Saat ingin membangun rumah 2 lantai, salah satu aspek yang harus dipikirkan secara matang adalah perancangan struktur, khususnya merencanakan ukuran balok.
anda mungkin sering mendengar istilah struktur balok pada rumah tinggal. balok merupakan salah satu elemen struktur bangunan yang berfungsi untuk menerima beban hidup dan beban mati dari dari lantai 2 untuk disalurkan ke kolom hingga fondasi.
beban hidup mengacu pada jumlah penghuni rumah dan aktivitasnya. sementara itu, beban mati merupakan beban dari material dan elemen lainnya pada rumah seperti lantai, dinding, atap, furnitur, dan lainnya.
baca juga 3 pertanyaan & jawaban seputar denah rumah 6x6
selain itu, balok juga berfungsi untuk mengikat kolom-kolom (tiang) pada bangunan agar tetap rigid dalam mempertahankan kestabilan bentuk struktur bangunan.
untuk menjaga kestabilan struktur, penentuan ukuran balok rumah 2 lantai memerlukan orang yang ahli di bidang tersebut. jika dimensi balok terlalu kecil, maka akan berisiko terjadinya lendutan, namun jika balok terlalu besar maka akan berimbas pada borosnya biaya pada bangunan.
baca juga bingung cara hitung luas bangunan? ini dia 5 tipsnya
Balok Induk
Elemen struktur horizontal utama yang membentang lebar pada bangunan hingga kedua ujungnya bertumpu langsung pada kolom. Menurut persyaratan SNI, untuk menentukan ukuran balok induk pada rumah 2 lantai menggunakan acuan berikut:
Tinggi (h): 1/12 x bentangan
Lebar (b): 2/3 x (h)
Dimensi balok = Lebar x Tinggi
Balok Anak
Elemen struktur horizontal yang kedua ujungnya bertumpu pada balok induk, fungsinya untuk memperkecil bentangan agar menghindari adanya lendutan pada ruang yang lebih lebar. Cara menghitung ukuran balok anak pada rumah 2 lantai secara sederhana:
Tinggi (h): 1/16 x bentangan
Baca juga Panduan Ukuran Sloof Rumah 2 Lantai Terlengkap dan Aman
Dalam menentukan ukuran balok rumah 2 lantai tidak boleh dilakukan dengan asal asalan, perlu tenaga ahli di bidangnya. Namun, jika Anda ingin mengetahui cara menghitung dimensi balok secara umum berikut adalah cara praktisnya:
1. Sebuah bentangan yang memiliki luas L = 500 cm direncanakan akan dipasang balok induk:
Tinggi (h): 1/12 x bentangan = 1/12 X 500 = 41,66, maka pakai h = 45 cm
Lebar (b): 2/3 x (h) = 2/3 x 45 = 30 cm, maka pakai b = 30 cm
Dimensi balok = 45 x 30
2. Sebuah bentangan yang memiliki luas L = 500 cm direncanakan akan dipasang balok anak:
Tinggi (h): 1/16 x bentangan = 1/16 X 500 = 31,25, maka pakai h = 35 cm
Lebar (b): 2/3 x (h) = 2/3 x 35 = 23 cm, maka pakai b = 25 cm
Dimensi balok = 35 x 25