Menanam pohon di halaman rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari menciptakan udara yang lebih sejuk, meningkatkan kualitas lingkungan, hingga mempercantik tampilan hunian. Tidak sedikit pula pemilik rumah yang memilih pohon peneduh agar area luar terasa lebih nyaman, terutama di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Namun, di balik manfaat tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni pertumbuhan akar pohon yang dapat memengaruhi struktur bangunan.

 




serpongnaturacity.co.id


beberapa jenis pohon memiliki sistem perakaran yang sangat agresif. seiring bertambahnya usia tanaman, akar akan terus mencari sumber air dan ruang untuk berkembang. jika pohon ditanam terlalu dekat dengan rumah, akar tersebut berpotensi menekan fondasi, mengangkat lantai, merusak saluran air, bahkan memicu retakan pada dinding.


oleh karena itu, memahami karakteristik akar pohon menjadi langkah penting sebelum menentukan jenis tanaman untuk halaman rumah. berikut enam jenis pohon yang sebaiknya tidak ditanam terlalu dekat dengan bangunan.

 

baca juga, 8 pohon hias outdoor untuk halaman rumah minimalis



ginggaanbai.com


1. pohon beringin memiliki akar yang sangat agresif

pohon beringin dikenal sebagai salah satu tanaman dengan sistem akar paling kuat dan luas. selain memiliki akar tunggang yang kukuh, beringin juga menghasilkan akar gantung yang lama-kelamaan berubah menjadi batang baru. kombinasi tersebut membuat sistem perakarannya mampu menyebar ke berbagai arah dan menembus celah-celah tanah dengan tekanan yang besar.


apabila ditanam di dekat rumah, akar beringin berpotensi menggeser pondasi, merusak saluran pipa bawah tanah, hingga menyebabkan lantai atau paving mengalami pengangkatan. karena karakteristiknya tersebut, pohon beringin lebih cocok ditanam di area terbuka yang memiliki ruang tumbuh sangat luas.

 


99.co


2. pohon trembesi tumbuh besar dengan akar menyebar

trembesi menjadi pilihan populer sebagai pohon peneduh karena memiliki tajuk yang sangat rindang. namun, ukuran pohonnya yang besar diimbangi dengan sistem akar yang juga berkembang secara horizontal dalam radius yang cukup jauh. akar trembesi akan terus mencari kelembapan sehingga dapat memengaruhi stabilitas tanah di sekitar fondasi rumah.


jika ditanam terlalu dekat, tekanan akar dapat menyebabkan retakan pada struktur bangunan maupun kerusakan pada jalur drainase bawah tanah. sebaiknya pohon trembesi hanya ditanam pada lahan yang luas seperti taman kota atau area terbuka.

 


agrotanisejahtera.co.id


3. pohon bambu dapat menyebar dengan cepat

bambu memang memberikan nuansa alami sekaligus menjadi elemen lanskap yang menarik. namun, beberapa jenis bambu memiliki akar rimpang (rhizome) yang tumbuh sangat cepat dan menyebar ke berbagai arah. pertumbuhan ini sulit dikendalikan apabila tidak menggunakan pembatas akar (root barrier).


dalam jangka panjang, akar bambu dapat mendorong paving block, merusak lantai taman, hingga mengganggu fondasi bangunan yang berada di sekitarnya. jika anda ingin menghadirkan bambu di halaman rumah, pilihlah jenis bambu yang tidak invasif dan pastikan sistem pembatas akar telah dipasang sejak awal.

 




gardencenter.co.id


4. pohon mangga berpotensi mengganggu fondasi

pohon mangga merupakan salah satu tanaman buah yang banyak ditemukan di halaman rumah. meski tidak seagresif beringin atau trembesi, akar mangga tetap berkembang cukup luas untuk menopang batang dan tajuk yang besar. jika ditanam terlalu dekat dengan bangunan, akar tersebut dapat menekan fondasi, terutama pada rumah dengan struktur fondasi dangkal.


selain itu, akar mangga juga berpotensi masuk ke saluran air apabila terdapat celah pada instalasi bawah tanah. oleh karena itu, pohon mangga sebaiknya ditanam dengan jarak aman dari bangunan agar pertumbuhannya tidak mengganggu struktur rumah.

 


popmama.com


5. pohon ketapang memiliki sistem perakaran yang luas

ketapang sering digunakan sebagai pohon peneduh di kawasan jalan maupun ruang terbuka karena mampu menghasilkan kanopi yang lebar. di balik tampilannya yang menarik, pohon ini memiliki sistem akar yang menyebar cukup jauh mengikuti perkembangan tajuknya.


pada area permukiman, akar ketapang dapat menyebabkan permukaan tanah terangkat sehingga memengaruhi kestabilan paving, teras, maupun fondasi rumah. oleh sebab itu, pohon ketapang lebih sesuai ditanam di area publik atau lahan yang memiliki ruang tumbuh memadai.

 


jituproperty.com


6. Cara Mencegah Akar Pohon Merusak Fondasi Rumah

Mencegah kerusakan fondasi akibat akar pohon sebenarnya dapat dilakukan sejak tahap perencanaan lanskap. Pilihlah jenis tanaman dengan sistem akar yang tidak agresif, seperti tabebuya, kamboja, palem, atau pucuk merah, untuk area yang dekat dengan bangunan. Pastikan pula jarak tanam disesuaikan dengan ukuran pohon saat dewasa, bukan ketika masih berupa bibit.


Penggunaan root barrier atau sistem pembatas akar sejenis juga dapat membantu mengarahkan pertumbuhan akar agar tidak menuju fondasi. Selain itu, lakukan pemangkasan akar dan inspeksi berkala apabila pohon sudah berukuran besar agar potensi kerusakan dapat dideteksi lebih awal.





Keberadaan pohon di halaman rumah memang mampu menciptakan suasana yang lebih sejuk dan asri, tetapi pemilihannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pohon seperti beringin, trembesi, bambu, mangga, dan ketapang memiliki karakter akar yang berpotensi mengganggu fondasi apabila ditanam terlalu dekat dengan bangunan.


Dengan memilih jenis pohon yang tepat, memperhatikan jarak tanam, serta menggunakan sistem pembatas akar bila diperlukan, Anda dapat menikmati manfaat ruang hijau tanpa mengorbankan kekuatan struktur rumah. Perencanaan lanskap yang baik akan membantu menjaga hunian tetap aman, nyaman, dan tahan lama selama bertahun-tahun.