah disentuh setelah dibeli. Ini membuat lemari terasa penuh, tapi sering kali tanpa keteraturan yang nyata. Inilah sebabnya professional organizer merekomendasikan pendekatan khusus untuk memilah pakaian: proses yang jujur, terstruktur, dan tegas agar setiap item yang tersimpan benar-benar layak.


Decluttering pakaian sendiri bukan hanya sekadar soal “buang barang”? Proses ini membantu Anda memahami kebiasaan berpakaian, gaya hidup, dan preferensi pribadi sehingga lemari tidak lagi penuh dengan barang yang membawa beban emosional atau menjadi sekadar pajangan yang tidak berguna. Pendekatan yang tepat membuat lemari Anda lebih fungsional, mudah dipakai, dan menyenangkan setiap hari.


8 Teknik Decluttering Pakaian dengan Teknik yang Profesional dan Efektif


1. Kelompokkan Pakaian Berdasarkan Jenis


Wayfair


Langkah pertama yang direkomendasikan para profesional adalah menyortir pakaian berdasarkan jenisnya, seperti t-shirt, celana panjang, jaket, dan pakaian kerja. Tujuan utama dari langkah ini adalah agar Anda dapat melihat jumlah item sejenis secara sekaligus. Ketika pakaian sejenis ditata bersama, Anda bisa lebih cepat menilai berapa banyak yang sebenarnya Anda butuhkan dan gunakan.


Pendekatan ini membantu menghindari keputusan impulsif yang sering terjadi saat melihat seluruh lemari sekaligus. Fokus pada satu kategori membuat proses menjadi lebih sederhana dan jelas, serta membuat hasilnya lebih cepat terasa.


2. Tanyakan Pertanyaan Sederhana pada Setiap Benda

Kiki Aubrey


Salah satu teknik yang paling membantu adalah dengan bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya memakai ini secara teratur?” Jika jawabannya tidak pasti atau Anda hanya membayangkan akan memakainya suatu hari nanti, itu bisa menjadi tanda bahwa pakaian tersebut tidak perlu disimpan lebih lama.


Pertanyaan ini membantu memotong keputusan emosional yang sering membuat pakaian tetap di lemari hanya karena alasan sentimental. Fokuslah pada pakaian yang nyata-nyata memberi nilai pada rutinitas harian Anda.


Baca juga Anti Ribet! 7 Strategi Mudah untuk Mengosongkan Lemari Anda


3. Buat Kotak “Pertimbangan” untuk Item yang Sulit Diputuskan


Miska Parsity


Tidak semua keputusan harus dibuat secara langsung pada satu waktu. Jika ada item yang membuat Anda bimbang, Anda bisa menempatkannya dalam sebuah kotak “pertimbangan” terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutkan ke item berikutnya yang lebih mudah diputuskan.


Metode ini menjaga momentum Anda tetap berjalan tanpa membuat Anda terjebak jam demi jam pada satu pakaian saja. Setelah selesai menyortir semuanya, Anda bisa kembali ke kotak pertimbangan tersebut dengan perspektif yang lebih segar.


4. Jangan Takut untuk Melepaskan Pakaian yang Tak Terpakai


House Beautiful


Banyak orang merasa bersalah atau tidak enak saat membuang atau mendonasikan pakaian yang diberikan oleh orang lain atau dibeli dengan harga tinggi. Namun profesional organizer mengingatkan bahwa tujuan decluttering adalah memberi ruang bagi yang benar-benar dipakai.


Memberi pakaian yang masih layak pakai ke orang lain melalui donasi bukan berarti menghina pemberi itu berarti memberi pakaian tersebut kesempatan untuk dipakai dan dihargai oleh orang lain.


Baca juga Anti Ribet! Pakai 4 Jasa Cleaning Home Ini Saat Mudik


5. Fokus pada Kebutuhan Anda, Bukan Tren




The Girl Nextdoor


Lemari yang rapi bukan tentang mengikuti tren fashion terbaru. Banyak tren hanya bertahan sesaat, sementara lemari Anda akan penuh jika setiap tren dipertahankan. Para pakar menyarankan untuk menilai pakaian berdasarkan apa yang sering Anda pakai dalam kehidupan nyata, bukan sekadar karena itu pernah populer atau terlihat bagus di media sosial.


Pendekatan ini membantu Anda membangun lemari yang konsisten dengan gaya hidup dan preferensi pribadi, bukan sekadar mengikuti keinginan sesaat.


6. Kelompokkan Pakaian yang Akan Didonasikan dan Didaur Ulang


Susana Jatavia


Setelah memilah, Anda perlu memisahkan pakaian yang akan disimpan, didonasikan, atau didaur ulang. Donasi cocok untuk pakaian yang masih layak pakai dan bisa dikenakan oleh orang lain. Sedangkan pakaian yang rusak atau bernoda berat sebaiknya dikumpulkan untuk didaur ulang. Banyak organisasi dan layanan di kota-kota besar yang menerima pakaian lama untuk didaur ulang.


Mengetahui jenis item yang akan didonasikan atau didaur ulang membantu proses decluttering menjadi lebih jelas dan praktis.


7. Susun Lemari dengan Sistem yang Mudah Dipelihara


Selma Yildiz


Setelah menyingkirkan apa yang tidak diperlukan, langkah berikutnya adalah menata kembali lemari dengan sistem yang membantu Anda menjaga keteraturan. Ini bisa berupa menggantung pakaian berdasarkan jenis, warna, atau musim. Penggunaan hanger seragam juga bisa membuat tampilan visual lemari tampak lebih rapi dan modern.


Organisasi yang baik membuat Anda lebih mudah melihat apa yang Anda miliki sehingga mengurangi kemungkinan menambah barang yang mirip atau tidak diperlukan lagi.


8. Jadwalkan Evaluasi Lemari Secara Berkala


Elvira Poddubkova


Decluttering bukan tugas sekali selesai. Agar lemari tetap rapi, para profesional menyarankan untuk menjadwalkan waktu evaluasi lemari secara berkala, misalnya setiap 3 bulan atau setiap pergantian musim. Dengan cara ini, Anda bisa mencegah penumpukan kembali dan memastikan setiap item yang tersimpan masih relevan dengan kebutuhan Anda.


Evaluasi berkala juga membantu Anda menyingkirkan pakaian yang mulai tidak cocok dipakai, rusak ringan, atau tidak lagi sesuai gaya pribadi tanpa membuat lemari kembali penuh tanpa fungsi.


Baca juga Liburan Anti Ribet! 8 Item Bantu Packing Jadi Lebih Compact


Decluttering yang Bijak Membuat Isi Lemari Lebih Bermakna


Better Homes and Gardens


Ritme decluttering yang tegas bukan berarti Anda harus menjadi kejam terhadap pakaian atau barang kenangan. Ini tentang menemukan tempat yang tepat untuk setiap item, memastikan yang ada di lemari benar-benar berguna, dan memberi ruang bagi kehidupan Anda sehari-hari yang lebih ringan dan efisien.


Dengan strategi memilah yang jelas, pemikiran yang jernih, serta sistem penyimpanan yang teratur, lemari Anda bisa berubah dari penuh sempit menjadi ruang yang nyaman, fungsional, dan mencerminkan gaya hidup Anda yang sebenarnya.


Sumber Teaser oleh Olivia Sanchez