Kéré Architecture menghadirkan pendekatan baru dalam merancang fasilitas pendidikan anak melalui Kinderoase an der TUM, sebuah taman kanak-kanak di kampus Technical University of Munich (TUM), Jerman.






bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga dirancang sebagai ruang bermain vertikal yang mendorong aktivitas, eksplorasi, dan interaksi. 




fasilitas ini dibuat untuk mendukung para profesional muda di lingkungan universitas, khususnya perempuan, dalam menyeimbangkan kehidupan profesional dan tanggung jawab keluarga.




berdiri di area bekas lahan parkir antara kampus utama dan kafetaria universitas, bangunan seluas 1.540 m² ini menggabungkan ruang administrasi, area bermain, ruang belajar, hingga teras atap.


baca juga: rumah di poland “berputar” ikuti lereng dengan teknik yaw


pendiri kéré architecture, diébédo francis kéré, menyebut konsep utama bangunan ini berangkat dari gagasan bahwa bermain merupakan bagian penting dalam proses desain.




karena keterbatasan lahan di kawasan kampus yang padat, studio memilih mengembangkan ruang secara vertikal dengan menghadirkan taman bermain bertingkat yang terhubung melalui tangga melingkar dan seluncuran di dalam bangunan.






salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah lokasi bangunan yang berhadapan dengan jalan yang cukup ramai. untuk mengurangi kebisingan, kéré architecture menempatkan area bermain bertingkat di bagian depan bangunan sebagai penghalang suara alami, sementara ruang belajar berada di bagian belakang.




secara visual, bangunan ini memiliki keunikan karena menampilkan struktur kayu yang dibalut baja corten dengan permukaan berkarakter alami. bagian eksterior yang menghitam dipadukan dengan fasad bersudut dan bilah baja yang memberikan tampilan unik sekaligus memperkuat identitas bangunan.




keunikan lain dari gedung ini terletak pada bagian atap, terdapat area bermain terbuka bernama "himmelswiese" atau "padang rumput di langit". ruang ini menawarkan tempat bermain tambahan bagi anak-anak sekaligus menghadirkan pemandangan luas ke arah kota munich.




interior kinderoase an der tum dirancang dengan suasana hangat dan interaktif. seluncuran kayu menjadi elemen utama yang menghubungkan area bermain tiga lantai, sementara tangga melingkar dengan pencahayaan alami dari skylight menjadi pusat sirkulasi bangunan.


baca juga: atap organik di tiongkok sambungkan desa dan pegunungan


ruang-ruang di dalamnya disusun berdasarkan kelompok usia anak, dilengkapi area makan bersama, ruang bermain, hingga ruang olahraga. furnitur khusus rancangan studio juga digunakan untuk melengkapi suasana interior yang nyaman dan mendukung aktivitas anak.




Material kayu dipilih karena karakter alaminya yang hangat, mampu memantulkan cahaya dengan baik, serta membantu menciptakan ventilasi alami. Menurut Kéré, penggunaan kayu dalam lingkungan perkotaan yang padat dapat menghadirkan ruang yang lebih terbuka, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.