Indonesia memiliki beragam tanaman hias dengan bentuk dan warna yang cantik. Tanaman-tanaman hias ini sering digunakan untuk mempercantik taman maupun sudut ruangan di dalam rumah. Namun, di balik keindahannya, beberapa tanaman hias cantik ini ternyata mengandung senyawa alami yang dapat membahayakan manusia dan hewan peliharaan jika tersentuh atau tertelan.
Berikut ini, CASA sudah merangkum beberapa tanaman beracun di Indonesia yang tidak hanya indah, tetapi juga menyimpan potensi bahaya bagi manusia dan hewan peliharaan. Simak selengkapnya!
tanaman jelatang atau stinging nettle dengan nama ilmiah urtica dioica dikenal sebagai salah satu tanaman yang telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, yang dipercaya dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan. namun, di samping manfaatnya tersebut, tanaman ini juga dikenal dapat menyebabkan reaksi pada kulit saat tersentuh. hal itu karena rambut-rambut halus pada permukaan daun dan batangnya dapat menembus kulit dan melepaskan sejumlah zat aktif, termasuk histamin, asetilkolin, dan serotonin. zat-zat aktif inilah yang dapat menimbulkan sensasi nyeri, perih, gatal, dan kemerahan pada kulit.
sebuah penelitian yang dipublikasikan pada jurnal clinical and experimental dermatology menunjukkan bahwa paparan langsung dengan daun atau batang jelatang dapat menyebabkan reaksi pada kulit yang menimbulkan sensasi gatal dan nyeri. oleh karena itu, hindari menyentuh tanaman ini secara langsung dan selalu gunakan sarung tangan sebagai pelindung saat memegang atau merawat tanaman jelatang.
dieffenbachia adalah salah satu tanaman beracun di indonesia yang dikenal karena daunnya yang besar dengan pola dan warna yang menarik. tanaman hias ini sering digunakan untuk mempercantik sudut ruangan karena dikenal dapat tumbuh dengan baik dalam kondisi cahaya yang relatif rendah.
namun, di balik tampilannya yang cantik, tanaman dieffenbachia diketahui memiliki getah yang mengandung kristal kalsium oksalat. jika tidak sengaja tertelan, tanaman ini dapat menyebabkan rasa terbakar dan nyeri, serta pembengkakan pada mulut, lidah, dan tenggorokan. bahkan, pada kondisi yang lebih parah, pembengkakan dapat menyebabkan kesulitan menelan dan bernapas. tak hanya pada manusia, dieffenbachia juga beracun bagi hewan peliharaan, yang dapat menimbulkan gejala seperti iritasi mulut, air liur berlebih, muntah, dan kesulitan menelan.
baca juga: 11 tanaman pengusir nyamuk, bikin nyamuk pergi dari rumah!
datura, atau lebih dikenal sebagai tanaman kecubung, adalah tanaman hias yang dikenal karena bentuk bunganya yang unik mirip seperti terompet dengan warna yang beragam, seperti putih, ungu, dan kuning. meskipun memiliki tampilan yang menarik, tanaman kecubung mengandung senyawa alkaloid tropana yang bersifat toksik. senyawa ini diketahui dapat menyebabkan keracunan serius jika tertelan.
dampak lain yang mungkin timbul antara lain kebingungan, kegelisahan ekstrem, detak jantung tidak normal, hingga kehilangan kesadaran. mengingat potensi bahayanya, sebaiknya letakkan tanaman kecubung di tempat yang tidak mudah dijangkau anak-anak dan hewan peliharaan.
tanaman beracun di indonesia berikutnya adalah oleander. tanaman hias menghasilkan bunga yang indah dengan berbagai warna, seperti ungu, merah muda, putih, kuning, hingga oranye. namun di balik keindahannya, tanaman oleander ternyata mengandung senyawa glikosida jantung (cardiac glycosides) yang dapat memengaruhi kinerja jantung jika tertelan. oleh karena itu, sebaiknya jauhkan tanaman hias ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari risikonya.
baca juga: tak hanya cantik, 11 tanaman hias ini juga sangat beracun!
tanaman jarak, atau yang dikenal dengan nama ilmiah ricinus communis, adalah tanaman tropis yang memiliki tampilan menarik dan cukup unik. minyak yang diekstraksi dari bijinya telah terbukti berkhasiat sebagai pencahar alami untuk membantu mengatasi sembelit. namun, di samping manfaatnya tersebut, tanaman ini juga termasuk salah satu tanaman beracun di indonesia karena kandungan risin di dalamnya yang bersifat toksik dan dapat menyebabkan keracunan serius jika tertelan secara langsung tanpa pengolahan yang tepat. oleh karena itu, sebaiknya letakkan tanaman jarak di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan anda.
Satu lagi tanaman beracun di Indonesia adalah Lantana, atau yang dikenal juga dengan sebutan cente manis atau tembelekan. Tanaman dengan nama Lantana camara ini dikenal karena memiliki tampilan yang menarik berkat gugusan bunganya yang berwarna-warni, seperti merah muda, merah, kuning, putih, ungu, hingga oranye. Tak heran jika lantana sering dipilih sebagai tanaman hias untuk mempercantik taman atau halaman rumah. Namun, di balik keindahannya, lantana mengandung senyawa toksik, termasuk lantadene. Jika tertelan, terutama pada bagian buah yang masih berwarna hijau, lantana dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti muntah, sakit perut, diare, atau iritasi mulut/tenggorokan jika tertelan.
Baca juga: 7 Tanaman yang Beracun bagi Kucing, Jauhkan dari Peliharaan!
Itulah tadi enam tanaman beracun di Indonesia. Di balik keindahan bunganya yang berwarna-warni, tanaman-tanaman hias tersebut mengandung senyawa alami yang bersifat toksik dan dapat membahayakan manusia maupun hewan. Oleh karena itu, sebaiknya letakkan tanaman-tanaman ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk menghindari risikonya.