Area ruang belajar yang hangat dan alami memiliki peran yang penting dalam membentuk kenyamanan dan pengalaman bagi anak di sekolah. Oleh karena itu, desain bangunan pada saat ini tidak lagi hanya fokus pada fungsi bangunan melainkan juga suasana ruang belajar yang mendukung aktivitas disana




Pendekatan ini dapat kita lihat pada konsep sekolah Simone Veil yang berupa sekolah kayu di Prancis yang memberikan ruang belajar yang hangat dan alami. Desain bangunan sekolah ini menjadi acuan untuk pengembangan sekolah yang lebih humanis dan ramah lingkungan.




1. Mengapa Desain Sekolah Modern Perlu Menghadirkan Ruang Belajar yang Nyaman

Seiring berkembangnya materi dan teknik pembelajaran, sekolah kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat menerima pelajaran, tetapi juga sebagai ruang yang mempengaruhi suasana dan kenyamanan belajar anak. Lingkungan belajar yang kaku, monoton, dan tertutup dapat memicu rasa bosan sehingga proses pembelajaran menjadi kurang optimal.




Oleh karena itu, desain sekolah modern mulai mengutamakan pencahayaan alami, kenyamanan ruang, serta suasana yang menenangkan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih positif, meningkatkan fokus, serta mendukung perkembangan emosional dan sosial anak secara seimbang.

Baca juga, Unik! Toilet Umum Jadi Destinasi Paling Menarik di Woolwich



2. Konsep Sekolah Kayu di Prancis yang Mengedepankan Hubungan dengan Alam

Sekolah Simone Veil dirancang dengan menjadikan alam sebagai bagian dari pengalaman belajar anak. Penggunaan material kayu sebagai elemen utama menghadirkan kesan hangat sekaligus menciptakan suasana ruang yang alami dan bersahabat, sehingga anak dapat merasa lebih nyaman dan terhubung dengan lingkungannya.




Selain material, desain sekolah ini juga menekankan keterbukaan ruang serta hubungan yang baik antara area dalam dan luar bangunan. Pendekatan tersebut memungkinkan cahaya alami dan udara segar masuk secara optimal, menjadikan ruang belajar terasa lebih nyaman, sehat, dan menyatu dengan alam sekitar.




Pendekatan desain ini turut membentuk lingkungan sekolah yang tidak terasa kaku, melainkan lebih ramah dan fleksibel bagi aktivitas anak. Dengan menghadirkan ruang yang terbuka dan mudah diakses, sekolah ini mendorong interaksi, pergerakan, serta rasa aman selama proses belajar berlangsung.






3. Peran Material Kayu dan Tata Ruang dalam Menciptakan Suasana Belajar yang Hangat

Elemen kayu tidak hanya memperindah visual bangunan, tetapi juga berperan dalam menghadirkan suasana ruang yang lebih hangat dan nyaman. Tekstur serta warna alaminya membantu menciptakan lingkungan belajar yang terasa tenang, sekaligus mengurangi kesan kaku yang sering ditemui pada bangunan sekolah konvensional, sehingga anak dapat merasa lebih rileks saat beraktivitas.




Tata ruang sekolah yang dirancang dengan berbagai bukaan memungkinkan aktivitas belajar berlangsung lebih fleksibel dan dinamis. Sirkulasi udara serta pencahayaan alami yang optimal turut mendukung kenyamanan ruang, menjadikan sekolah ini sebagai contoh bahwa desain arsitektur mampu memberikan dampak positif secara halus pada pengalaman belajar anak.




Kehadiran ruang-ruang transisi seperti koridor terbuka dan area semi luar juga memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak dan berinteraksi dengan lebih bebas. Elemen ini membuat sekolah terasa lebih hidup, sekaligus mendukung keseimbangan antara aktivitas belajar dan kebutuhan anak untuk bereksplorasi.




4. Inspirasi Desain Sekolah Ramah Lingkungan untuk Masa Kini

Desain sekolah kayu di Prancis ii menunjukkan bahwa ruang belajar dapat dirancang lebih hangat, nyaman, dan dekat dengan alam. Pendekatan ini memberi pengalaman ruang yang lebih positif bagi anak, sekaligus mendukung aktivitas belajar sehari-hari.




Konsep tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan sekolah modern, terutama dalam menciptakan lingkungan Pendidikan yang humanis dan berkelanjutan. Desain yang mempertahankan material, tata ruang, dan kenyamanan terbukti mampu meningkatkan kualitas larig belajar secara menyeluruh.

Sumber foto: Vladimir De Mollerat Du Jeu