Arsitek Yosuke Tomiya menghadirkan Morimado House, hunian di Hokkaido, Jepang, yang dirancang untuk membuat hutan di belakang rumah menjadi bagian dari keseharian penghuninya.






alih-alih menjadikan lanskap sebagai sekadar latar, rumah ini memiliki sejumlah bukaan yang sengaja diarahkan ke pepohonan. pemandangan tersebut pun terus berubah mengikuti pergantian musim, mulai dari hijaunya pepohonan hingga suasana musim dingin yang khas hokkaido.




interior morimado house ditata dalam beberapa level yang saling terhubung. konsep split-level ini membuat berbagai area di dalam rumah tetap memiliki hubungan visual tanpa harus berada pada satu bidang lantai yang sama.


baca juga: 6 tips dan trik dalam memilih dan merawat kayu bangunan




ruang keluarga menjadi salah satu area utama dengan plafon tinggi dan bukaan besar yang menghadap langsung ke hutan. di dekatnya, terdapat area duduk di dekat jendela yang dapat menjadi tempat menikmati pemandangan dengan suasana yang lebih tenang.




tangga terbuka menjadi elemen penting dalam menghubungkan setiap level. dari sini, penghuni dapat melihat berbagai bagian rumah sekaligus lanskap di luar. susunan ruang seperti ini juga membuat aktivitas anggota keluarga tetap terasa terhubung meski berada di area yang berbeda.


baca juga: mvrdv sulap urban revivo dengan fasad yang berubah warna




cahaya alami turut menjadi bagian dari pengalaman ruang. selain jendela besar yang menghadap hutan, bukaan pada bagian atas dan celah antarruang memungkinkan cahaya masuk lebih jauh ke dalam rumah. perubahannya sepanjang hari menciptakan pola bayangan yang berbeda di setiap ruang.






dari luar, morimado house tampil sederhana dengan struktur kayu yang berpadu dengan lingkungan sekitarnya. posisi bukaan juga dirancang secara hati-hati agar rumah tetap mendapatkan pemandangan hutan tanpa terlalu terbuka terhadap rumah-rumah di sekitarnya.




struktur kayu dan lapisan insulasi yang baik digunakan untuk menyesuaikan bangunan dengan iklim ekstrem hokkaido. sementara itu, material seperti kayu alami, dinding putih, dan lantai beton ekspos menciptakan suasana interior yang tenang.




kesederhanaan material tersebut justru membuat perubahan lanskap di luar menjadi lebih terasa. warna pepohonan, cahaya matahari, hingga salju pada musim dingin dapat menjadi elemen visual yang terus berganti di dalam rumah.


baca juga: tk di munich ini hadir dengan playground unik




hubungan antara ruang dalam dan luar juga diperkuat melalui area teras. ruang keluarga, ruang makan, dan teras dibuat mengalir sehingga aktivitas di dalam rumah dapat terasa lebih dekat dengan alam.




Menjelang malam, cahaya hangat dari dalam rumah membuat Morimado House terlihat seperti sebuah lentera yang menghadap ke hutan. Desain ini menunjukkan bagaimana arsitektur dapat menghadirkan alam bukan hanya sebagai pemandangan, tetapi sebagai bagian dari pengalaman sehari-hari.